Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jawa Pos

Sleman : Angka Lakalantas Tinggi

SLEMAN- Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di wilayah kabupaten Sleman terbilang tinggi. Data Satlantas Polres Sleman menunjukkan jumlah lakalantas dari Januari-April 2011 sebanyak 552 kasus. Korban meninggal 14 orang, luka berat 298 orang, dan luka ringan 604 orang. Total kerugian materi mencapai Rp 406,8 juta. Kanitlaka Satlantas Polres Sleman Iptu Rica Refika Siregar mengatakan lakalantas didominasi oleh kendaraan roda dua. Faktor utama adalah kelalaian manusia dan kesengajaan sehingga terjadi pelanggaran lalulintas. “Itu menunjukkan minimnya kesadaran pengendara saat berlalu lintas di jalan raya,” ujar Rica ditemui disela razia simpatik kendaraan bermotor di pelataran parkir Monumen Jogja Kembali (Monjali), kemarin (6/5). Bentuk pelanggaran paling sering terjadi, antara lain kesengajaan tak pakai helm bagi pengendara motor, melanggar marka, menerobos traffic light, dan kebut-kebutan. “Kecelakaan justeru sering terjadi akibat pelanggaran-pelanggaran kecil,” lanjut perem...

Dewan Dorong Tes CPNS Fair

Desak Hasil Tes Diumumkan RADAR JOGJA - Tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan digelar pada Oktober mendatang menjadi perhatian dari kalangan wakil rakyat Kota Jogja. Anggota DPRD Kota Jogja dari Komisi A telah siap melayani setiap pengaduan tes tersebut. Mereka ingin mendorong tes CPNS kali ini berjalan dengan fair. "Kami juga berharap hasil ujian nanti bisa dipublikasikan. Jadi pelaksanaan nanti bisa benar-benar berjalan fair," kata Ketua Komisi A Chang wendriyanto, pekan lalu, di gedung dewan. Ia menuturkan, pelaksanaan tes CPNS di Kota Jogja sebenarnya berjalan cukup transparan. Hanya, pelaksanaannya masih tercederai tidak ditampilkannya hasil bagi peserta ujian saat pengumuman berlangsung. Akibatnya, masyarakat masih mempertanyakan proses ini. "Masyarakat menjadi bingung, karena merasa sudah mengerjakan tes dengan baik tapi tetap saja tidak lolos tes. Padahal, selama ini setiap ada tes CPNS ribuah orang mempersiapkannya jauh-jauh hari,...

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Kesempatan Mendulang Rupiah

REZEKI memang sudah ada yang mengatur. Tapi bukan berarti manusia tak bisa berusaha untuk mencari rezeki. Jika bisa memanfaatkan kesempatan, keuntungan berlipat pun bakal diterima. Seperti setiap Lebaran tiba. Di hari kemenangan ini, sebagian orang malah menjadikannya untuk mendulang rupiah. Salah satu usaha yang menangguk rupiah di hari Lebaran adalah bisnis laundry. Seperti diketahui, bisnis laundry kiloan di DIJ kini menjamur. Tak hanya di tengah kota, tapi merambah sampai pedesaan. ''Peningkatannya hampir 200 persen. Kalau hari biasa rata-rata kami mencuci pakaian 40 kilogram, sekarang naik menjadi 78 kilogram. Ini saja masih ada beberapa pakaian yang belum kami ambil dari konsumen,'' kata Ningrum Utami, pemilik usaha Ning Loundry di Jalan Banguntapan, kemarin. Ia menuturkan, peningkatan omzet harian ini tentu membuat tanggung jawab pekerjaannya bertambah. Padahal, satu dari dua karyawannya pulang kampung ke Wonosari. ''Risikonya, setiap ada konsumen ...

