Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pasar kranggan

Pedagang Daging di Kranggan dan Sentul Juga Mogok

YOGYAKARTA -  Aksi mogok penjual daging sapi tidak hanya terjadi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Para pedagang daging sapi di pasar lain, seperti pasar Kranggan dan Pasar Sentul, melakukan aksi serupa. Cempluk, pedagang makanan, tak menemukan pedagang daging sapi sama sekali di Pasar Kranggan. Padahal, sehari sebelumnya ia masih berbelanja daging sapi. "Harganya sekarang tinggi sekali, sampai Rp 110.000 per kg. Padahal, seminggu lalu masih Rp 80.000," ungkap Cempluk, Kamis (17/1/2013). Di Pasar Beringharjo, puluhan penjual daging sapi mogok berjualan sejak Kamis (17/1/2013)  pukul 02.00. Aksi mogok itu merupakan protes terhadap kenaikan drastis harga daging sapi dalam dua pekan terakhir. Edi Santosa, salah seorang pedagang daging sapi, mengungkapkan, harga daging sapi dua pekan lalu hanya Rp 80.000 per kg. Namun, dalam dua minggu terakhir harga naik sampai Rp 90.000 per kg. "Kenaikan harga ini sudah tak wajar. Sebagai bentuk protes, kami akan mogok sampai ...

Acungkan Sayur, Pedagang Tuntut Penertiban Pasar di Yogya

Yogyakarta - Dengan membawa berbagai jenis sayuran, para pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta berunjuk rasa di depan pasar di Jl P. Diponegoro. Pedagang yang menempati lapak di dalam pasar ini menuntut Pemkot segera menertibkan keberadaan pedagang liar. Para pedagang menilai tidak tegasnya pemerintah dalam menertibkan pedagang liar menyebabkan situasi semakin semrawut. Di luar pasar, pedagang tak resmi menjamur. Diperkirakan, jumlah pedagang liar semakin banyak sekitar 600-an hampir menyamai pedagang resmi yang mencapai 700-an. Para pedagang yang sebagian merupakan nenek ini berorasi di depan pasar sambil mengacung-acungkan sayur-sayuran. "Jualan kami semakin menurun. Lama-lama kami bisa bangkrut kalau pedagang liar dibiarkan terus," ungkap Walji Astuti(40), salah satu pedagang sayuran di Pasar Kranggan, Kamis (22/11/2012). Para pedagang mengaku pendapatannya turun 40-50 persen karena makin banyaknya pedagang liar. Padahal mereka membayar retribusi secara tertib. Sem...