Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Gunung Merapi

Guguran Material di Gunung Merapi Akibatkan Hujan Abu

Sleman - Guguran material vulkanik di puncak Gunung Merapi, pada Minggu sore mengakibatkan sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut mengalami hujan abu. "Guguran material di puncak Merapi terdengar cukup keras di Pos Pantau Babadan pada pukul 18.01 WIB, 18.02 WIB dan 18.04 WIB," kata Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK0 Yogyakarta Sri Sumarti, Minggu malam. Menurut dia, akibat guguran tersebut sejumlah wilayah terjadi hujan abu seperti di Babadan dan Jurang Jero, Srumbung Magelang. "Sedangkan dari Pos Selo terpantau tinggi asap guguran ini mencapai 1.000 meter, ke arah barat," katanya. Ia mengatakan, untuk arah guguran material sampai saat ini belum terpantau karena kejadian sudah cukup sore dan cuaca gelap. "Meski demikian sampai saat ini status Gunung Merapi masih aktif normal, dan belum ada peningkatan status," katanya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kecamatan ...

Aktivitas Gunung Merapi Menurun

YOGYAKARTA- Aktivitas kegempaan Gunung Merapi dalam dua hari terakhir terpantau menurun, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan. "Dalam dua hari terakhir ini, Merapi sangat tenang. Aktivitas kegempaan tidak terlihat, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan kegempaan yang cukup signifikan. Gempa dalam pernah mencapai 35 kali per hari, dan gempa multifase bahkan tercatat hingga 43 kali per hari," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Selasa (21/2). Menurut dia, meskipun di awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dan kini terjadi penurunan aktivitas, hal tersebut masih dapat dikatakan normal mengingat gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu adalah gunung api aktif. Peningkatan aktivitas kegempaan di awal Februari yang kemudian diikuti dengan penurunan aktivitas sejak dua hari terakhir tersebut, l...

Aktivitas Merapi-Sultan Minta Warga Tidak Panik

YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono meminta kepada warga yang tinggal di lereng Merapi untuk tidak panik dengan kondisi Merapi saat ini. Peningkatan aktivitas berupa gempa belum tentu akan menyebabkan erupsi. Sultan mengaku hingga saat ini belum menerima laporan perkembangan Merapi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta maupun PVMBG Bandung. Informasi yang diterimanya justri dari media massa yang aktif memberitakan peningkatan aktivitas gunung tertaktif di dunia itu dalam beberapa pekan terakhir.”Pak Surono (Kepala BPPTK) saja belum surati apa pun,” kata Sultan, kemarin. Menurut Sultan, peningkatan aktivitas Merapi dalam beberapa pekan terakhir merupakan hal biasa.Apalagi Gunung Merapi, merupakan gunung teraktif di dunia.Aktivitas ini belum tentu akan berdampak hingga meletus. ”(Status) Naik kan belum tentu meletus,”ujar Sultan. Sultan menjelaskan, gunung yang akan meletus biasanya akan melalui beberapa tahapan panjang.In...

Aktivitas Gunung Merapi Kembali Normal

YOGYAKARTA- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan sempat batuk-batuk dalam beberapa hari lalu. Namun, kini aktivitas salah gunung berapi teraktif di dunia itu telah kembali normal. "Ya, sempat batuk-batuk dan bahkan sempat terjadi gempa multifase beberapa lalu. Tapi, sekarang sudah kembali normal," kata Komandan Search and Rescue (SAR) Klaten Pandu Wirabangsa, Kamis (16/2). Berdasarkan laporan yang diterima dari BPPTK, lanjutnya, aktivitas Merapi yang sempat naik itu hanya berlangsung sebentar. Setelah itu kembali normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Aktivitas seperti itu merupakan kejadian  yang biasa. Hal senada dikemukakan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Joko Rukminto. Saat dihubungi via telepon seluler, ia menjelaskan kondisi Merapi saat ini aman setelah aktivitasnya sempat naik serta terjadi gempa multifase. (JS/OL-10) Sumber Berita & Gamba : Media Indones...

