Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Gunungkidul

Kronologi Murid SMP Nekat Ancam Guru Pakai Sajam Gegara HP Disita

Gunungkidul - Video siswa SMP di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul mengancam guru menggunakan senjata tajam karena ponselnya disita viral di media sosial. Begini kronologi lengkap kejadian tersebut. Kamis (5/5/2019) Pukul 10.00 WIB Seorang siswa laki-laki SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul kedapatan sedang bermain ponsel di dalam kelas saat jam pelajaran. Hal itu diketahui oleh Guru pendidikan agama Islam. Sang guru langsung menyita ponsel milik muridnya tersebut. Penyitaan ponsel tersebut berdasarkan peraturan di SMPN 5 Ngawen, bahwa setiap siswa tidak boleh membawa ponsel. Apabila siswa kedapatan membawa ponsel, maka ponsel itu akan disita dan akan dikembalikan setelah siswa membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tua atau wali murid. Ponsel yang disita guru, menurut aturan sekolah, bisa juga diambil oleh orang tua atau wali murid. Hari Jumat (6/9/2019) Pukul 07.00 WIB Siswa tersebut datang ke sekolah dan mengikuti apel. Dia juga sempat mengikuti kegiatan membaca di pe...

5 Kasus Curanmor Berbagai Modus Terungkap d Gunungkidul, 11 Orang Dibekuk

Gunungkidul - Polres Gunungkidul meringkus 11 tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), delapan di antaranya adalah residivis. Selain itu, tiga dari sebelas tersangka masih di bawah umur. Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan, polisi berhasil mengungkap lima kasus curat. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi meringkus 11 tersangka, yang terdiri atas empat komplotan, baik komplotan spesialis pencuri motor maupun pembobol rumah kosong. "Dari 11 tersangka yang diamankan, tiga di antaranya masih di bawah umur," katanya saat jumpa pers di Polres Gunungkidul, Selasa (3/9/2019). Fuady melanjutkan kasus pencurian yang terungkap sebagian besar adalah kasus curanmor. Bahkan korban pencurian mulai pedagang sayur hingga pejabat Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul. Seperti halnya pencurian motor jenis bebek milik seorang pedagang sayur di Kecamatan Nglipar pada 23 Agustus 2019. Saat itu dua tersangka berinisial MA (24), war...

Polisi Tangkap 2 Penjual Oplosan Daging Sapi dan Babi di Gunungkidul

Gunungkidul (DetikNews) - Polres Gunungkidul meringkus dua pedagang yang menjual oplosan daging sapi dan babi. Penangkapan ini berawal dari laporan warga adanya daging oplosan di Pasar Argosari, Wonosari dan Pasar Playen. Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menjelaskan, dua orang pedagang yang diamankan yaitu Purtatik (61), Dusun Nitikan Timur, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul dan Endang Purwanti (57), warga Dusun Mantup, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Mendapat informasi adanya daging oplosan yang beredar di dua pasar di atas, polisi lantas melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel daging yang dijual oleh kedua pedagang tersebut. Sampel tersebut selanjutnya dites di laboratorium Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 15 Januari 2019. "Dari hasil tes laboratorium ternyata daging yang dijual positif campuran antara sapi dan babi. Untuk kikil juga, ternyata itu kikil babi tapi disamarkan jadi kikil sapi," uja...

Seorang Karyawati di Gunungkidul Ditemukan Meninggal di Kamar Mes

Gunungkidul - Seorang karyawati di Gunungkidul, Tan Lan Hwa Angela (53) ditemukan meninggal di dalam mes yang ditempatinya. Diduga Angela meninggal karena penyakit. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polsek Wonosari, Aiptu Sugeng Firmanto mengatakan jasad ditemukan saat salah satu seorang petugas keamanan mes karyawan Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul curiga korban tak keluar kamar sejak kemarin. Petugas tersebut awalnya mengetuk pintu kamar mes wanita yang merupakan warga Desa Gading, Tambaksari, Surabaya itu. "Karena tidak respons (Saat diketuk pintu kamarnya berulang-ulang), saksi bersama warga mencongkel jendela kamar korban. Ternyata korban sudah meninggal dengan posisi telungkup di atas lantai," ujar Sugeng saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/1/2019). Setelah itu, petugas keamanan mes bersama warga melapor temuan ini ke Polsek Wonosari. Polisi bersama tim medis Puskesmas II Wonosari kemudian memeriksa korban dan lokasi jasad...

