Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Detik Yogyakarta

Bangunan Mirip Candi atau Piramid Ditemukan di Kediri dan Sleman

Tim studi bencana katastropika purba merekomendasikan lokasi di daerah Jatim dan DIY untuk dijadikan cagar budaya. Di dua lokasi tersebut, diduga terdapat bangunan mirip candi atau piramid yang tertimbun akibat peristiwa bencana. Erick Ridzky, ketua tim peneliti katastropik purba mengatakan, bangunan tersebut berada di daerah Yogyakarta dan Kediri. Saat itu tim sedang melakukan pengembangan riset Trowulan, kompleks kerajaan Majapahit Jawa Timur. "Selesai dengan riset di Gunung Putri, Gunung Kaledong, dan Gunung Haruman Jawa Barat, kami melangkah di Trowulan kompleks kerajaan Majapahit Jawa Timur dan menemukan proses penimbunan akibat bencana dalam beberapa periode waktu," ungkap Erick dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (5/11/2011). Tim ini diinisiasi oleh staf khusus presiden bidang bencana alam. Dikatakannya, pertanyaan utama dalam riseti, saat tim melihat berkunjung di Trowulan, adalah bagaimana bangunan bangunan kuno tersebut mengalami penimbunan, kerusakan d...

Merapi Akhirnya Kembali Normal

Yogyakarta - Status Gunung Merapi akhirnya kembali menjadi Normal. Hal ini sekaligus menandai selesainya fase erupsi yang terjadi sejak tahun 2010 di gunung yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. "Status mulai saat ini menjadi normal, karena sudah tidak ada gejolak dan aktivitas di puncak maupun di bagian perut Merapi," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo di kantornya Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (16/9/2011). Dia mengatakan dengan diturunkan status tersebut menjadi normal berarti fase erupsi pada bulan Oktober dan November 2010 sudah selesai. Berdasarkan kajian dari BPPTK, kegempaan sudah tidak bergejolak lagi. Deformasi atau penggembungan tubuh gunung hampir tidak ada atau nol. Kubah lava di puncak juga sudah tidak mengalami perubahan. "Terakhir guguran lava yang terjadi bukan diakibatkan faktor internal," katanya. Menurut Subandriyo, aktifitas keg...

Kementerian LH Dorong Berdirinya Bank Sampah Tiap Daerah

DetikNews - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) terus mendorong berdirinya bank sampah di tiap-tiap daerah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi banyaknya timbunan sampah terutama dari rumah tangga. "Baru sekitar 7 persen sampah kita yang dimanfaatkan. Selebihnya belum dan masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta saat membuka Rakernis Bank Sampah di Hotel Yogyakarta Plaza di Jl Affandi, Yogyakarta, Senin (12/9/2011). Untuk mengurangi timbunan sampah tersebut kata dia, masyarakat diminta memanfaatkan kembali sampah-sampah yang ada. Salah satu caranya yakni memisahkan antara sampah organik dan non organik. Di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (jateng) sampah-sampah yang dimanfaatkan sudah mencapai 40-50 persen. Sedangkan untuk Yogyakarta dan Bantul sudah terbentuk bank sampah yang dikelola masyarakat. "Hampir 50 persen sampah di Kota Yogya dan Bantul telah berhasil dimanfaatka...

Kasus Penusukan Misterius Terjadi Lagi di Yogyakarta

Yogyakarta - Kasus penusukan misterius kembali meresahkan warga Yogyakarta. 1 Orang tewas dan 5 orang lain luka-luka akibat aksi orang tak dikenal. Sampai saat ini, Polda DIY belum bisa menangkap pelaku penusukan tersebut. Dari 6 orang korban itu, salah satu korban meninggal dunia. Korban meninggal dunia adalah Suranto (45) warga Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Sedang lima korban luka lainnya adalah Widodo warga Balapan, Gondokusuman Yogyakarta; Antonius Andang Sudibyo warga Janti, Catur Tunggal Depok, Sleman; Tukiran, Sanggrahan, Sorowajan, Banguntapan, Bantul; Yenni warga Banyumeneng, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman dan Ikhsanudin warga Sumberagung, Moyudan Sleman. "Sejak kasus ini muncul, saat menjelang Lebaran hingga hari ini belum satupun pelaku yang berhasil ditangkap polisi," kata Ketua Jogja Police Watch (JPW), Asril Sutan Marajo kepada wartawan di kantor Jl Jenggotan, Yogyakarta, Jumat (9/9/2011). Menurut Asril, dari enam kasus itu yang ...