Titik Api Muncul di Puncak Gunung Merapi

Aktivitas pendakian tidak ditutup. Para pendaki hanya diminta berhati-hati. VIVAnews - Titik api diam terpantau di puncak Gunung Merapi, padahal statusnya telah dinyatakan normal. Titik api yang terekan CCTV itu sudah muncul beberapa kali. Terakhir terlihat di puncak Merapi di wilayah Deles, Klaten, Jawa Tengah. "Titik api diam memang beberapa kali muncul, sejak dinyatakan normal pada 15 September 2011 kemarin," kata Kasie Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumanti, kepada VIVAnews.com, Selasa 24 Januari 2012. "Pada tanggal 30 Desember kemarin juga terlihat. Dan yang terakhir titik api terekam di pos pengamatan Deles, Klaten, Jawa Tengah." Menurut dia, kemunculan titik api menandakan bahwa di area tersebut ada yang panas, misalnya asap solfatar. Tetapi, titik api diam tersebut bukan menandakan adanya aktivitas magma dan lava pijar. Mengingat status Merapi saat ini adalah normal. "Kasus i...

Surono: Magma Merapi Sudah Terisi Lagi

Terisinya magma itu lebih cepat dari gunung-gunung api di Jepang. VIVAnews - Setahun pasca erupsi pada akhir 2010 lalu, kini kantung magma dalam tubuh gunung Merapi sudah kembali terisi. Proses terisinya kembali kantung magma itu dinilai sangat cepat, lebih cepat dibandingkan pengisian magma sejumlah gunung api di Jepang. "Magma di dalam Merapi saat ini sudah terisi kembali. Sangat cepat dibandingkan letusan di Jepang," kata Kepala Badan Vulkanologi Mitigasi Klimatologi dan Geologi (BVMKG), Surono, saat ditemui VIVAnews, usai mengisi workshop yang bertema Lesson learned from the 2010 merapi eruption di Hotel Phonic Yogyakarta, 1 November 2011. Mbah Rono, sapaan Surono, menjelaskan bahwa setahun setelah letusan, dapur magma dalam tubuh Merapi sempat mengempis. "Kini Merapi sudah mulai mengelembung lagi. Artinya dapur magma yang ada dalam (tubuh Merapi) itu sudah mulai terisi lagi," ujarnya. Menurut Mbah Rono, karakter gunung Merapi sekarang tidak ...

Februari-Maret Puncak Lahar Dingin 2012

YOGYAKARTA--MICOM: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonolgi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memperkirakan puncak aliran lahar dingin pada 2012 mendatang akan terjadi pada bulan Februari-Maret. Kepala BPPTK Yogyakarta Subandrio mengatakan, kawasan puncak Merapi saat ini masih menyimpan material vulkanik sisa erupsi dalam jumlah yang cukup besar. Material itu tersebar di berbagai sektor di antaranya di sektor selatan yang mengarah ke Sungai Woro, Sungai Boyong, Sungai Kuning dan Sungai Gendol. Sedang di sektor barat antara lain mengarah ke Sungai Krasak, Sungai Putih dan Sungai Lamat serta Pabelan. Ia menyebutkan, material vulkanik itu masih mencapai 90 juta meter kubik. "Potensi lahar dinginnya masih tinggi, sekarang tergantung curah hujannya. Untuk sekarang memang curah hujan belum tinggi, namun BMKG kan memprediksikan hujan mulai turun pada minggu ketika Oktober. Kalau tahun lalu puncak lahar dingin terjadi di bulan Februari - Maret, maka yang sekarang kira-ki...

