Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Harian Jogja

Administrasi Bantuan Sosial Ditertibkan

SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman menertibkan administrasi hibah bantuan sosial (bansos). Bansos bagi masyarakat tidak boleh diberikan secara berturut-turut. Penertiban ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 32 tahun 2011 tentang pemberian hibah dan bansos tidak boleh terus menerus. "Namun untuk organisasi tertentu masih boleh," kata Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Sleman, Samsidi, Selasa (18/10). Misalnya untuk KONI tetap mendapat hibah karena ada UU Keolahragaan, organisasi lain yang masih dapat hibah adalah Pramuka, PMI, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dan Karya Bakti TNI. Sementara untuk bansos masyarakat dilakukan selang-seling. Samsidi mencontohkan, proposal bansos untuk pembangunan masjid tidak boleh dua tahun berturut-turut. Misalnya akan mengajukan proposal baru lagi harus dengan susunan kepanitiaan yang berbeda atau objek lain. "Misalnya tahun ini pembangunan masjid, besok lagi bangun gorong-gor...

Pemkot Jogja Tidak Terima CPNS Tahun Ini

JOGJA—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Jogja dipastikan tidak akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Keputusan BKD Kota Jogja itu dilakukan jika berpedoman pada keputusan SKB tiga menteri. Kepala BKD Kota Jogja, Tri Widayanto menjelaskan, kemungkinan tidak akan menerima CPNS itu dilakukan sampai 2012. “Kami masih berpegang pada SKB tiga menteri, tetap kami tidak bisa untuk membuka CPNS selama SKB berlaku seperti itu,” katanya. Tri menjelaskan, dalam petunjuk SKB tersebut dimaknai pemerintahan yang memiliki belanja pegawai diatas 50 persen dari APBD maka tidak melakukan rekrutmen CPNS. Sementara bagi pemerintahan yang memiliki belanja pegawai di bawah 50 persen masih bisa melakukan rekrutmen CPNS. “Kalau melihat dari penjelasan petunjuk SKB tiga menteri, APBD Kota Jogja sudah terserap sekitar 60 persen untuk belanja pegawai sehingga tidak diperbolehkan mengangkat CPNS. Dan selama SKB tentang moratorium PNS itu belum berubah, maka kemungkin...

Tiga Server e-KTP di Bantul Rusak

BANTUL—Belum lagi dioperasikan, tiga server (perangkat jaringan komputer) untuk keperluan pembuatan e-KTP di Bantul sudah rusak. Belum dapat dipastikan kapan perbaikan akan selesai. Tiga alat server rusak itu berada di Kecamatan Srandakan, Imogiri, dan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Bantul. Camat Imogiri Abani mengatakan, server rusak itu sejak dua minggu sejak alat didistribusikan. Pihak konsorsium, katanya, telah mengambil server tersebut untuk diperbaiki, meski hingga saat ini belum selesai. “Katanya ketika itu perbaikan selesai selama satu minggu, tapi Sabtu saya tanyakan belum juga selesai. Dan dijanjikan selesai seminggu lagi,” ujar dia kepada Harian Jogja (6/10) di kompleks Kantor Bupati Bantul, Kamis (6/10). Akibat kerusakan tersebut, dia mengaku belum dapat memastikan kapan wajib KTP 53.000 di daerahnya dapat dilayani. ”Pada prinsipnya, kalau alat siap,kami siap sebar undangan,” ujarnya. Kepala Bidang Pendaftaran Dinas Kepe...

Quick Count JSI: Perolehan suara Hati Paling Tinggi

JOGJA—Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) melalui perhitungan cepat pelaksanaan pilkada Kota Jogja menyebutkan perolehan suara pasangan calon Walikota Jogja Haryadi Suyuti–Imam Priyono (Hati) paling tinggi. Sesuai hasil survey yang dilakukan oleh JSI menyebutkan pasangan nomor urut satu Zuhrif Hudaya-Aulia Reza memperoleh 9,65 persen suara. Pasangan nomor urut dua Hanafi Rais-Tri Harjun Ismaji memperoleh 41,97 persen suara. Pasangan nomor urut tiga Haryadi Suyuti-Imam Priyono memperoleh 48,38 persen suara. Direktur Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Eko Kusmayadi menjelaskan, survei yang dilakukan timnya menggunakan sistem sampling. Dari 838 jumlah seluruh TPS, digunakan sampling sebanyak 280 TPS. “Dalam survei ini kami menggunakan sistem sampling dengan 280 TPS. Suara yang dihitung dalam perhitungan cepat tersebut hanya suara sah saja dari 280 TPS. Total suara yang masuk adalah 67.539 suara," katanya, Minggu (25/9). Survei yang dilakukan oleh JSI menggu...

