Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Gempa

Kamis Malam : Gempa 4,8 SR Guncang Bantul

YOGYAKARTA-Gempa bumi berkekuatan 4,8 pada skala Richter mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, Kamis (14/6) pukul 21:54:12 WIB, dengan pusat gempa di Samudra Hindia pada kedalaman 15 kilometer, di posisi 8.93 Lintang Selatan - 110.25 Bujur Timur. Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni A Wijaya, gempa yang episentrumnya berjarak 115 kilometer selatan Bantul itu, tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (Ant/wt/X-12) Sumber : Media Indonesia

6 Tahun Gempa- Rekonstruksi Jadi Rule Model Internasional

YOGYAKARTA – Penanganan gempa DIY-Jateng yang terjadi enam tahun lalu dijadikan sebagai rule model penanganan bencana yang sama di Indonesia dan dunia internasional. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di dua provinsi ini dinilai memakan waktu yang cepat. Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sugeng Triutomo mengatakan, tercatat rehabilitasi pascagempa dengan kekuatan 5,7 SR yang menewaskan tidak kurang dari 3.000 manusia tersebut dapat dilakukan hanya dalam kurun waktu dua tahun. ”Penanganan (gempa bumi) di DIY dan Jateng enam tahun lalu menjadi acuan secara nasional bahkan internasional khususnya di Asia Pasifik,” ujarnya kemarin seusai mengikuti Upacara Detik-Detik Mengenang Gempa 27 Mei 2006 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta. Cepatnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan, memberikan andil cukup signifikan pada cepatnya proses pemulihan pasca bencana. Fakta nyata yang paling terlihat adalah sudah pulihnya kegiatan perekonomian di DIY dan Jawa Ten...

Masyarakat DI Yogyakarta Peringati 6 Tahun Gempa DIY-Jateng

YOGYAKARTA - Ratusan orang dari berbagai unsur elemen masyarakat di DI Yogyakarta, seperti BNPB, Basarnas, PMI, dan Tagana, melaksanakan upacara di Alun-Alun Kidul, Kraton Ngayogyakarta, dalam rangka memeringati gempa yang melanda DIY dan Jateng pada 27 Mei 2006. Dalam amanatnya, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, selaku Inspektur upacara, mengingatkan posisi kepulauan Indonesia termasuk DIY terletak di lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan pasifik. "Dengan kondisi yang demikian rawan bencana geologi, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan lain-lain," terangnya, Minggu (27/5). Paku Alam mengatakan gempa bumi yang terjadi 6 tahun lalu, 27 Mei 2006, membawa dampak luar biasa bagi DIY karena menimbulkan kerugian dan ancaman, kehilangan harta dan jiwa manusia. "Belajar dari pengalaman itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang mungkin terjadi," ungkapnya. Rangkaian peringatan detik-detik gempa kali ini sebagai upaya meningkatkan k...

Ancaman di Sesar Opak Vs Gempa Darat DIY

Gempa di sesar Opak pernah terjadi pada tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 skala Richter. Yogyakarta - Runtuhnya kompleks peristirahatan raja, Tamansari akibat lindu 10 Juni 1867 dan ingatan lekat akan musibah gempa yang menewaskan lebih dari 6.000 nyawa pada lepas subuh 27 Mei 2006, cukup menjadi bukti Yogyakarta tak luput dari ancaman gempa. Apalagi, penelitian geologi menyebutkan bahwa sejumlah sesar aktif melintas di wilayah ini. Salah satunya adalah patahan atau sesar Opak. Pakar gempa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr Subagyo mengungkapkan bahwa gempa di sesar Opak pernah terjadi pada tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 skala Richter. Ini merupakan gempa dengan kekuatan terbesar di selatan Jawa Tengah dan berpusat di laut dengan kedalaman 90 kilometer. "Itu gempa yang terbesar namun tidak menimbulkan tsunami. Jika gempa ini terjadi dengan selang waktu 150 tahun pada tempat yang sama, maka jika terjadipun masih sangat lama," katanya, Kamis 19 April 201...

Warga Unjuk Rasa di Rumah Wapres

Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan warga korban gempa Yogyakarta berunjuk rasa ke rumah Wakil Presiden Boediyono di Kawasan Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, Kamis (30/6) karena tidak tahan dengan intimidasi bahwa aset mereka diancam akan disita pihak bank. Dalam unjuk rasa tersebut, pendemo mempertanyakan janji pemerintah yang akan membantu memberikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk korban bencana alam. Gempa bumi yang terjadi tahun 2006 lalu, mengakibatkan ribuan UMKM di Yogyakarta menjadi korban dan meninggalkan hutang bank sebanyak Rp 75 miliar. Menurut sejumlah pengunjuk rasa, mereka dijanjikan untuk menyelesaikan kredit macet. Namun, hingga kini aset mereka tetap saja ditagih bahkan diintimidasi dan diancam akan disita oleh pihak bank karena kesepakatan Menteri Keuangan dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat tersebut tidak disetujui Wapres Boediono. (ARE/Vin) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Residents Rallies in the House Vice P...