Seorang Kakek di Gunungkidul Tewas Gantung Diri Pakai Kain Gorden

Gunungkidul - Seorang kakek di Gunungkidul, Yato Giyarno (70), warga Desa Kampung, Kecamatan Ngawen ditemukan tewas gantung diri. Korban diduga nekat gantung diri karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Kapolsek Ngawen, AKP Agus Sunarno mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui menantu korban, Kosmiyatun (50). Awalnya, Kosmiyatun berniat mengirimkan sarapan ke rumah korban pagi tadi. Namun, korban tidak ditemukan di teras maupun di ruang tamu. Karena merasa ada yang ganjil, akhirnya Kosmiyatun mencoba mencari korban di dalam kamar. "Padahal biasanya korban itu tidur di emperan (teras) rumah. Tapi saat saksi (Kosmiyatun) datang ternyata korban tidak ada. Saksi curiga lalu mencari korban," kata Agus saat dihubungi wartawan, Kamis (12/4/2018). "Saksi (Kosmiyatun) lalu mencari di rumah itu. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB saksi menemukan korban sudah tergantung di sudut kamar menggunakan kain gorden warna biru," lanjutnya. Mendapati ...

Puluhan Warga Gunungkidul Terjangkit DBD

Yogyakarta: Puluhan warga Gunungkidul, Yogyakarta, terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Celakanya, bukannya berkurang, dari hari ke hari penderita DBD di kabupaten itu terus bertambah. Data Dinas Kesehatan setempat menunjukkan, penyebaran penyakit ini masif sejak awal tahun. Setidaknya kini ada 24 kasus DBD di kabupaten itu. Kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Wonosari, Karang Mojo, dan Kecamatan Semin. Penderita umumnya anak-anak usia di bawah 15 tahun. Sebanyak 16 pasien dirawat di RSUD Wonosari, sementara sisanya tersebar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Kasus DBD pada awal tahun ini terbilang tinggi dibandingkan tahun kemarin, yang hanya tercatat total 50 kasus DBD selama 2012. Dinkes akan berupaya mencegah penyebaran DBD dengan melakukan fogging di sejumlah lokasi. Juga terus memantau penyebaran DBD, mengingat curah hujan tinggi yang membuat nyamuk Aedes aegypti berkebang biak. Kabupaten Gunungkidul sendiri belum menetapkan tingginya ...

Tiga Pengunjung Pantai Indrayanti Hilang

Gunung Kidul - Tiga pengunjung Pantai Pulang Syawal atau Kafe Indrayanti di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hilang terseret ombak. Koordinator Tim Search and rescue (SAR) Korwil II Pantai Baron, Sunardi di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan, kejadian menghilangnya tiga pengunjung sekitar 12.00 WIB. "Saat ini, kami sedang melakukan pencarian dan hingga kini belum kami temukan. Dalam pencarian ini, kami dibantu tim dari Pos Angkatan Laut Pantai Sadeng untuk mencari tiga orang hilang tersebut," kata Sunardi. Petugas Pos Angkatan Laut Pantai Sadeng, Serma Suhirta merilis nama-nama pengunjung yang hilang yakni Dodo (23) dari Kuningan (Jawa Barat), Aci (23) dari Karawang (Jawa Barat) dan Tridadi (30) dari Klaten (Jawa Tengah). "Sampai saat ini, kami masih melakukan pencarian lewat kapal dan pemantauan dari darat," kata dia. Sebelumnya, Tim Search and rescue (SAR) Korwil II Pantai Baron menerjunkan 50 personel di seluruh kawasan pantai di Kabu...

