Skip to main content

Posts

Showing posts with the label petani

Diasuransikan, Tak Perlu Cemas Gagal Panen

BANTUL – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan lagi-lagi melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Kali ini PT Sang Hyang Seri di Desa Patalan, Jetis, Bantul yang menjadi jujugannya. Mantan Dirut PLN tersebut bertandang ke Patalan dalam rangka meninjau pelaksanaan program intensifikasi gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K). Meneg BUMN mengatakan, dirinya menaruh fokus pada masalah pangan agar Indonesia kembali menjadi negara yang swasembada pangan.”Sejak dilantik saya mulai terpikir soal itu. Dunia mulai khawatir kekurangan pangan selain energi. Oleh karena itu saya mulai berpikir untuk bersama-sama membesarkan BUMN pangan,” tutur Dahlan. Faktor cuaca masih menjadi kendala negara Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mencapai swasembada pangan secara konstan. Dahlan menyebutkan, faktor banjir menjadi penyebab negara Thailand tak banyak mengekspor besar ke negara lain, karena panenan petani di sana terkonsentrasi untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Persoalan lain ...

Petani Bawang Merah Bantul Kekurangan Bibit

Bantul - Petani bawang merah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini kekurangan bibit hingga 1.600 ton. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul Edi Suhariyanto, Minggu (12/2), mengatakan, lahan sawah untuk tanaman bawang putih di Bantul mencapai 900 hektare, dan setiap hektare memerlukan bibit sebanyak 1 ton. "Pada musim tanam Maret lalu, Bantul kekurangan bibit bawang merah 700 ton, dan pada musim tanam Februari ini kekurangannya 900 ton, sehingga kekurangannya mencapai 1.600 ton," katanya. Di sisi lain, jelasnya, produksi bibit bawang merah itu sendiri di Bantul hanya mencapai 200 ton saja. "Karena adanya gangguan cuaca," katanya. Ia menambahkan banyak cadangan yang seharusnya akan menjadi bibit mengalami kerusakan akibat intensitas hujan yang tinggi pada Desember 2011 - Januari 2012, yang mengakibatkan banyak bibit membusuk. (OL-11) Sumber Berita : Media Indonesia

Petani Ikan Keluhkan Harga Jual Lele

GUNUNG KIDUL--MICOM: Para petani budi daya ikan lele di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan harga jual ikan itu saat panen raya. Ketua Kelompok Pebudi daya Ikan Sumber Mulyo, Dusun Playen II, Desa Playen, Kecamatan Playen, Dilam Diharjo, di Gunung Kidul, Jumat (7/10), mengatakan, petani lele sering kesulitan menanggung biaya operasional, seperti biaya pembelian bibit ikan lele. "Harga jual ikan lele saat panen raya tidak sebanding dengan biaya operasional pembelian bibit," katanya. Menurut dia, beban biaya operasional yang harus ditanggung pebudi daya ikan lele di Gunung Kidul adalah biaya angkut bibit lele yang didatangkan dari Kabupaten Muntilan, Jawa Tengah. "Bibit ikan lele yang dibawa dari Muntilan sering mati karena jauhnya perjalanan ke Gunung Kidul," katanya. Ia mengatakan mengenai lahan budi daya lele yang menggunakan terpal, pebudi daya setempat tidak pernah kesulitan. "Kendala kami hanya dari sis...

30 Hektare Tanaman Bawang Terserang Ulat

BANTUL--MICOM: Tanaman bawang merah seluas 30 hektare yang berada di lahan pasir di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terserang ulat. "Serangan ulat grayak terjadi sejak sekitar sepekan lalu, namun serangan ulat masih dalam intensitas ringan," kata Ketua Kelompok Gabungan Tani (Gapoktan) di Dusun Cetan, Srigading, Sanden, Sunardi di Bantul, Rabu (13/7). Menurut dia, serangan ulat tersebut berasal dari telur kupu-kupu yang menurutnya berasal dari pepohonan yang berada di sekitar lahan tanaman bawang dan telah berkembang biak. "Pascapanen padi ini mungkin penyebabnya, karena kupu-kupu yang sebelumnya hinggap di sawah terbang berpindah ke pohon sekitar bawang merah yang kemudian menyerang tananam bawang," katanya. Ia mengatakan, meski begitu serangan ulat tersebut masih dapat dikendalikan dengan disemprot pestisida takumi. Setelah disemprot, ulat tersebut berangsur berkurang. Menurut dia, serangan ulat ringa...