Duh! Masyarakat Yogya Ogah Bangun Rumah Tahan Gempa

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Kesadaran masyarakat membangun rumah tahan gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berkurang. Peneliti UII Yogyakarta Setya Winarno mengimbau kesadaran itu perlu ditingkatkan melalui peran pemerintah daerah. "Hasil kunjungan lapangan yang kami lakukan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sewon dan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menunjukkan masyarakat mulai tidak menghiraukan rumah tahan gempa," katanya di Yogyakarta, Rabu. Menurut Kepala Pusat Peneliti Eksata (PPE) Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) itu, kondisi tersebut cukup memprihatinkan, karena gempa besar baru terjadi lima tahun lalu. Masyarakat saat ini cenderung berpikir bahwa gempa besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. "Kesadaran tentang bangunan rumah tahan gempa seharusnya tetap dimiliki masyarakat. Hal itu penting jika mempertimbangkan sifat gempa yang kebencanaannya tidak dapat ...

Gempa Masih Menyisakan Derita

Liputan6.com, Yogyakarta: Lima tahun pascagempa bumi yang melanda wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ternyata masih menyisakan penderitaan puluhan korban gempa yang mengalami cacat fisik. Para korban ini selalu dalam pengawasan tim medis. Salah satu korban gempa yang hingga kini kondisinya masih cukup memprihatinkan adalah Sutiyem, warga Desa Katekan, Klaten, Jawa Tengah. Sutiyem hingga kini belum mampu beraktivitas normal. Kesehariannya dihabiskan dengan duduk di kursi roda. Untuk kembali ke tempat tidur terpaksa harus diangkat. Saat gempa terjadi, Sutiyem tertimpa balok kayu rumahnya. Akibatnya Sutiyem mengalami cacat permanen patah tulang belakang. Di tengah derita Sutiyem beruntung masih ada perhatian dari Dinas Kesehatan Klaten. Melalui petugas Puskesmas Kecamatan Gantiwarno, kondisi Sutiyem masih terus dipantau dan diperiksa, terutama dampak lanjut dari cacat yang dideritanya. Gempa yang terjadi 27 Mei 2006, selain merenggut ribuan nyawa, juga mengakibatkan puluhan ...

Gempa Cilacap Dirasakan Hingga Yogyakarta

YOGYA (KRjogja.com) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (21/3) pukul 13.39 WIB. Getaran gempa bahkan dirasakan hingga wilayah Bantul, Yogyakarta dan sebagian wilayah DIY. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menunjukkan, pusat gempa terjadi di dalam laut pada koordinat 8,60 lintang selatan (LS) dan 109,36 bujur timur (BT) dengan kedalaman 24 km atau sekitar 120 km sebelah barat daya kota Cilacap. BMKG menyatakan, gempa yang terjadi kali ini tidak akan menimbulkan gelombang tsunami, lantaran kekuatan magnitude yang dimiliki cukup rendah. (Van) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Cilacap, Yogyakarta Earthquake Felt Up YOGYA (KRjogja.com) - tectonic earthquake measuring 6.3 on the Richter Scale (SR) rocked of Cilacap, Central Java, on Tuesday (21 / 3) at 13:39 pm. Tremors felt even to the region of Bantul, Yogyakarta and parts of DIY. Data from the ...

Gempa 7,1 SR di Cilacap Dirasakan Hingga Yogyakarta dan Jakarta

Gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang Cilacap. Gempa yang berpotensi tsunami ini juga terasa hingga Yogyakarta dan Jakarta. "Hampir seluruh Jogja merasakan, dari laporan yg masuk ke JM," demikian twit akun @jalimmerapi, yang selama ini memberikan informasi mengenai kondisi Merapi, Senin (4/4/2011). "Saya lagi makan terus berasa oleng," kata Kris, warga Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (4/4/2011). Informasi dari Madan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km dan berpotensi tsunami. Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Magnitude 7.1 earthquake in Cilacap, Yogyakarta and Jakarta Felt Up SR 7.1 magnitude earthquake rocked of Cilacap. The earthquake was also felt the tsunami has the potential to Yogyakarta and Jakarta. "Almost all Jogja feel, from the report which went into JM,"according to accounts @ jalimm...