Siswi SMP Dicabuli Pacar di Hutan

GUNUNGKIDUL– Yun, 13, siswa SMP swasta di Playen, Gunungkidul diduga menjadi korban pencabulan, Alf, 24, warga Semanu, yang baru dikenalnya lewat facebook. Aksi bejat pelaku itu dilakukan dua kali, yakni di sebuah warung internet (warnet) di Kecamatan Playen dan kawasan hutan Sodong,Kecamatan Paliyan, belum lama ini. Kasus itu terungkap setelah orang tua Yun melihat keanehan sikap dan perilaku anak perempuannya itu. Karena curiga, kemudian korban ditanya dan mengaku kalau sudah dicabuli Alf.Tidak terima dengan ulah Alf, orang tua korban kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Gunungkidul. Sementara itu,Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Gunungkidul Iptu Ngadiranto mengatakan, setelah menerima laporan tersebut,pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Tidak berselang lama, pelaku diamankan.” Pelaku langsung kita tahan untuk penyelidikan. Selanjutnya karena korban di bawah umur, kita periksa di UPPA,”paparnya kemarin. Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Suhad...

Nelayan Pantai Baron Abaikan Gelombang Tinggi

GUNUNG KIDUL-Sejumlah nelayan Pantai Baron, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap melaut pada Minggu (25/11) meski gelombang laut mencapai 10 meter. "Kemarin meski gelombang laut mencapai 10 meter, masih ada beberapa nelayan yang tetap melaut. Hasil tangkapannya lumayan banyak, khususnya lobster," kata petugas TPI Pantai Baron Wasiman di Gunung Kidul, Senin (26/11). Ia mengatakan, setiap perahu jukung yang melaut sedikitnya mampu menangkap sekitar 60 hingga 70 kilogram (kg) lobster. Harga lobster mencapai Rp200 ribu per kg. "Kemarin sekitar tujuh kapal jukung yang melaut. Hasil tangkapan berupa lobster, bawal putih, tongkol dan rumput laut. Penurunan hasil tangkapan ikan tidak terlalu banyak," kata Wasiman. Nelayan anggota Kelompok Nelayan Mina Samudera Pantai Baron Wasid mengatakan dirinya memilih tidak  melaut karena takut dengan gelombang sangat tinggi dan melewati batas kemampuannya sebagai nelayan. "Saya lebih memilih tidak...

Bejat, Bapak Cabuli Anak Kandungnya

GUNUNGKIDUL – Apa yang dilakukan oleh Tri, 51, warga Ngestirejo, Tanjungsari ini benar-benar keterlaluan.Demi memuaskan nafsu bejatnya, anak kandungnya sendiri, Sus,yang masih berusia14 tahun di gasak juga. Tidak tanggung-tanggung, gadis di bawah umur ini tujuh kali dicabuli hingga korban merasa malu dan hanya mengurung diri dalam kamarnya.Karena sudah tidak kuat lagi, peri stiwa memilukan ini diceritakannya kepada kakeknya, Marmo. ”Saya pun kaget mendengar cerita itu. Saya kemudian lapor ke polsek dan dia ditangkap,” ujar Marmo kemarin. Benar saja, Tri tidak berkutik ketika digelandang ke polsek dan dilanjutkan ke Mapolres Gunungkidul kemarin siang. Baik pelaku serta korban langsung ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Gunungkidul. Di hadapan petugas, bapak dengan badan gempal ini mengaku khilaf dan cemburu melihat putri pertamanya tersebut sering diajak main teman laki-laki.”Dia juga sering SMSan,” ucapnya. Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu ...