BNPB Serahkan Rp 444 M untuk Penanganan Darurat Lahar Dingin Merapi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan Rp 444 miliar untuk penanganan darurat lahar dingin. Penanganan darurat dengan dana sebesar itu akan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum. "Guna mempercepat penanganan darurat lahar dingin maka BNPB telah menyerahkan dana sebesar Rp 444 milyar kepada Kementerian Pekerjaan Umum guna melakukan berbagai langkah, khususnya terkait infrastruktur," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima, Minggu (21/8/2011). Dari total dana tersebut, Rp 232 miliar digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Beberapa ruas jalan nasional, provinsi dan kabupaten diperbaiki. Sebanyak 23 jembatan yang runtuh akan dibangun kembali. "Termasuk di antaranya jembatan yang sudah dibangun di Jembatan Kali Putih dan Jembatan Pabelan yang melewati jalan negara yang menghubungkan Yogyakarta-Magelang," imbuh Sutopo. Sekitar Rp 18...

Angkasa Pura Gelar Latihan Pengamanan di Bandara Adisutjipto

Yogyakarta - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta bersama sejumlah instansi terkait menggelar simulasi Penanggulangan Gawat Darurat (PGD) Airport Emergency dengan sandi Dirgantara Raharja ke 62 dan Aviation Security Exercise. Latihan digelar di sisi timur bandara sehingga tidak menganggu lalu-lintas penerbangan. Dalam simulasi pada Kamis (21/7/2011) itu, sebuah replika pesawat dengan nama Halilintar Air, nomor penerbangan 312 yang membawa para teroris dari Jakarta terjatuh di Kali Kuning sisi timur bandara saat akan mendarat di Adisucipto. Kecelakaan akibat gangguan teknis di sayap kiri sehingga pesawat terbakar. Meski hanya latihan, keseriusan tampak terlihat dari para peserta. Layaknya sebuah peristiwa yang sebenarnya, tim penyelamat gabungan dengan kendaraan lengkap seperti mobil pemadam, ambulans datang ke lokasi menyelamatkan para awak dan penumpang. Para korban jiwa dan luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Petugas yang lain langsung m...

Tolak Disebut Pemalsu Dagadu, Puluhan Orang Mengadu ke LBH Yogya

Yogyakarta - Puluhan orang dari Komunitas Masyarakat (Terlanjur) Dagadu Djokdja mengadu ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Mereka yang mencari kehidupan dari bisnis suvenir sandang khas Kota Gudeg itu menolak disebut sebagai pemalsu Dagadu. Mereka resah dan khawatir akan adanya somasi dari PT Asli Dagadu Djokdja (ADD) agar menghentikan perdagangan segala produk berlabel Dagadu Djokdja. Puluhan orang ini adalah pedagang kaki lima (PKL), pemilik kios, produsen, tukang becak, kusir andhong dan pemandu wisata di Yogyakarta yang menggantungkan hidupnya dari bisnis kaos, dan suvenir dengan label Dagadu Djokdja dan simbol matanya itu. Selama lebih dari 17 tahun, mereka telah menggantungkan hidupunya dari bisnis tersebut. Di kantor LBH Yogyakarta, mereka diterima langsung direktur LBH Yogyakarta, Irsyad Thamrin. Kepada Irsyad mereka sepakat memberikan kuasa kepada LBH, bila mereka harus berhadapan dengan aparat penegak hukum maupun dengan pengacara PT ADD. "Usaha ...

Tolak SBY, Puluhan Warga Yogya Siapkan Ketapel dan Panah

Yogyakarta - Puluhan warga Yogyakarta tergabung dalam Sekber Penetapan menggelar aksi menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka menyiapkan ketapel dan panah sebagai simbol penolakan dan pengusiran SBY di Yogyakarta. Aksi sore ini digelar di pintu gerbang Alun Alun Utara di Gapura Pangurakan di Jl Trikora atau sekitar 300 meter dari Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Massa dari Sekber Keistimewaan DIY itu membawa bendara lambang Negari Ngayogyakarto Hadinigrat. Mereka juga membawa tiga buah spanduk bertuliskan "Liwat Plintheng, Usir SBY dari Yogyakarta, Sak Dumuk Bathuk Senyari Bumi." Sebagai simbol penolakan dan pengusiran SBY yang rencananya akan menginap di Gedung Agung Yogyakarta selama 2 malam itu, massa juga menyiapkan ketapel (plintheng) dan pasukan srikandi Mataram yang membawa senjata panah. Selama aksi berlangsung massa meneriakkan yel-yel "SBY No, Penetapan Yes." Aksi diawali dari Ringin Kurung Alun Alun Utara menuju s...