Merapi Akhirnya Kembali Normal

Yogyakarta - Status Gunung Merapi akhirnya kembali menjadi Normal. Hal ini sekaligus menandai selesainya fase erupsi yang terjadi sejak tahun 2010 di gunung yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. "Status mulai saat ini menjadi normal, karena sudah tidak ada gejolak dan aktivitas di puncak maupun di bagian perut Merapi," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo di kantornya Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (16/9/2011). Dia mengatakan dengan diturunkan status tersebut menjadi normal berarti fase erupsi pada bulan Oktober dan November 2010 sudah selesai. Berdasarkan kajian dari BPPTK, kegempaan sudah tidak bergejolak lagi. Deformasi atau penggembungan tubuh gunung hampir tidak ada atau nol. Kubah lava di puncak juga sudah tidak mengalami perubahan. "Terakhir guguran lava yang terjadi bukan diakibatkan faktor internal," katanya. Menurut Subandriyo, aktifitas keg...

Tawaran 'Terbang' Nonton Keindahan Merapi

Liputan6.com, Sleman: Kondisi di sekitar kawasan Gunung Merapi yang eksotis kembali bisa dinikmati masyarakat. Di area objek wisata Ledok Sambi, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta keindahan kawasan Gunung Merapi tersebut dapat dilihat dari atas dengan sarana flying fox. Beberapa waktu silam, keindahan kawasan di sekitar Gunung Merapi tak bisa dinikmati karena masih berstatus bahaya. Kini untuk menikmati pemandangan kawasan yang indah itu, tak perlu harus berjalan kaki melintasinya, tapi bisa dilakukan dengan 'terbang' menggunakan sarana flying fox hanya dengan membayar Rp 30 ribu. Jalur lahar dingin yang biasa dilalui tumpahan lahar dari mulut Merapi, bisa Anda lihat dengan sangat jelas dari atas. Menurut pengelola Wahana Wisata, Edi Hartono, alat 'terbang' flying fox membentangkan sling sepanjang 200 meter dari sisi barat Kali Kuning sampai ke timur dan kembali lagi ke barat. Dalam bentangan lintasan tersebut terdapat tiga pos. Kondisi Kali Kuning kini terlihat mak...

Babak Baru Gunung Merapi

KOMPAS.com — Skala dan pola letusan eksplosif Gunung Merapi di Yogyakarta tahun ini meninggalkan kelaziman erupsi Merapi setidaknya selama 138 tahun terakhir. Pola erupsi Merapi selama ini dikenal ”kalem”, tidak meledak-ledak, dengan pembentukan kubah lava yang longsor menjadi guguran ataupun luncuran awan panas skala kecil hingga menengah (terjauh 8 kilometer). Semua tersentak saat Gunung Merapi meletus dahsyat pada 26 Oktober 2010. Tiga dentuman hebat disertai gelombang luncuran awan panas bersuhu 600 derajat celsius berdurasi maksimal 33 menit meluncur sejauh 8 km, meluluhlantakkan segala yang dilintasinya. Kemudian ternyata rangkaian letusan lain susul-menyusul terjadi, yang memuncak (hingga saat ini) pada erupsi tiada henti sejak 3 November hingga 7 November. Guguran material dan awan panas terjadi tiada putus diselingi gemuruh yang terdengar hingga radius 30 km. Hujan pasir menjangkau radius 15 km dan hujan abu merembet hingga Jawa Barat. Letusan pada 4 November bahkan m...

Gunung Merapi Belum Stabil, Macan Turun ke Pemukiman

DetikNews | Meningkatnya aktivitas Merapi selama beberapa pekan terakhir juga berimbas kepada hewan liar. Seekor macan dilaporkan turun gunung sampai ke pemukiman warga, tepatnya di dusun Kuron, Candibinangun, Pakem. "Ada satu macan yang masuk ke pemukiman pukul 13.00 siang tadi," ujar Camat Pakem, Budiharjo ketika dihubungi detikcom, Kamis (11/10/2010). Budi menuturkan bahwa tim dari Kebun Binatang Gembiraloka telah dilibatkan dalam penanganan Macan ini. Sampai pukul 22.00 WIB, dirinya mengaku belum mendapat laporan ditemukannya hewan liar tersebut. "Saat ini masih dalam penanganan. Sudah ada tim dari Gembiraloka yang ke sana," tambahnya. Namun Budi memperkirakan Macan tersebut tidak akan mendatangkan bahaya serius. Pasalnya situasi di dusun Kuron, Candibinangun, Pakem hampir seluruhnya kosong karena warga mengungsi ke bawah. "Tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Penduduk di sana hampir semanya mengungsi ke bawah," terangnya. Menurut ...