HIV/AIDS Rambah Pelosok

GUNUNGKIDUL – Penyebaran virus HIV/ AIDS tak hanya di kota saja. Di Gunungkidul Sejak 2006 lalu, tercatat sebayak 61 warga mengidap virus yang membahayakan ini. Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Gunungkidul,Dwi Prasetyono mengatakan,dari 61 penderita tersebut,34 orang di antaranya mengidap AIDS.Sedangkan sisanya adalah pengidap HIV.”Mereka yang mendidap penyakit ini kebanyakan berusia antara 30 hingga 39 tahun,” terangnya usai Diskusi penanggulangan AIDS bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY di Patuk kemarin. Dari data yang ada di Dinkes setempat, penyakit ini paling banyak ditularkan melalui hubungan seks. Selain itu juga penggunaan jarum suntik atau narkoba. ”Peningkatan siginifikan terjadi di tahun 2012 ini.Sejak Januari hingga Juni saja,tercatat 19 kasus HIV/ AIDS yang berhasil didata,”imbuhnya. Angka menonjol juga terjadi pada 2009 lalu.Waktu itu tercatat 21 kasus HIV/AIDS yang berhasil ditemukan Dinkes. Dengan minimnya anggaran yang dimili...

217 Telaga Kering, Krisis Air Meluas

GUNUNGKIDUL – Kemarau panjang yang melanda kawasan Gunungkidul menyebabkan ratusan telaga di daerah tandus ini mengering.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat mencatat dari total 282 telaga,hanya 65 telaga yang masih memiliki air. Sisanya 217telaga sudah kering kerontang.Padahal, telaga tersebut menjadi satu-satunya tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.”Sisanya kering semua, dan tanahnya retak-retak,”kata Kepala Bappeda Gunungkidul, Syarif Armunanto,kemarin. Sisa 65 telaga yang masih menyimpan air juga tidak semuanya bisa dipakai terutama untuk memasak dan minum.”Kondisinya sebagian besar kurang baik untuk air konsumsi,”ujar Syarif. Meski demikian, kata dia, masih banyak warga yang tetap menggunakan telaga tersebut. ”Air biasanya diendapkan satu malam terlebih dahulu, baru disaring warga dan digunakan untuk memasak,”beber Syarif. Camat Tepus Suyatna menyatakan, di wilayahnya terdapat 32 telaga yang bisa digunakan warga untuk kebutuhan seharihari, t...

Truk Dirampok, Sopir Dibuang

GUNUNGKIDUL– Nasib apes menimpa Rusdani dan Wawan. Sopir dan kernet truk bermuatan kayu nopol E 8755 VD ini menjadi korban perampokan saat melintas di kawasan Gombong, Kebumen, kemarin. Mereka disekap enam orang tak dikenal.Truk beserta isinya kemudian dibawa kabur kawanan tersebut. Ironisnya,Rusdanidan Wawan dibuang oleh kawanan itu di Desa Girijati,Purwosari, Gunungkidul. Saat ditemukan warga, kedua orang itu dalam kondisi tangan terikat serta mulut disumpal kain dan mengalami luka memar di kepala.Warga kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek terdekat. ”Setelah keduanya membaik, ikatan sudah kita lepas dan sumbatan kain di mulut kita tarik, baru kita mintai keterangan,” kata Kapolsek Purwosari, Hendra Prastawa,kemarin. Menurut Hendra, kedua korban mengaku warga Tasikmalaya. Waktu itu, kedua korban bermaksud mengirim kayu glugu dari Tasikmalaya, Jawa Barat ke Yogyakarta. Namun, dalam perjalanan mereka dirampok di kawasan Gombong. Korban kemudian diikat dan sempat dipukul dengan...

