Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bencana

Dua Rumah Rusak Tersambar Petir

YOGYAKARTA - Dua rumah milik Marno (37) dan Warno (80) di Desa Ngangring, Girikerto, Turi rusak akibat tersambar petir, Senin (28/01) sore sekitar pukul 14.30 WIB. Marno (37), pemilik rumah yang sempat terpental sekitar 3 meter mengatakan, setelah hujan reda tiba-tiba petir menyambar. "Saat itu keluarga sedang di dalam rumah, tiba-tiba ada suara seperti bom dan atap rumah berjatuhan. Saya sendiri saat itu terpental sekitar 3 meter dan kasur yang saya pakai terbakar," terangnya saat ditemui di rumahnya. Marno menjelaskan sebelum menyambar rumah, petir sempat menyambar pohon kelapa dan tanah hingga membuat lubang sekitar 20 cm dan panjang sekitar 3 meter. "Setelah memastikan keluarga baik-baik saya lalu keluar rumah untuk melihat kondisi. Di samping rumah ada beberapa pohon salak yang ambruk dan tanahnya berlubang. Batang pohon kelapa yang disampingnya juga tergores," paparnya. Akibat dari sambaran petir tersebut, atap rumah dan beberapa barang di kedua rum...

Pasca Puting Beliung di Sleman, Warga Perbaiki Rumah

Yogyakarta, - Pasca bencana angin puting beliung di Wilayah Kalasan Kabupaten Sleman, hari ini warga mulai memperbaiki rumah yang rusak dan pohon-pohon yang tumbang, Sabtu (8/12/2012). "Korban luka-luka akibat terkena pecahan genting rumah, kayu atau pohon sudah tertangani dan boleh pulang. Hanya rawat jalan," kata Kepala Kecamatan Kalasan, Samsul Bakri di kantor, Sabtu (8/12/2012). Menurut Samsul, warga bersama ratusan relawan bersama anggota TNI dan Polri sejak Jumat malam hingga Sabtu siang bekerja bakti membersihkan pohon-pohon yang tumbang di jalan dan sekitar pemukiman. Rumah-rumah warga yang rusak dibagian genting juga telah diperbaiki. Sementara itu menurut Kabag Humas Pemkab Sleman, Endah Sri Widiastuti, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat selama 4 hari sejak Jumat hingga Senin mendatang. Selama masa tanggap darurat difokuskan pada pembersihan dan perbaikan rumah rusak dan pohon tumbang di jalan. "Kami berharap perbaikan rumah warga bisa berjal...

Angin Kencang dan Hujan Es di Lereng Merapi, 114 Rusak

Angin kencang dan hujan es menerjang empat dusun di Desa Pucanganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11/2011) sore. Akibat kejadian itu, 114 rumah warga, satu gedung PAUD, dan satu kandang ayam mengalami kerusakan di bagian atap. Selain itu, angin kencang juga merobohkan lima pohon, yang akhirnya menimpa dan merusak jaringan listrik di desa.  Kondisi yang gelap gulita, akhirnya juga membuat perbaikan atap rumah tidak bisa tuntas dilaksanakan. "Karena tidak ada penerangan, pembersihan dan perbaikan dampak kerusakan akan kembali dilanjutkan besok pagi," ujar Muslim, salah seorang anggota tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Magelang. Kepala Desa Pucanganom, Sujarwanto, mengatakan, kejadian ini diawali hujan deras pada Sabtu siang. Setelah itu, sekitar pukul 14.45, muncul angin kencang dari arah barat, yang kemudian disusul hujan es selama 25 menit. Butiran-butiran es yang turun sebesar kelereng. Sumber : Kompas   Translate...

Kerugian Ekonomi Akibat Merapi Rp 1,23 T

Liputan6.com, Yogyakarta: Nilai kerugian di sektor ekonomi akibat erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta mencapai Rp 1,23 triliun. "Sektor ekonomi adalah sektor kedua terbesar yang terkena dampak erupsi Merapi," kata pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Mudrajad Kuncoro di Yogyakarta, Kamis (31/3). Menurut dia, tahapan pemulihan ekonomi pascaerupsi Merapi diperkirakan selesai pada Desember 2012. Pembiayaan pemulihan ekonomi diambilkan dari APBN, APBD Yogyakarta, dan APBD Kabupaten Sleman. "Dana dari APBN 2011 Rp 475,036 miliar, APBD DIY senilai Rp 88,865 milyar, dan APBD Sleman Rp 50,328 miliar," katanya. Ia mengatakan pada tahun anggaran 2012 terjadi perubahan komposisi pembiayaan. Komposisi terbesar disumbang oleh APBD DIY dengan nilai Rp 187,985 miliar dan APBN 2012 Rp 163,761 miliar. "Perekonomian DIY pascaerupsi Merapi diperkirakan masih tumbuh pada kisaran 5-6 persen. Namun, tergantung pada seberapa cepat pemulihan ekonomi," k...

Bencana Belum Usai, Sleman Kehabisan 'Duit'

SLEMAN: Pemkab Sleman mengaku kehabisan anggaran untuk menangani kebutuhan pascaerupsi dan banjir lahar dingin Merapi. Saat ini pemkab hanya mengandalkan anggaran dari pos tak terduga sementara penggunaanya tidak seluruhnya untuk kawasaan Merapi. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Sleman, Samsidi menjelaskan, selama ini Pemkab menggantungkan bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp50 miliar. Alokasinya diantaranya untuk operasional normalisasi sekitar, Rp1,6 miliar, penanganan pengungsi termasuk jadup sekitar Rp6,9 miliar, rehabilitasi tanaman salak padat karya sekitar Rp2,5 miliar, non padat karya sekitar Rp550 juta dan beberapa pos kebutuhan lainnya. Dari anggaran salak, lanjut Samsidi, masih ada sisa anggaran. Kemudian atas persetujuan pusat dana tersebut di alokasikan untuk menambah kebutuhan dana normalisasi sungai berhulu merapi menjadi sekitar Rp1,9 miliar. "Sekarang dana itu sudah habis. Untuk itulah, ...

Ratusan Keluarga Ngotot Tinggal di Kawasan Rawan Bencana III Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN-- Ratusan kepala keluarga korban bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta nekat membangun rumah permanen dan menempati rumah di Kawasan Rawan Bencana III Merapi. "Warga yang membangun rumah permanen dan sudah mulai menempati terus bertambah, dan tidak menghiraukan peringatan kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi tidak boleh untuk hunian lantaran berada di wilayah ancaman bencana Merapi," kata Kepala Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Suroto, Ahad. Menurut dia, ratusan warga ini membangun rumah dengan berbagai fasilitasnya baik dilakukan secara swadaya maupun dari bantuan donatur. "Meskipun rekomendasi pemerintah untuk KRB III Merapi diikuti dengan tidak dibangunnya jaringan listrik, tetapi mereka nekat membangun sendiri dengan mengambil jaringan dari Desa Balerante, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Desa Glagaharjo. Jaringan listrik...