Razia Warung Kelontong, Satpol PP Sleman Amankan 50 liter Ciu Botolan

SLEMAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar razia minuman keras yang beredar di kalangan pedagang, Selasa (20/9) malam. Operasi dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang pelarangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol tersebut, petugas menyita 50 liter ciu serta 24 botol bir golongan A yang dijual bebas di warung kelontong dan rumah makan. Dalam Perda yang boleh menjual adalah hotel, bandara, kafe, pub, rumah makan selaka dan talang kencana (yang memiliki lambang garpu dan sendok). Kepala Seksi Penegak Perundangan Satpol PP Sleman, Sunarto menjelaskan, semua barang bukti diambil dari empat pedagang miras di beberapa wilayah yakni, dari Yatmi, 60, ruko Denggung Tridadi Sleman, Suwarto, 32, warung makan padang di Grojogan Sariharjo Ngaglik, Babut Suryono, 39, toko kelontong di Kutu Dukuh Sinduadi Mlati dan Sarkijan, di Dusun Jaban, Tridadi, Sleman. Razia sebenarnya dilakukan di tujuh lokasi namun tiga lokasi lainnya sudah tut...

20 Bus Trans Jogja Akan Dilelang

JOGJA—Pemprov DIY berencana melelang 20 unit bus Trans Jogja hibah dari pusat ke provinsi. Bus-bus tersebut saat ini belum dioperasikan secara resmi karena menunggu Keppres hibah dari presiden. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi DIY, Tjipto Haribowo, Kamis (15/9) mengatakan, rencana lelang dilakukan karena DPRD DIY tak menyetujui ada nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov dengan pihak ke tiga yakni PT. JTT untuk mengelola bus tersebut karena belum mengantongi Keppres hibah, seperti MoU yang dilakukan terhadap 54 bus yang ada saat ini sehingga plat kuning dapat keluar. Bila ternyata setelah Keppres hibah turun, MOU tetap tidak disetujui dewan, Tjipto mengaku pihaknya bakal melelang bus tersebut. Lelang rencananya dilakukan tahun depan setelah kelengkapan surat menyurat selesai. “Kalau memang tidak di-MoU-kan kami akan lelang untuk jalur empat. Selama ini yang disetujui MoU hanya 54 untuk jalur satu, dua dan tiga. Mungkin 2012 baru bisa dilelang,” terangnya. D...

Nama Bupati Sleman Dicatut Penipu

SLEMAN—Masyarakat, khususnya para pengusaha di Sleman diminta berhati-hati karena akhir-akhir ini muncul oknum yang mengaku sebagai Bupati Sleman, Sri Purnomo. Oknum ini menghubungi pengusaha untuk meminta sejumlah uang. Kabag Humas Endah Sri Widiastuti mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan dari salah satu pengusaha yang sempat dihubungi oknum tersebut, dia telah didatangi orang yang mengaku ajudan Bupati Sleman. Pada hari Jumat (9/9) pelapor dihubungi seseorang yang mengaku Bupati Sleman. Oknum yang menggunakan nomor ponsel 0812 86525557 ini meminta uang Rp1 miliar untuk keperluan mencairkan dana anggaran dari pusat untuk Kabupaten Sleman. Oknum tersebut mengatakan jika kondisi APBD Sleman yang defisit perlu ditutup. “Bahkan, oknum itu menjanjikan setelah dana cair, maka uang tersebut akan segera dikembalikan. Oknum tersebut juga meminta agar uangnya ditransfer melalui ATM,” kata Endah Senin (12/9). Atas kejadian tersebut, Bupati Sleman meminta kepada seluruh...