Awas! Ada Sembilan Jalur Tengkorak di Gunungkidul

Gunungkidul -Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul mengingatkan kepada para pemudik untuk berhati-hati saat melintasi jalan tersebut. Pasalnya, ada sembilan titik rawan kecelakaan lalu lintas di daerah ini. "Jalur tengkorak yang perlu diwaspadai ini ada sembilan titik," kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul AK Endar Ismanto, Senin (13/8). Menurut dia, untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas itu, Polres telah membangun enam pos pengamanan antara lain di Kali Pentung, Pasar Argosari, Teminal Wonosari, Baron, dan Semin. Sedangkan Pos Pelayanan dibuka di Bunder Rest Area. Sembilan titik yang merupakan jalur tengkorak itu, jelas Kasat Lantas adalah tikungan Slumprit, Ngasemayu, Kali Pentung, Pedotan, Tri Sakti, Watu Ondo, Gading dan Tleseh. Endar menambahkan, saat ini arus lalu lintas mulai meninggi, dengan catatan rata-rata mobil mencapai  150 unit per jam sedangkan sepeda motor sudah mencapai 300 unit per jam. Dengan meningkatnya arus tersebut, Endar meminta agar p...

Truk Tabrak Warung, Tujuh Luka

GUNUNGKIDUL– Truk Pemkab Gunungkidul bantuan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dan dioperasionalkan Pemerintah Desa Balong, Kecamatan Girusubo mengalami kecelakaan kemarin. Truk bernomor polisi AB 8096 CD ini menabrak pangkalan ojek dan warung di Desa Ngawis,Karangmojo. Tujuh orang termasuk sopir mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Wonosari. Selain itu,satu motor milik tukang ojek juga hancur terlindas truk. Peristiwa ini berawal saat truk yang membawa enam orang ini bermaksud membeli makanan ternak ke Klaten.Nahas, tiba di lokasi kejadian truk yang dikemudikan Basuki, 32, warga, Balong, Girisubo ini oleng. Truk kemudian menabrak pangkalan ojek dan warung kelontong. Semua penumpang pun terpental. Enam penumpang mengalami luka serius dan sopir juga tergencet bodi truk. Salah satu saksi mata,Waluyo mengungkapkan,awalnya dia hanya duduk-duduk di pangkalan ojek. Dia kemudian bergegas ke warungnya dan melayani pembeli bensin.Tibatiba dari arah selatan munc...

Hanya 16,5% Warga yang Melek Internet

GUNUNGKIDUL – Menjamurnya warung internet (warnet) di Kabupaten Gunungkidul belum diikuti dengan semangat warga untuk memanfaatkannya. Masih banyak di antara mereka yang belum melek internet. Hasil kajian Institute Development And Economic Analisyst (Idea) Yogyakarta yang terintegrasi dengan program Strategic Alliance for Poverty Allievation (SAPA) menyebutkan, dari 100 warga,hanya 16 orang yang menggunakan internet. Dengan demikian, hanya 16,51% warga Gunungkidul yang melek teknologi internet tersebut. “Untuk warga yang menggunakan internet, Gunungkidul paling rendah se-Provinsi DIY,” kata koordinator penganggaran partisipasi,Transparan dan Akuntabel Idea Yogyakarta, Hernindya Wisnu Aji di sela pelatihan internet untuk warga di Wonosari,kemarin. Sesuai dengan indeks kesejahteraan rakyat (Ikrar) yang dikeluarkan Kementerian Kordinator bidang Kesejahteran Rakyat (Kemenko Kesra) dan Badan Pusat Statistik (BPS), kesejahteraan rakyat memiliki tiga variabel utama. Masing-masing adala...

Puluhan Ternak di Gunungkidul Mati Misterius

Gunungkidul - Puluhan ternak milik warga Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mati diduga karena digigit hewan buas. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Sugiyanto, sepekan terakhir sekurangnya 30 ekor kambing milik warga desa itu mati. Ternak yang mati mengalami luka bekas gigitan, bahkan sebagian tubuh ternak itu hilang dan darahnya berceceran. Ia mengatakan, warga menduga ternak itu digigit anjing liar yang sering bermunculan di desa mereka. "Kawanan anjing liar yang menyerang itu biasanya dalam jumlah banyak," ujar Sugiyanto. Anjing liar itu diperkirakan bersembunyi di semak-semak di perbukitan yang jarang didatangi manusia. Kasus itu menggelisahkan warga. Jika serangan hewan buas itu tidak segera ditangani, ujarnya, kerugian peternak akan semakin banyak. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan turunnya hewan buas ke permukiman akibat musim kemarau, sehingga siklus ...

