Skip to main content

Posts

Showing posts with the label malioboro

Jalur Baru Menuju Malioboro Dioperasikan Sebelum Natal

YOGYA - Jalur baru menuju Malioboro akan segera diaktifkan sebelum libur panjang akhir tahun  Natal dan Tahun Baru. Kepala Seksi Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Windarto Koeswandono menjelaskan Dishub telah menyiapkan rekayasa lalulintas menuju Malioboro sembari menunggu kepastian dari Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta merampungkan proyek pembangunan Jembatan Kleringan. Setelah jembatan selesai, lalulintas warga yang menuju Malioboro akan dialihkan. Jika biasanya arus dari Jalan Mangkubumi menuju Malioboro melintasi jalan di bawah rel kereta api, maka nantinya arus akan dialihkan melalui Jembatan Kleringan, kemudian memutari air mancur (Tugu Adipura). Begitu juga arus lalulintas dari Kotabaru yang juga melintasi air mancur untuk menuju Malioboro. Lantas arus dari Jalan Pasar Kembang yang melalui Abu Bakar Ali dialihkan melalui bawah rel KA dan kembali melalui Jembatan Kleringan menuju Kotabaru. "Semua kendaraan yang...

Penataan Malioboro Masih Setengah Hati

YOGYAKARTA– Pemprov DIY terkesan masih setengah hati menata ulang Malioboro sebagai kawasan pedestrian dan bebas dari kendaraan bermotor. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan, dari kajian internal yang dilakukan Bappeda, Jalan Malioboro tidak akan diubah 100% menjadi kawasan pedestrian.Pertimbangannya, keberadaan Istana Negara Gedung Agung di ujung selatan ruas Jalan Ahmad Yani. Ketika Malioboro dijadikan pedestrian 100%, penerapannya akan sulit ketika ada kunjungan Presiden ke Yogyakarta dan menginap ataupun transit istana itu. Menurut Tavip, Bappenas dan konsultan dari Jepang yang sedang mengkaji revitalisasi kawasan Malioboro sebelumnya mengajukan dua opsi. Selain penataan kawasan parkir dengan pembuatan parkir bawah tanah atau parkir atas tanah, Malioboro juga akan dijadikan kawasan pedestrian. “Pedestrian yang dimaksud adanya pengecualian bagi kendaraan tertentu.Tapi realisasinya nanti seperti apa, masih menunggu ...

Lalu lintas di jalanan Yogyakarta macet

Yogyakarta - Lalu lintas di sejumlah ruas jalan dalam Kota Yogyakarta seperti Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Jalan Senopati, dan Jalan Abu Bakar Ali mengalami kemacetan. "Untuk kendaraan yang akan masuk ke Jalan Malioboro terpantau cukup padat, namun masih tetap lancar dan kendaraan bisa berjalan meskipun pelan," kata petugas Pos Pengamanan Teteg Tugu Ipda Ponija di Yogyakarta, Rabu. Hasil pendataan menunjukkan jumlah kendaraan roda dua dan empat yang masuk ke Jalan Malioboro berkisar antara 50 hingga 100 unit per menit, dan didominasi oleh kendaraan bernomor pelat luar Yogyakarta. Akibat cukup padatnya arus kendaraan di Jalan Malioboro, petugas kepolisian sempat memberlakukan buka tutup jalan ke arah kawasan wisata tersebut. Penutupan dilakukan di Jalan Kleringan, tepatnya di bawah flyover rel kereta api, yang kemudian menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di Jalan Abu Bakar Ali. Meskipun ada tanda larangan belok kanan dari Jembatan Amarta, banyak k...

Jukir Nakal Malioboro Merajalela

YOGYAKARTA– Juruparkir(jukir) liar di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta semakin merajalela mengeruk keuntungan. Mereka sengaja memakai karcis parkir yang sudah kedaluwarsa untuk diberikan ke konsumen. Salah seorang wisatawan, Zahrul,saat ditemui di kawasan wisata tersebut mengatakan karcis yang diterimanya dari tukang parkir tanggal berlakunya sudah kedaluwarsa. Selain itu, karcis itu sudah cacat karena ada bekas coretan spidol, terutama tarif yang tertera senilai Rp2.000.Padahal sesuai ketentuan, tarif sepeda motor Rp1.000. “Sempat curiga karena dulu yang saya ingat ada bekas spidolnya untuk mengubah angka,”ungkapnya. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Yogyakarta, Widijantoro mengaku permasalahan parkir di Malioboro merupakan masalah klasik yang sampai saat ini belum kunjung dituntaskan. Masih adanya jukir nakal itu karena instansi terkait yang menangani masalah retribusi perparkiran tidak tegas menindak para jukir dan terkesan membiarkan kecurangan itu terjadi. Menurut Wid...