H+5 Diprediksi Puncak Balik

RADAR JOGJA - Bagi pemudik yang akan meninggalkan kampung halaman Jogjakarta, tampaknya harus mencari waktu selain tanggal 15-16 September. Sebab pada tanggal ini diprediksikan akan terjadi puncak arus mudik. ''Kami perkirakan 15 September atau H+5 Lebaran menjadi puncak dari arus balik,'' kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Immanudin Aziz di kompleks balai kota kemarin (8/9). Aziz mengungkapkan, sesuai pengalaman tahun lalu dan hasil pertemuan Dinas Perhubungan (Dishub) se-Jawa di Semarang, sebelum Lebaran, H+5 bakal terjadi peningkatan tajam pemudik yang akan balik. Mereka ini dikhawatirkan memenuhi semua akses transportasi baik umum maupun pribadi. ''Kalau terjadi puncak arus balik, Terminal Giwangan sebenarnya bisa menampung seluruh pemudik yang diperkirakan berjumlah 29 ribu penumpang. Tapi, saat berada di jalan raya, kami khawatirkan bus-bus akan terjebak dalam kemacetan,'' jelasnya. Menurutnya, banjirnya penumpang ya...

Pengunjung Bisa Foto Bareng Tokoh Ramayana

SLEMAN- Sejumlah 120.864 orang menjadi target wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan. Terdiri dari 114.966 wisatawan umum dan 5.899 wisatawan mancanegara. Untuk menarik minat para calon wisatawan, pengelola Candi Prambanan telah menyiapkan berbagai acara dan atraksi. Diantaranya cokekan, badut, pentas musik keroncong dan akustik, serta reog. "Wisata Prambanan itu nuansanya nostalgia untuk transformasi budaya. Karenanya kami menyiapkan berbagai kegiatan berunsur budaya," ujar Kepala Unit Candi Prambanan Djoko Sutono, kemarin (7/9). Wisatawan juga diperkenankan berfoto bersama para tokoh Ramayana yang juga akan menghibur pengunjung Prambanan, seperti Rama, Shinta, dan Rahwana. Wisatawan yang ingin ikut bernyanyi keroncong dan akustik pun diperbolehkan bergabung dengan kelompok musik yang ada. Ada juga fasilitas kuda tunggang, sepeda, kereta mini, mobil pasir, dan sarana outbound. "Khusus outbound, kami tak menyediakan flying fox. Ini kebijakan redaksi menyusul a...

Jelang Lebaran, Kenaikan Harga Komoditas Sebesar 5 persen

BANTUL - Perkembangan harga rata rata kebutuhan komoditi strategis periode minggu ke IV di Kabupaten Bantul naik sebesar 5 persen. Hal itu diketahui berdasarkan data data laporan mingguan Dinas Perindsutrian, Perdagangan dan Koperasi pemkab Bantul perubahan harga yang menonjol disejumlah pasar tradisional. Kepala Dinas Perindsutrian, Perdagangan dan Koperasi pemkab Bantul Trisaktiana mengungkapkan untuk kelompok pangan perkembangan harga pada Minggu terakahir bulan Agustus 2010 lalu kenaikan hanya tercatat sebesar 5 persen,"Kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas seperti cabe merah keriting, kedelai local dan apel Malang,"katanya kemarin. Menurut data yang didapatkan, terang Tri, penurunan harga malah terjadi pada beberapa bahan komoditas yang disedikan oleh pedagang seperti Tepung terigu, Kedelai impor, telur ayam dan buah buahan import seperti Apel. Bahkan untuk jeruk jenis siam Pontianak malah cenderung turun sebesar 11,1 persen,"Sementara untuk sand...

Jelang Lebaran, Tak Ada Kerusakan Jalan

RADAR JOGJA- Sarana prasarana pendukung kelancaran arus mudik dan balik di wilayah DIJ dinyatakan dalam kondisi baik. Salah satunya terkait prasana fisik jalan. Jalan kelas nasional maupun provinsi dinyatakan tak ada kerusakan berarti. "Jalan nasional kita sepanjang 168,81 km bisa dilalui. Tak ada kendala berarti," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM Provinsi DIJ Rani Sjamsinarsi kemarin (31/8). Kalau pun ada perbaikan, Rani mengatakan sebelum lebaran akan kelar.Saat ini perbaikan jalan berlangsung di Jembatan Kalibayem Jalan Jogja-Wates dan saluran drainase Jalan Laksda Adisutjipto. "Sebelum lebaran sudah dapat dilalui dua arah. Jadi kondisi akan normal kembali," kata mantan kepala Biro Umum ini. Demikian pula untuk jalan Provinsi sepanjang 690,25 km, dalam kondisi siap dilewati kendaraan dua arah. Untuk jalan provinsi juga tak ada jembatan atau gorong-gorong yang dalam proses perbaikan sehingga dapat mengganggu arus lalu lintas. ...