Jalur Wisata Yogya-Solo Macet-Enam Wisatawan Terseret Ombak

GUNUNGKIDUL – Jalur wisata Yogyakarta dan Solo mengalami kemacetan panjang pada hari kedua libur panjang atau long weekend kemarin. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan lokal maupun dari luar daerah yang memadati jalan-jalan utama untuk berwisata. Di Gunungkidul, kemacetan terjadi di jalur Yogyakarta–Wonosari, tepatnya di sekitar hutan Tleseh,Desa Bunder, Kecamatan Patuk. Antrean kendaraan mencapai lebih dari dua kilometer. Selain faktor kepadatan kendaraan yang meningkat drastis, perbaikan jalan nasional ini juga membuat lalu lintas tersendat. Dari pantauan SINDO di lapangan, sejak kemacetan dihutan Tleseh, ratusan kendaraan terlihat mengular hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Sambipitu,Patuk. ”Sudah dua hari ini macetnya kayak gini,”kata Suroto, salah satu pengemudi truk material, kemarin. Di kawasan objek wisata, ribuan wisatawan menyemut di berbagai kawasan pantai. Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar...

Hujan Es Turun di Gunungkidul, Mengapa?

Hujan deras dan angin kencang menyapu sebagian wilayah DIY Senin petang. Juga hujan es. Gunungkidul - Pada Senin 2 April 2012 petang, hujan deras dan angin kencang menyapu sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sejumlah titik di Gunung Kidul bahkan dilaporkan terjadi hujan es. Bongkahan es kecil menimpa atap rumah. Terkait peristiwa itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Toni Agus Wijaya, mengatakan, petang kemarin memang terjadi cuaca buruk di sebagian wilayah DIY, khususnya Gunung Kidul. "Akibat pancaroba. Sekarang musim pancaroba atau musim peralihan," kata dia kepada VIVAnews.com, Selasa 3 April 2012. Pada musim pancaroba, dia menjelaskan, hampir setiap hari hujan deras turun, meski tidak sepanjang hari. "Paginya cerah, siang panas, nanti sore tiba-tiba hujan deras. Waktunya singkat," kata dia. Bulan depan, Toni menambahkan, akan memasuki musim kemarau. Lalu, mengapa bisa sampai turun huja...

Santap Gulai Kambing, 40 Warga Keracunan

GUNUNGKIDUL– Kasus keracunan makanan terus terjadi di wilayah Gunungkidul. Sebanyak 40 warga RT 07/RW 10,Dusun Jeruk,Kepek,Wonosari keracunan seusai menyantap gulai kambing hajatan aqiqah salah satu warga kampung tersebut. Gulai beracun itu membuat 23 korban terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wonosari karena lemas dan terus muntah-muntah.Menurut penuturan salah satu korban Sumarjiyo, 40, awalnya keluarganya mendapatkan kiriman hajatan selapanan dan aqiqah dari salah satu tetangganya, Tri Setyo Ari Wibowo, Kamis (1/3) malam. Sumarjiyo mendapatkan dua kardus bungkusan berupa roti dan satu dus lagi berisi nasi beserta gulai kambing, acar, serta kerupuk. ”Saya kemudian menyantap gulai bersama anak saya,”katanya saat masih menjalani perawatan di RSUD Wonsoari,kemarin. Dia bersama anaknya memakan kiriman nasi hajatan aqiqah itu pukul 19.30 WIB. ”Sekitar pukul 10 malam, perut saya menjadi mual-mual. Begitu juga dengan anak saya.” Kami terus saja ke belakang hingga pa...