Jengkel Diganggu Wereng, Tanaman Padi Dibakar

Liputan6.com, Yogyakarta: Jengkel terhadap serangan hama wereng, para petani di Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membakar padi yang belum lama ditanam, Kamis (16/6). Serangan hama wereng ini membuat para petani kelimpungan. Hamparan tanaman padi yang belum genap berusia sebulan sebagian tampak mengering dan mati. Kalaupun masih ada yang hidup, padi-padi ini mulai menguning. Menurut para petani, jika dibiarkan, padi ini pun akan mati tak lebih dari seminggu. Sebagian petani pun memilih untuk membabat padi yang masih hijau untuk pakan ternak. Hama wereng desa ini tidak hanya menyerang tanaman usia muda. Padi yang mulai berbuah pun tak luput dari hama. Padi yang sebagian tak berisi ini pun dipanen lebih dini untuk mengurangi kerugian. Menurut petani, serangan wereng ini mengganas sejak mereka beralih bibit ke padi jenis impera dan cibagendit atas anjuran Balai Pertanian yang menggandeng produsen pupuk. Wabah hama wereng ini bukannya tidak dilaporkan ke pihak terk...

Sidang Petani Wates Diprotes

Liputan6.com, Kulon Progo: Ratusan personel kepolisian disiagakan di sekitar Pengadilan Negeri Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, baru-baru ini. Mereka diminta mengamankan jalannya sidang dengan terdakwa Tukijo yang dituding menyandera tujuh karyawan lepas perusahaan tambang pasir besi PT Jogja Magaza Iron, 8 April silam. Di saat bersamaan, ratusan orang yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo mendatangi PN Wates. Mereka mendesak Tukijo segera dibebaskan. Namun untuk dapat masuk ke ruang sidang, massa harus melalui pemeriksaan berlapis termasuk pintu detektor logam. Menurut mereka, Tukijo ditangkap tanpa alasan yang jelas. Tukijo ditangkap empat polisi berpakaian preman 1 Mei silam. Saat itu Tukijo tengah bekerja di tegalan lahan pasir miliknya. Belakangan Tukijo dituding melakukan penyanderaan terhadap tujuh karyawan PT Jogja Magaza Iron. Ketujuh karyawan tersebut dinilai warga memasuki daerah terlarang, yaitu ke Dukuh Gupit, Desa Karangsewu, Kecamatan ...

Wereng Menggila, Lahan Dibakar

GUNUNGKIDUL- Bingung lantaran hama wereng tak lagi mempan dengan semprotan disinfektan, petani di Desa Umbulrejo, Ponjong jengkel dan nekat membakar tanaman padi siap panen miliknya. Seperti dialami Kasno (47) warga setempat, 30 hektare tanaman padi yang saat ini terancam gagal panen karena diserang wereng. Serangan hama ternyata juga menyerang wilayah lain, seperti Dusun Balak Talok, Siraman,Wonosari. “Hama wereng sudah kami semprot dengan desinfektan hingga tujuh kali namun tetap saja tidak mati,”ujar Kasno ketika ditemui di ladang miliknya, Rabu (18/5) kemarin dengan wajah cemberut. Diakatakan Kasno, selama ini hama wereng sudah dua kali ini menyerang, namun yang pertama kali sudah puluhan tahun yang lalu, dan sialnya tahun ini terulang kembali. “Saya bakar saja mas padi ini, segala jenis obat sudah dibeli dan disemprot tapi nggak manjur, “ ucapnya sembari mulai menyulut api dan siap membakar lahanya. Ia memastikan hampir seluas 30 hektare sawah petani diserang wereng cokla...