Perbaiki Jalan Malioboro, Pemkot Yogya Sediakan Rp1,1 Miliar

YOGYAKARTA- Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperbaiki jalur lambat dengan pengaspalan ulang  di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani Yogyakarta. Kondisi jalan tersebut saat ini kurang dapat memberikan kenyamanan untuk wisatawan atau pelaku wisata. "Kami sering mendapatkan keluhan atau protes dari masyarakat karena jalur lambat kurang nyaman termasuk bau pesing dari kencing kuda," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Sabtu (18/2). Menurut dia, aspal di sepanjang jalur lambat Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani tersebut merupakan aspal lama dan sudah lama tidak dilakukan pengaspalan ulang. Saat ini pun, kata dia, kondisinya sudah banyak yang berlubang sehingga jika ada kencing atau kotoran kuda akan menggenang di lubang yang ada dan menyebabkan bau pesing yang mengganggu kenyamanan wisatawan. Selama ini, kata Toto, perbaikan di jalur lambat tersebut hanya dilakukan dengan melakukan tambal sul...

Malioboro Macet, Sultan Angkat Bicara

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan, solusi mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Yogyakarta, khususnya di Jalan Malioboro, tidak bisa ditunda lagi. "Jika terus ditunda-tunda, maka permasalahan ini akan semakin besar dan pada akhirnya sulit dipecahkan. Masyarakat pun menjadi tidak nyaman," kata Sri Sultan di Yogyakarta, Selasa (3/1/2012). Sultan mengatakan, pada libur panjang akhir tahun lalu dapat dilihat dengan jelas kemacetan di Jalan Malioboro dan di jalan-jalan sekitarnya.  Bahkan, kepadatan arus lalu lintas tersebut kini tidak hanya terjadi saat libur panjang, namun juga sudah mulai terjadi saat akhir pekan. "Karenanya, saya mohon ke kota, permasalahan ini tidak bisa ditunda lagi. Yang diperlukan saat ini adalah aksi dan bukan lagi studi-studi," tegasnya. Menurut dia, salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas tersebut adalah dengan...

Ada Komodo di Malioboro

JOGJA - Ribuan warga memebanjiri sepanjang jalan di kawasan Malioboro tadi malam (22/10). Mereka antusias menyaksikan karnaval budaya tahunan Jogja Java Carnival edisi ke-8. Karnaval baru mulai sekitar pukul 19.00, namun puluhan ribu masyarakat sudah memadati tepi jalan antara Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer sejak beberapa jam sebelumnya. Bahkan, sejak sore sudah terlihat ribuan warga di kanan-kiri ruas jalan yang menjadi rute karnaval. Sekitar pukul 20.00, kelompok peserta karnaval bergerak. Ada 37 kelompok yang berpartisipasi. Mereka berasal dari berbagai kelompok budaya. Selain itu, ada replika delapan keajaiban dunia. Patung Liberty, Menara Eiffel, Piramid dan Spinx, Kota Terlarang, Sleeping Budha, Taj Mahal, Menara Miring Pisa, serta Akropolis dan Kuda Troya. Ditampilkannya delapan replika keajaiban dunia ini meneguhkan Jogja sebagai kota multikultural dan pluralis serta guyub dan rukun. Pesan lainnya, menegaskan Jogja sebagai kota bermukim b...

Besok Jalan Malioboro Ditutup

YOGYAKARTA--MICOM: Besok Sabtu (22/10), Jalan Malioboro ditutup untuk pelaksanaan Jogja Java Carnival 2011. Jalan Pasar Kembang dari sisi barat dan Timur ditutup mulai pukul 15.30 WIB, sedangkan jalan menuju Malioboro dari Gardu PLN ditutup pukul 18.00. "Kami menerjunkan 200 personil dari Polresta Yogyakarta untuk pengamanan lalu lintas dan lokasi," ungkap Kompol Bambang Sukmo Wibowo Kasatlantas Polresta Yogyakarta. Acara tersebut rencananya akan dimulai pada pukul 19.00. Ribuan masyarakat akan memadati acara yang sekaligus menjadi rangkaian penutup Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-255. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, beberapa jalan yang menuju Malioboro akan dialihkan. Beberapa jalan lagi akan dilakukan sistem buka tutup. (AT/OL-9) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Malioboro Road Closed Tomorrow YOGYAKARTA - MICOM: Tomorrow, Saturday (22/10), Jalan Malioboro closed for the implementation of Jogja Java ...