Dinkes Kota Jogja Bentuk Tim Cegah Flu Burung

Harian Jogja—Dinas Kesehatan Kota Jogja membentuk tim khusus guna menanggulangi penyebaran flu burung di wilayah Kota Jogja. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tuty Setyowati menjelaskan, sejak 2010 sampai saat ini tidak ditemukan adanya kasus flu burung di Kota Jogja. Namun menyusul ditemukannya suspek menjangkitnya virus H5N1 di Bantul belum lama ini, Dinkes Kota Jogja pun melakukan sejumlah antisipasi. Menurut Tuty persiapan tersebut meliputi optimalisasi tim khusus yang bertugas sebagai survelen. Tim tersebut di antaranya Partisipation Deseas Serching Respon (PDSR). Tim itu dijelaskan Tuty terdiri dari Disperindagkoptan Kota Jogja, dan tim Distri Survelen Oficial (DSO) dari Dinkes. Tim ini akan melakukan pemantauan di wilayah yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyebaran flu yang berasal dari unggas ini. “Sebagai antisipasi persebaran flu burung Dinkes Kota telah menyiapkan tim DSO dan PDSR. Mereka bertugas untuk memantau atau sebagai survelen pada wilayah yang be...

Irfan Bachdim Segera Ke Bantul

SLEMAN—Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sepekan terakhir ini sepi mendadak ramai pada Senin (5/9). Penyebabnya, para pemain Timnas Indonesia U-23 berlatih di lapangan milik pemerintah tersebut. Terlihat di pinggir lapangan sejumlah mahasiswa yang ingin melihat idola mereka di timnas. Tercatat Kim Jeffry Kurniawan dan Yonki Aribowo menjadi pemain yang paling diidolakan di antara para mahasiswa tersebut. Berbeda dengan pemain bintang lainnya, kedua pemain itu sudah merumput sejak timnas latihan perdana di Jogja untuk sepekan ke depan ini. Yang absen dalam latihan perdana tersebut di antaranya Patrick Wanggai yang sedang berduka lantaran pemakaman ayahnya. Kemudian ada dua pemain naturalisasi yakni Diego Michels dan Ruben Wuarbanaran yang izin untuk menyelesaikan administrasi klubnya di Pelita Jaya dan ada juga Dendi Santoso yang izin untuk mengurus izin dari klubnya di Surabaya. Meski masih banyak yang absen, pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmaw...

Sabtu Depan Bakal Jadi Puncak Kemacetan Jogja

JOGJA—Situasi lalu lintas di beberapa ruas jalan Kota Jogja hingga Rabu (31/8) masih landai. Peningkatan arus lalu lintas diperkirakan baru akan terjadi pada Sabtu (3/9) bersamaan dengan puncak arus balik Lebaran. Petugas posko pemantauan Pos Besar Jogja, Ipda Suratiyono, menjelaskan beberapa ruas jalan tersebut diantaranya di jalan Senopati, jalan Ahmad Dahlan serta perempatan Pos Besar (titik nol kilometer). Seperti ruas jalan lain, jalan Malioboro, puncvak kepadatan arus lalu lintas di jalan Malioboro juga akan terjadi pada Sabtu (3/9). "Kendaraan yang lewat didominasi kendaraan luar kota [Jogja]. Bisa dilihat dari plat nomornya," kata Ipda Suratiyono kepada Harian Jogja, Rabu (31/8) sore. Menurutnya, situasi lalu lintas di sejumlah titik itu terhitung ramai adalah pada dua malam terakhir, Senin (29/8) serta Selasa (30/8). "Macet kemarin itu karena ada takbir keliling," kata Suratiyono. Hal senada diungkapkan petugas pos pemantauan arus mu...

Bupati: Kulonprogo Siap Buka Puskesmas 24 jam

KULONPROGO—Tantangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diutarakan saat pelantikan Bupati dan Wabup Kulonprogo Rabu (24/8) lalu terkait dengan pelaksanaan Puskesmas 24 jam, ditanggapi Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, dengan positif. Bupati yang baru saja dilantik ini menegaskan pihaknya siap untuk melaksanakan kebijakan tersebut. "Membuka Puskesmas 24 jam itu sangat memungkinkan bagi kami," ujarnya belum lama ini. Menurut Hasto yang juga berlatar belakang sebagai seorang tenaga kesehatan, kondisi Puskesmas di Kulonprogo sudah cukup layak. Mulai dari jumlah SDM hingga pada kualitas bangunan dan kelengkapan peratalan medis. "Saya rasa sangat siap jika harus dibuka 24 jam. Terlebih saya lihat di beberapa kecamatan punya lebih dari satu Puskesmas," katanya. Meski begitu, ia tidak menampik jika keterbatasan jumlah dokter merupakan satu-satunya kendala yang ada jika Puskesmas dibuka 24 jam. "Jumlah dokter kami yang minim sangat tidak memungk...

Harga Beras Naik, Tak Perlu Panik

JOGJA—Meskipun harga beras mengalami kenaikan, masyarakat tidak perlu panik, karena stok beras untuk wilayah DIY mencukupi. Selain itu lonjakan harga beras di DIY tidak akan setinggi wilayah lainnya di Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Darsono Imam Yuwono, Kepala Perum Bulog divre Jogja, belum lama ini. Ditemui di ruang kerjanya, ia mengatakan bahwa begitu harga beras mulai naik sekitar bulan Juli, pemerintahkabupaten/kota di DIY meminta Bulog segera mengeluarkan persediaan beras pada akhir Juli lalu. Persediaan tersebut, lanjutnya, merupakan jatah untuk bulan Agustus. Hal tersebut dilakukan agar harga beras tidak melonjak tinggi. "Jadi nanti pada akhir Agustus, akan digelontorkan jatah dari bulan September, dan seterusnya. Nanti pada Desember, janjinya, dari pemerintah pusat akan memberikan jatah bulan ke-13," ujarnya. Jadi menurut Darsono, masyarakat tidak perlu risau dengan melonjaknya harga beras. Informasi yang dihimpun di pasar Beringharjo, beras C4 da...

Kunker DPRD Bantul Telan Setengah Miliar Lebih

BANTUL—Puluhan anggota DPRD Bantul kembali mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke luar pulau Jawa. Kali ini, anggaran yang dikeluarkan mencapai setengah miliar lebih. Padahal belakangan, Bantul menuai banyak sorotan lantaran 71 persen APBD habis hanya untuk belanja pegawai. Kunker anggota dewan ke luar Jawa tersebut merupakan kali ke dua pada tahun ini. Bila tak ada aral melintang, puluhan anggota dewan beserta stafnya tersebut bakal berangkat Selasa (26/7) hingga 30 Juli nanti. Kepala Bagian Persidangan DPRD, Endang Krisvianti saat ditemui, senin (25/7) mengatakan, seluruh anggota dewan atau sebanyak 45 orang mengikuti agenda rutin tersebut didampingi dua hingga tiga orang staf tiap komisi (total empat komisi). Sesuai Satuan Harga Barang dan Jasa (SHBJ), tiap peserta menghabiskan biaya hingga Rp10 juta. Komplit untuk biaya transportasi, akomodasi, konsumsi hingga biaya lainnya. Bila dihitung dengan perkiraan minimal, yakni 45 anggota dewan di tambah delapan orang staf komisi (sat...

Polsek Depok Timur Razia 134 Liter Ciu

SLEMAN—Sebanyak 134 liter ciu yang dikemas dalam empat drum 60 liter dan 27 botol air mineral ukuran 600 mililiter, serta 11 botol Anggur Orangtua (AO) berhasil diamankan petugas Polsek Depok Timur, Jumat (22/7) pagi. Miras itu didapatkan dari operasi yang digelar di dua tempat yang berbeda. Operasi dipimpin langsung Kapolsek Depok Timur, Kompol Agus Tri Wiratmo di dua penjual miras yang berada di dusun Maguwo, Maguwoharjo Sleman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cipta kondisi jelang Ramadhan dan juga berdasarkan laporan sejumlah warga terkait masih maraknya penjualan miras. Di rumah Dodi, 30, penjual bensin eceran petugas berhasil mengamankan sebanyak 134 liter ciu yang disimpan dalam empat jerigen, sedangkan sisanya disimpan dalam botol air mineral 600 mililiter. "Untuk AO, kami dapatkan dari pemilik toko kelontong, Sastro Mujinem, 67, warga bedrek Maguwoharjo, Sleman," terang Kapolsek. Akibat perbuatannya, kedua penjual miras itu terancam terkena tindak ...

TKI Bantul Terancam Tangannya Dipotong

BANTUL—Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmirasi (Disnakertrans) Bantul Didik Warsito memastikan, TKI asal Trimulyo, Jetis, Sri Wahyuni yang terancam dipotong tangan di Arab Saudi tak terdata di lembaganya. Pasalnya, kata dia, sejak 2008 Pemkab Bantul menghentikan pengiriman TKI untuk pembantu rumah tangga. Meski begitu, menurutnya, lembaganya segera berkoordinasi dengan Disnakertrans DIY. “Kemungkinan data tidak terekam, apalagi kalau berangkat bukan dari Jogja. Tapi bagaimanapun ini harus kami telusuri,” ujarnya. Sementara itu Gubernur DIY Sir Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Sri Suryawidati mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. “Saya malah belum dengar, dari mana berangkatnya, akan segera saya tanyakan ke Disnakertrans,” ujar Sultan usai peringatan HUT ke-180 Kabupaten bantul, Rabu (20/7). Sri Surya Widati juga mengaku belum mengetahui kabar tersebut. “Saya belum tahu. Apalagi kami tidak pernah kirim TKI untuk pembantu rumah tangga, tapi ini segera saya tany...

Dihajar Massa, Lima Rampok di Bantul di Dor Polisi

KASIHAN—Kawanan perampok kapak merah berjumlah enam orang beraksi di gudang distribusi produk PT Unilever Indonesia Tbk yang berada di lingkar selatan,Dusun Jadan,Tamantito, Kasihan,Bantul. Namun belum sempat membawa kabur isi gudang, polisi mencium kejadian itu dan meringkus lima perampok setelah mendapatkan informasi dari warga. Polisi menduga keenam perampok tersebut adalah kawanan perampok lintas provinsi. Pasalnya perampok melakukan aksinya dengan sangat profesional . Kapolres Bantul AKBP Sri Suari mengaku masih akan mensinergikan dengan sejumlah daerah. ”Pelaku diduga sindikat perampok lintas provinsi,” ujarnya di Mapolres Bantul kepada wartawan, Rabu (13/7). Dari enam pelaku, lima pelaku berhasil di ringkus. Yakni Jhanikey Manurung,28, warga Bekasi, Jawa Barat; Fowel Ikhsan,33 Bekasi Jawa Barat;Abdul Wakas,37,warga Palembang;Saut Tambunan,39 Siantar,Medan;Halilintar,35 Jambi. Dan berinisial AI yang berhasil kabur saat penggerebekan. Proses penangkapan pun berlangusn...

Sleman Bakal Punya 33 Titik Internet

SLEMAN—Sebanyak 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman akan mendapatkan layanan internet melalui program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Sebanyak 33 titik akan disalurkan internet subsidi berbayar sehingga biayanya lebih murah. Program yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut bertujuan memberikan layanan internet untuk masyarakat luas melalui program Desa Pintar. “Sebanyak 17 kecamatan mendapat 33 titik. Maksimal satu kecamatan dua titik yang akan selesai akhir bulan Juli ini,” kata Direktur PT Sarana Insan Muda Selaras (SIMS) Eka Indarto di KUD Bandung Bondowoso Madurejo Prambanan. SIMS adalah mitra Kemenkominfo yang ditunjuk sebagai penyedia layanan internet Kecamatan. Menurut Eka, pihaknya sudah mengirimkan alat ke seluruh titik di Sleman. Selanjutnya tinggal dilakukan proses instalasi dan koneksi. “Semua titik sudah tersalurkan tinggal proses instalasi dan on saja,” imbuh Eka. Meski demikian, sudah ada empat titik yang sudah dioperasik...

Bus Tabrak Dua Mobil di Depan Kopma UGM

SLEMAN—Diduga ingin mengejar lampu hijau, Sebuah bus kota jalur 2 menabrak pagar besi Sekolah Vokasi UGM di Jalan C Simanjuntak, