Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Awas

BPPTK: Merapi Diperkirakan Meletus Lagi

SLEMAN, KOMPAS.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan, letusan keras Gunung Merapi pada Sabtu (30/10/2010) disusul awan panas, sebenarnya berlangsung mulai pukul 00.16 WIB hingga 00.37 WIB. Menurut dia, letusan awan panas terjadi karena suplai magma dari bawah ke atas berlangsung cepat. "Sabtu dini hari terjadi aklamasi gas sehingga terjadi letusan awan panas dengan suara keras disertai guguran materal yang mengeluarkan suara bergemuruh. Letusan diperkirakan masih terjadi karena masih ada magma dari bawah yang cukup besar," katanya. Seperti diberitakan, suara ledakan keras Gunung Merapi, Sabtu dini hari pada sekitar pukul 00.40 WIB membuat warga panik. Mereka langsung berbondong-bondong menuju tempat-tempat pengungsian. Para warga yang panik tersebut mengungsi menggunakan mobil bak terbuka, sepeda motor, dan berjalan kaki sambil berteriak-teriak mengajak warga lain untuk mengungsi. Gunun...

Awas Merapi : 4.000 Warga Sleman akan Dievakuasi, Termasuk Mbah Maridjan

DETIKNEWS | Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai melakukan evakuasi terhadap 4.000 warga di sekitar lereng Gunung Merapi. Semuanya diharapkan bersedia dibawa ke tempat aman, termasuk Mbah Maridjan. "Semua warga di dusun kita harapkan mau pindah, termasuk Mbah Maridjan," kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu kepada detikcom, Senin (25/10/2010). Meski demikian, Yuni mengaku akan fokus terlebih dulu terhadap warga lainnya. Dia tidak akan memaksa jika Mbah Maridjan ingin melaksanakan ritualnya di lokasi tersebut. "Mbah Maridjan memang warga Sleman, kalau mau menjalankan ritual monggo. Tapi menurut saya, ini warga yang lain dulu menjadi pokok perhatian kita," tambahnya. Ada sekitar 4.000 warga dari tiga kecamatan yang akan dievakuasi ke barak-barak pengungsian. Mereka berasal dari kecamatan Turi, Cangkringan dan Pakem. Yuni menegaskan, warga yang dievakuasi adalah mereka yang tinggal dalam radius teraman. "Kalau letusannya eksplosif, maka radi...