Gempa Tak Pengaruhi Wisatawan Jepang ke Yogya

Bulan Mei-Juni adalah puncak wisatawan Jepang ke Yogyakarta. VIVAnews - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang akhir pekan lalu disinyalir tak berpengaruh pada kunjungan wisatawan negara tersebut ke Yogyakarta. Sebab, menurut Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agents (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Edwin Esmedi Himna, belum ada agen perjalanan yang membatalkan kunjungan wisatawan Jepang ke Yogya. "Hingga saat ini belum ada yang membatalkan kunjungannya," kata Edwin saat ditemui di Yogyakarta, Rabu 16 Maret 2011 Menurut Edwin, belum adanya pembatalan perjalan turis dari Jepang ini juga terkait dengan asal turis Jepang yang kebanyakan dari Osaka dan Tokyo, daerah yang tidak dilanda bencana gempa yang disusul tsunami pekan lalu. "Bulan Mei-Juni adalah puncak wisatawan Jepang ke Yogya, dan hingga hari ini belum ada pembatalan kunjungan dari sana," tutur Edwin. Namun, Edwin mengakui, dikhawatirkan pemerintah Jepang mengeluarkan anjuran...

Bantul Digoyang Gempa 3,9 SR

Okezone | Gempa kembali mengguncang Yogyakarta. Kali ini gempa berkekuatan 3,9 Skala Richter (SR) terjadi di kawasan Bantul, Yogyakarta. Gempa tersebut sempat dirasakan oleh sejumlah warga Yogyakarta yang berada di tengah kota dan Kabupaten Sleman. "Memang ada gempa sebentar, kurang dari satu menit, getarannya terasa sedikit," ujar Sari seorang warga yang tinggal di wilayah Condong Catur, Sleman, Yogyakarta kepada okezone, Minggu (13/2/2011) Infomasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa terjadi sekitar pukul 19.51 WIB. Lokasi gempa berada di 24 Km Barat Daya Bantul dengan kedalaman 10 Km.(ugo) Translate Using Google Translate May Not Valid Language 3.9 Magnitude Earthquake Rocked Bantul Okezone | Yogyakarta earthquake rocked back. This time, an earthquake measuring 3.9 on the Richter Scale (SR) occurred in the district of Bantul, Yogyakarta. The quake was felt by some residents of Yogyakarta is located in the center of to...

Warga Yogya Berhamburan Akibat Gempa 5,8 SR

DetikNews | Gempa 5,8 skala richter (SR) mengguncang Yogyakarta. Gempa membuat warga yang tinggal di dekat perbatasan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta panik. Mereka berhamburan keluar rumah. "Tadi semua pada panik keluar rumah semua," kata Fajar, salah satu warga Karangkajen, Yogyakarta saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/12/2010). Menurut Fajar, goncangan terjadi sekitar pukul 11.10 WIB. Goncangan juga dirasakan oleh warga yang tinggal di Sorosutan, Yogyakarta. Warga yang tinggal di perumahan Pemprov DIY berhamburan keluar. Sejumlah ibu-ibu dan pengasuh membawa bayinya keluar rumah. "Cucuku baru tidur kugendong saja keluar," kata Rumiyati. Namun menurutnya, tidak ada rumah yang mengalami kerusakan. "Di sini sih nggak ada yang rusak," lanjutnya. Getaran juga dirasakan warga yang tinggal di pusat kota Yogyakarta. Waliyat, warga yang tinggal di sekitar Malioboro mengaku merasakan goncangan namun tidak terlalu kuat. "Cuma goyang di...

Gempa Bantul : PMI Bantul Sisir Cari Korban

BANTUL, KOMPAS.com- Petugas PMI Bantul, Yogyakarta, Sabtu (11/12/2010) malam ini, melakukan penyisiran di kawasan yang berpotensi terkena efek guncangan gempa bumi. Mereka melakukan patroli untuk mencari tahu kemungkinan adanya korban yang jatuh dan kerusakan bangunan. "Saat ini kita masih menunggu laporan dari tim yang sedang melakukan penyisiran di lapangan, untuk mencari tahu apa ada korban dan kerusakan atau tidak," ujar Petugas PMI Bantul, Adi saat dikonfirmasi melalui telepon. Menurut Adi, wilayah yang menjadi sasaran para petugas PMI adalah kawasan Imogiri, Plered, Sewon. Sementara untuk kawasan Parangtritis tidak menjadi titik konsentrasi patroli tim PMI. "Meski dekat dengan titik gempa wilayah Parangtritis tidak menjadi konsentrasi kita, karena biasanya getaran efeknya ke utara dan timur, sementara Parangtritis lebih ke barat," tandasnya. Sebelumnya, gempa 5,1 SR ini sempat membuat warga di sekitar daerah tersebut panik. Sebagian warga berhamburan ...