Ribuan Wisatawan Padati Kawasan Malioboro

Liputan6.com, Yogyakarta: Ribuan wisatawan membanjiri kawasan Malioboro di Yogyakarta, Jumat (2/9). Sebagian besar dari mereka adalah para pemudik dari berbagai daerah yang memanfaatkan sisa libur Lebaran. Selain berbelanja mereka juga ingin bernostalgia di Kota Gudeg ini. Kondisi tersebut membuat jalan menuju Malioboro rawan macet. Polisi lalu lintas dari Polresta Yogyakarta terpaksa memberlakukan sistem buka tutup di sejumlah ruas jalan menuju ke Malioboro. Kawasan Malioboro masih jadi tujuan wisata favorit di Yogyakarta. Siang hingga malam kawasan itu selalu dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Biasanya para pengunjung datang untuk berbelanja oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti baju batik dan cenderamata lainnya. Diperkirakan kepadatan kendaraan maupun pengunjung di Malioboro akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Travelers Meet Thousands of Malioboro Area Liputan6.com,...

Masuk Malioboro Kian Jauh : Pengendara Harus Memutar Lewat Jembatan

JOGJA - Pembangunan Jembatan Kleringan di atas Kali Code sudah dimulai. Ternyata, pembangunan jembatan itu justru tidak mempermudah pengguna jalan untuk masuk ke Malioboro. Pengguna jalan dari Jalan Kleringan harus memutar di Jalan Abu Bakar Ali. Mereka harus melintasi jembatan yang segera dibangun, sebelum melaju ke arah barat hingga menuju Malioboro. ”Jadinya memang memutar. Dari Kleringan terus sampai di pertigaan bawah Jembatan Kewek Kotabaru ke selatan, langsung ke barat,” kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Toto Suroto, akhir pekan lalu. Toto menjelaskan, dengan memutar justru akan mengurangi kemacetan lalu lintas. Sebab, pertigaan lampu merah di Taman Adipura hanya ada satu dari arah Kotabaru saja. ”Bawah Kretek Kewek jadi satu jalur, untuk pengendara dari arah Abu Bakar Ali yang akan menuju ke Kotabaru,” imbuhnya. Berkurangnya jumlah lampu merah itu, menurut Toto, bakal mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi. Pengenda...

Kemacetan Malioboro Segera Teratasi

Dimulai, Pembangunan Jembatan Kleringan JOGJA - Upaya Pemkot Jogja mengurai kemacetan lalu lintas di titik-titik menuju Jalan Malioboro dengan membangun Jembatan Kleringan, mulai direalisasikan. Saat ini, proses pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai. Diharapkan pada November 2011, jembatan sepanjang 36 meter itu sudah dapat difungsikan. "Pemenang lelang sudah ada, PT Marga Karya dari Pati, Jawa Tengah. Mereka sudah mulai tahap pembersihan sejak 14 Juni lalu," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Toto Suroto, kemarin (5/7). Toto menjelaskan, jembatan ini diproyeksikan memecah keruwetan lalu lintas dari Jalan Kleringan menuju Jalan Abu Bakar Ali. Minggu depan, pihak pengembang sudah melakukan pemasangan bor pile atau tiang pancang. "Kami targetkan sampai November mendatang sudah bisa dilalui kendaraan," imbuh Toto. Kepala Bina Marga Dinas Kimpraswil Kota Jogja Wijayanto menerangkan, untuk proses pemasangan tian...

Festival Malioboro 2011 Segera Digelar

YOGYA (KRjogja.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bekerjasama dengan Kreasindo Reka Persada kembali menggelar "hajatan" bertajuk Festival Malioboro 2011 yang akan digelar 25 hingga 26 Juni 2011 mendatang. Gelaran yang telah dilaksanakan ketigakalinya ini mengusung tema ‘Gema Istimewa untuk Indonesia akan digelar di 4 titik yaitu Benteng Vredeburg, Taman Parkir Abu Bakar Ali, Area Dispar DIY dan Area Malioboro sendiri. Festival Maliboro 2011 ini akan disajikan berbagai ragam kegiatan mulai dari Panggung Nusantara, Shymphony of Indonesia, Imaginary of Malioboro, Pagelaran Wayang Kulit, Rhythm of Malioboro, Contemporary Music Performance, Lomba Sapta Pesona Stand Lesehan PKL Malioboro,Tourism Photo Contest, Malioboro Food BazaarFestival dan puncaknya akan digelar Harmoni untuk Nusantara. Kepala Dispar DIY, Tazbir mengatakan selama ini Malioboro sudah menjadi ikon pariwisata DIY yang sudah dikenal diseluruh dunia. Untuk itu agar memperkuat eksistensi ikon ini maka kegia...