M Rijki, Sang Penemu Obat Diabetes dari Labu Parang

detik.com Yogyakarta - Kandungan labu parang rupanya bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus (DM) tipe 2. Inilah temuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rijki. Penemuannya itu membuat Rijki memperoleh penghargaan Alltech Young Scientist Award. Labu parang mengandung senyawa saponin dan flavanoid, yang keduanya berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pancreas untuk menghasilkan insulin kembali. "Bahan-bahan ini terkandung dalam labu parang," ungkap Rijki kepada wartawan seusai acara penyerahan penghargaan di FKH UGM di Yogyakarta, Jumat (8/7/2011). Berdasarkan hasil penelitiannya ungkap Rijki, kandungan saponin secara signifikan mampu menurunkan glukosa darah. Meski percobaan ini baru dilakukan pada tikus, namun dia melihat hasil yang cukup menggembirakan. "Hasil pengukurannya, semakin tinggi dosis saponin maka akan secara signifikan menurunkan kadar glukosa,...

Warga Merapi Bangun Rumah di Zona Bahaya

MICOM: Sejumlah warga lereng Gunung Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, nekat membangun rumah permanen di zona bahaya letusan Merapi 2010. Nurdianto, warga Dusun Sukorejo, Desa Balerante yang sedang membangun rumah permanen di atas lahan bekas rumahnya yang hancur terkena dampak erupsi Gunung Merapi, mengatakan, langkah ini dilakukan karena tidak adanya kejelasan nasib mereka. Ia dan warga lainnya hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait relokasi untuk mereka. Sudah ada sedikitnya 10 kepala keluarga yang membangun kembali rumah mereka dengan bahan permanen di atas rumah yang hancur terkena material vulkanik saat letusan terjadi. "Kami sudah sembilan bulan hidup dalam ketidakpastian dan rasanya tidak tenang. Jadi kami terpaksa membangun rumah kami kembali agar bisa menata hidup," ungkapnya. Rumah yang sedang dibangun warga setempat itu rata-rata merupakan rumah sederhana berukuran 81 meter persegi, den...

Sultan HB X Beri Gelar pada Putri dan Calon Mantunya

Yogyakarta - Raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan gelar baru kepada putri bungsu GRAj Nurastuti Wijareni yang akan menikah pada bulan Oktober 2011. Calon menantu, Achmad Ubaidillah juga diberikan dengan gelar baru sebagai tanda anggota keluarga keraton. Upacara wisuda pemberian gelar tersebut dilakukan setelah semua prosesi labuhan alit di Pantai Parangkusumo, Gunung Merapi dan Gunung Lawu selesai. Prosesi pemberian gelar baru terhadap kedua calon mempelai dilaksanakan hari ini, Minggu (3/7/2011) di Bangsal Ksatriyan kompleks Kraton Ngayogyakarto oleh Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GBPH Joyokusumo. GRAj Nurastuti Wijareni atau putri dalem mendapatkan gelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. Sedangkan calon mantu Achmad Ubaedillah dalem mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara. Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubay, mendapat gelar KPH karena berasal dari keluarga biasa bukan dari keluarga keraton. "Upaca...

21 Tim Berlaga di Kontes Muatan Roket Indonesia

Yogyakarta - Sebanyak 21 tim dari 23 tim dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia hari ini mengikuti Kontes Muatan Roket Indonesia (Komunrindo) 2011 di Pantai Pandansimo, Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. 23 tim yang dinyatakan lolos verifikasi oleh tim juri itu berhak mengikuti peluncuran roket di Pantai Pandansimo. Namun pada saat uji peluncuran, dua tim yaitu tim roket yang mengundurkan diri. Kedua tim mengalami kerusakan radio frekuensi (rs) akibat terbakar pada saat proses integrasi. Pada saat dilakukan ujicoba peluncuran, ribuan warga datang silih berganti menyaksikan dari kejauhan di pinggir pantai. Penonton hanya bisa menyaksikan dari radius 500 meter dari titik lokasi peluncuran. "Ada 23 tim yang lolos, 14 tim lolos uji fungsional pada sesi pertama hari sabtu kemarin dan 9 tim lolos fungsional pada sesi retry. 23 Tim itu berhak ikut uji peluncuran," kata Ketua Panitia Komurindo 2011, Agfianto kepada wartawan di Pantai Pandansimo, Minggu (26/6/2011). Menurut...

Wapres Boediono Kunjungi Hunian Sementara Korban Bencana Merapi diYogyakarta

DetikNews | Wakil Presiden Boediono dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta hari ini. Boediono didampingi sang istri Ibu Herawati Boediono akan mendatangi Universitas Gadjah Mada dan meninjau langsung hunian sementara (Huntara) para korban bencana gunung merapi. Informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (16/6/2011), Boediono akan berangkat dari Jakarta pukul 07.20 WIB menggunakan pesawat Kepresidenan BAe RJ-85. Tiba di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta pukul 08.30 WIB. Selanjutnya dengan didampingi Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Boediono langsung mendatangi Universitas Gadjah Mada. Disana, Boediono memberikan pengarahan dilanjutkan dengan pemakaian topi secara simbolis sebagai tanda pelepasan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM periode antar semester 2011. Selesai dari UGM, Boediono melanjutkan kunjungan kerja ke Taman Nasional Gunung Merapi, Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta untuk meninjau secara langsung kerus...

Siswi SMKN 1 Bantul Raih Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Yogyakarta - Atik Fajaryani (17) siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantul berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) se-Indonesia. Nilai rata-rata yang diraihnya 9,60. Dua mata pelajaran yakni Matematika dan Bahasa Inggris diraih Atik dengan nilai sempurna yakni 10. Kepala Sekolah SMKN I Bantul, Endang Suryaningsih mengaku kaget dan bangga ketika pengumuman kelulusan pada hari Senin 16 Mei kemarin, Atik Fajaryani siswi jurusan Akuntansi dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi untuk hasil UN se-Indonesia. Asisten Mendiknas juga sudah menghubungi sekolah untuk memberitahukan hal tersebut. "Tidak hanya sekolah kami saja yang bangga, tapi banyak pihak yang bangga atas prestasi yang diaraih anak didik kami," kata Endang kepada detikcom, Kamis (19/6/2011). Menurut dia, Atik merupakan salah satu siswi yang pandai di sekolah. Setiap tahun dia terus menduduki ranking satu di kelas. "Anaknya memang rajin dan pandai. Itu terlihat dari hasil rapor dan...

99,9 Persen Siswa SMA di Yogyakarta Lulus UN

Yogyakarta - Sebanyak 198 siswa SMA/MA dan SMK di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak lulus Ujian Nasional (UN). Angka kelulusan UN saat naik menjadi 99,9 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini siswa yang dinyatakan tidak lulus hanya 0,79 persen atau kurang dari 1 persen saja. "Tahun ini angka kelulusanya meningkat lebih baik dari sebelumnya yang mencapai 5 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji kepada wartawan di kantor Jl Cendana Yogyakarta, Senin (16/5/2011). Menurut dia, seluruh siswa SMA/MA dan SMK yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 41.700 siswa. Sebanyak SMA/MA dan SMK peserta UN, 198 di antaranya tidak lulus. Siswa SMA/MA yang tidak lulus sebanyak 148 siswa. Sebanyak 50 siswa SMK dinyatakan tidak lulus UN. Baskara mengatakan berdasarkan program studi, angka ketidaklulusan tertinggi SMA dan MA adalah jurusan IPS dengan jumlah siswa tidak lulus 114 siswa. Urutan kedua adalah jurusan IPA sebanyak 31...

Ki Timbul Hadiprayitno, Dalang Favorit Dua Presiden Meninggal Dunia

Yogyakarta - Ki Timbul Hadiprayitno (79), dalang gaya Yogyakarta asal Bantul meninggal dunia. Ki Timbul merupakan salah satu dalang sepuh (tua) yang menjadi dalang favorit dua mantan Presiden Indonesia. Ki Timbul semasa hidupnya menjadi dalang favorit dan kesenangan (alm) HM Suharto dan (alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ki Timbul meninggal dalam usia 79 tahun di rumahnya di Dusun Patalan, Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul, Selasa (10/5/2011) pukul 01.30 WIB. Hingga akhir hayatnya almarhum tetap giat mendalang dengan gaya (gagrak) Yogyakarta. "Bapak meninggal karena sudah sepuh tadi pagi sekitar pukul 01.30 WIB. Sejak tahun lalu juga sudah banyak mengurangi kegiatan mendalang," kata anak Ki Timbul, Kasidi. Rencananya almarhum akan dimakamkan di makam dusun setempat di Patalan, Jetis, Bantul. Ki Timbul sampai saat ini masih tercatat sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta dengan pangkat Mas Rio Cermo Manggala. Dia lahir di Desa Jenar, Bagelan, Purworejo pada tahu...

PMI DIY Desak DPR Sahkan RUU Lambang Palang Merah

Yogyakarta - Ratusan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DI Yogyakarta memperingati hari jadi ke-148 Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Mereka menuntut pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Lambang Palang Merah. Aksi pada Senin (9/5/2011) dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dilanjutkan berjalan kaki melewati kawasan Malioboro dan berakhir di titik nol kilometer Yogyakarta atau simpang empat Kantor Pos Besar. Saat longmarch, peserta membagi-bagikan berbagai leaflet mengenai gerakan palang merah dan bulan sabit merah kepada warga yang melintasi di Malioboro. Dalam aksi itu mereka juga membawa satu mobil Haglund yang dulu digunakan saat operasi SAR di Merapi, serta beberapa mobil operasional PMI. Beberapa orang peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia serta membawa poster-poster kegiatan kemanusiaan. Hal itu juga untuk mempertegas gerakan PMI, berbeda-beda budaya namun tetap satu gerakan. ...