Awan Panas Merapi Hari Ini Capai 8 Kilometer

Letusan yang terjadi pagi ini masih setengah dari kekuatan Jumat 5 November 2010 lalu VIVAnews - Letusan Gunung Merapi masih terus aktif sejak erupsi besarnya pada Jumat dini hari 5 November lalu. Erupsi yang terjadi hari ini kekuatannya lebih kecil atau setengah dari erupsi besar 5 November lalu. "Hal itu terlihat dari awan panas yang mencapai 8 kilometer dari puncak. Lebih pendek dibanding 5 November yang mencapai 15 kilometer," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM R Sukhiyar. Hal itu disampaikan Sukhiyar menanggapi pertanyaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menanyakan kondisi Merapi dalam kunjungannya ke Kantor Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Yogyakarta, 5 November 2010. Letusan pagi tadi terjadi sekitar sejak pukul 00.50 WIB dini hari sampai siang tadi. Sedangkan, letusan yang terjadi pada 5 November 2010 dini hari menewaskan 88 orang. Sebagian besar korban tewas berada di Dusun Bronggon, Argomulyo, Kecamat...

Polisi Jaga Ketat Jl Kaliurang Km 14, Warga Dilarang Naik

Sleman - "Di atas masih berbahaya!" teriak para petugas di Jl Kaliurang Km 14. Warga masih dilarang naik ke arah gunung Merapi sejak letusan terakhir. Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (6/11/2010) pukul 09.20 WIB, petugas dari kepolisian, Kementerian Perhubungan, tim SAR, dan Tagana masih berjaga sambil menutup jalan. Mereka melarang siapa pun melintas, demi keamanan. "Di atas masih berbahaya, harap tidak naik, sudah banyak warga yang menjadi korban. Jangan sampai anda menjadi korban, kasihan keluarga Anda," teriak para petugas lewat pengeras suara. Barikade tersebut menggunakan satu truk brimob dan polisi. Sementara untuk arah sebaliknya masih dibuka bagi warga yang hendak turun ke pengungsian. Cuaca di lokasi pagi ini cukup cerah. Sementara Jl Kaliurang masih tertutupi debu vulkanik. Gunung Merapi tidak terlihat dari lokasi karena masih tertutupi awan putih. Sejak dinihari tadi, sedikitnya terjadi dua kali letusan. Pertama, awan panas dimuntahkan sekit...

7 Lokasi Tambang Pasir Liar di Gunung Merapi Ditutup, Ratusan OrangProtes

DETIK NEWS - Status merapi yang sudah meningkat dari aktif normal menjadi waspada membuat Taman Nasional Gunung Merapi Merbabu (TNGM) Resort Srumbung, Magelang, Jawa Tengah melakukan pemblokiran terhadap jalur penambangan tradisional. Tindakan ini diprotes ratusan penambang liar. Pemblokiran itu dilakukan di 7 titik wilayah yang bersentuhan langsung dengan puncak Gunung Merapi. Kawasan itu berupa bukit pasir yang jaraknya kurang lebih sekitar 7 km dari puncak. Ketujuh wilayah itu adalah Desa Kemiran (Patok 45), Desa Kemiren (Patok 36), Jurang Jero, Tugu Suharto, Sungai Blongkeng, dua lokasi di Desa Keningar Kecamatan Dukun. "Penutupan dilakukan selain terkait dengan peningkatan status dari aktif normal menjadi waspada, juga mengantisipasi penambang nakal yang sudah meresahkan," kata Khusni Pramono, Kepala TNGM Resort Srumbung TNGM Yogyakarta usai melakukan pemblokiran di kawasan puncak gunung Merapi bersama Satpol PP, polisi, TNI-AD dan ratusan warga sekitar puncak Gunun...