Kirab Budaya di Malioboro Memukau Warga

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan seniman Yogyakarta, solo dan dari berbagai daerah, Senin (20/6/2011) sore memukau ribuan warga dan wisatawan di sepanjang Jalan Malioboro, dalam Kirab budaya pembukaan pasar seni Festival Kesenian Yogyakarta ke 23. Ketua panitia, Ryan Dwi Nugroho mengatakan, Kirab budaya kreatifitas di antara gunung dan samudra ini mengambil tema "Gayeng ki" dan diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen. "Ada dukungan drumband dari TNI angkatan darat, Batik karnival, jathilan dan kirab anak-anak membawa wayang kulit serta tari kolosal," ujar Ryan di sela-sela acara di Malioboro. Tari kolosal, lanjutnya, dimainkan oleh ratusan penari dari berbagai daerah sambil membawa mahkota sempat memukau penonton. Tari kolosal dengan judul " Mahkota kejayaan untuk Yogyakarta" dibawakan oleh penari anak-anak dan dewasa. Kemudian diikuti kesenian jathilan dari kelompok kesenian "Wahyu turonggo mudho" dari Pajangan Bantul Yogyakarta. ...

Papan Iklan Tutupi Wajah Malioboro

YOGYAKARTA--MICOM: Puluhan papan iklan dan baliho berukuran besar yang terdapat di depan bangunan-bangunan tua sepanjang Jalan Maliboro hingga Titik Nol Kilometer 'menopengi' wajah asli kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan budaya itu. "Di sepanjang Malioboro, ada lebih dari 50 bangunan tua, namun hanya 10 yang benar-benar masih memperlihatkan fasad atau muka bangunan aslinya. Selebihnya, wajah bangunan itu sudah tertutup papan iklan dan baliho berukuran besar," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Widiyastuti di sela-sela Diskusi Malioboro sebagai Kawasan Budaya di Jogja Library Centre Yogyakarta, Selasa (14/6). Sejumlah bangunan yang masih memperlihatkan fasad asli di antaranya adalah, bangunan yang kini menjadi Apotek Kimia Farma, bangunan pertama di ujung utara Jalan Malioboro yang kini dijadikan sebagai gudang dan juga Jogja Library Centre. Menurut dia, sebagian besar ba...

Parkir Malioboro Sumpek

YOGYAKARTA– Warga Yogyakarta dan sekitarnya mengeluhkan parkir di Malioboro yang kian sumpek. Mereka meminta perluasan kantong parkir segera dilakukan. Saat ini jumlah kendaraan yang masuk ke Malioboro tidak se-banding dengan lahan parkir yang disediakan. Kemacetan semakin terlihat pada hari libur, seperti yang terjadi kemarin. Devi Setyanti,warga Bantul mengatakan, Malioboro menjadi lokasi favorit dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.Namun, karena kemacetan yang terjadi,maka ikon Kota Yogyakarta itu menjadi tidak nyaman dikunjungi. “Agar Malioboro tetap nyaman dikunjungi harus dibuatkan lokasi parkir yang luas. Ini pekerjaan yang harus segera diselesaikan pemerintah,” katanya, kemarin. Saat tanggal merah atau masa liburan semester,Malioboro memang sangat padat. Parkir kendaraan yang dimiliki toko, parkir di sisi kiri jalan dari mulai ujung utara hingga selatan Malioboro, maupun yang sudah disediakan Pemkot Yogyakarta di Taman Khusus Parkir (TKP) Senopati,Abu Bakar ...

Casino di Maliboro Digerebeg Polisi

RADAR JOGJA - Maraknya perjudian di Jogja sudah berlalu sejak beberapa tahun lalu. Namun siapa sangka kalau di Jalan Malioboro, tepatnya disebelah selatan Gedung DPRD DIJ terdapat casino. Selasa kemarin, casino tersebut digerebeg polisi dan enam penjudinya diamankan. Seperti halnya tempat perjudian yang dulu sempat marak di Jogja, rumah judi yang digerebeg Polsek Danurejan Selasa siang lalu keberadaanya tidak pernah diduga. Rumah judi ini menempati sebuah gedung di sebelah selatan Gedung DPRD DIJ yang dulu digunakan untuk dealer sepedamotor dan lantai duanya digunakan untuk café. Yang membedakan adalah, kalau casino yang dulu marak di Jogja didalamnya berisi mesin-mesin ketangkasan namun casino yang digerebeg Polsek Danurejan ini berisi enam tukang becak yang sedang berjudi menggunakan kartu remi. "Mereka adalah para tukang becak yang terpaksa kami amankan karena berjudi di tempat bekas dealer motor. Sejumlah elemen Malioboro yang mengaku resah dengan kegiatan mereka membua...