Gempa Pengaruhi Energi Merapi

YOGYAKARTA(SINDO) – Gempa tektonik yang terjadi di Yogyakarta kemarin diperkirakan bisa memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Dengan adanya gempa itu setidaknya akan membuka jalan magma lebih besar dari ukuran semula. Pengaruh tersebut akan terjadi bila pada tubuh, magma dan puncak gunung api mendapat getaran gempa. Direktur Pusat Penelitian Penanggulangan Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Dr Eko Teguh Paripurno mengatakan, pengaruh akan lebih besar pada saat pematangan magma seperti sekarang ini. Setidaknya akan membuka jalan magma lebih besar dari ukuran semula. “Kalau rencana eksplosifnya akan lama, maka (dengan gempa) ini mempercepat”ujarnya. Menurut Eko yang juga vulkanolog, hal ini justru membawa dampak positif bagi erupsi merapi.Penjelasannya, fase ini Merapi sedang melakukan pengumpulan energi namun paksaan dari goyangan gempa membuat energi tersebut terpaksa dilepaskan sebelum waktunya. Dari sisi risiko bencana, hal ini lebih mengun...

Gempa di Yogyakarta Berkekuatan 5 SR

Yogyakarta - Gempa berkekuatan 5 skala richter menggoyang Yogyakarta. Pusat gempa berada 23 Km sebelah tenggara Bantul. Gempa terjadi pukul 23.38 WIB. Koordinat gempa berada di 8.10 LS-110.37 BT. Demikian informasi dari situs BMKG, Minggu (12/9/2010). Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km. Namun gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Akibat gempa ini sebagian warga Yogyakarta yang masih terbangun, sempat panik dan berlarian ke luar rumah. (rdf/rdf)

Gempa Yogya Berasal dari Patahan Baru

Yogyakarta - Gempa 5,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (21/8) kemarin tidak berasal dari sesar atau Patahan Opak seperti gempa sebelumnya. Pusat gempa berada di kawasan Kabupaten Gunungkidul. Pusat gempa yang terjadi pukul 18.41 WIB kemarin berada pada 8.03 LS - 110.39 BT. Gempa berkekuatan 5.0 SR itu berada di kedalaman 10 Km. Pusat gempa diketahui ada di wilayah 15 km tenggara Kabupaten Bantul. "Kira-kira di kawasan Kecamatan Panggang hingga Purwosari Gunungkidul," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Budi Waluyo, Minggu (22/8/2010). Menurut Budi, gempa yang terjadi pada hari Sabtu kemarin berada di sebelah timur sesar Opak sejauh 7 kilometer atau di kawasan Panggang Gunungkidul yang berbatasan dengan Bantul. "Sesar itu masih baru, kita belum tahu namanya, kira-kira lebih dari 27 kilometer timur Sesar Opak atau di wilayah Panggang Gunungkidul," katanya. Na...

Usai Gempa, Warga Bantul Sudah Berani Masuk Rumah

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Masyarakat yang berada di sekitar pusat gempa Bantul sudah kembali memasuki rumah masing-masing dan tidak ada kerusakan yang berarti. ''Tadi waktu terjadi gempa, penduduk sini sudah banyak yang masuk masjid, kemudian berhamburan keluar hingga terjadi gempa susulan. Setelah itu orang-orang masuk kembali ke masjid untuk sholat tarawih,'' kata Supri, warga Pundong, Bantul yang tempat tinggalnya sekitar 750 meter dari pusat gempa yang terjadi pada tahun 2006. Hal senada juga dikemukakan Rien Astiana bahwa dia dan tetangga di sekitarnya sudah masuk ke dalam rumah. ''Saya sekarang sudah masuk rumah. Tapi ya masih agak gemetaran,'' tutur penduduk Paten, Srihardono Pundong Bantul ini. Rien mengaku di rumahnya tidak ada kerusakan, mungkin karena bangunannya sudah kuat. Meskipun tidak ada rumah yang rusak, tembok masjid ada yang retak sedikit hanya seperti garis sekitar 15 centimeter, sedangkan genting rumahnya saat terjadi gempa ...

Gempa 15 km Tenggara BANTUL-DIY

Menurut Data BMG, pada pukul 18:41:38 WIB telah terjadi gempa yang terletak pada koordinat 8.03 LS - 110.39 BT, 15 km Tenggara BANTUL-DIY , 24 km Barat Daya WONOSARI-DIY , 26 km Tenggara YOGYAKARTA-DIY , 42 km BaratDaya KLATEN-JATENG , 446 km Tenggara JAKARTA-INDONESIA, kedalaman 10 Km dengan kekuatan sebesar 5 Skala Richter. Gempa tersebut menurut BMG tidak berpotensi tsunami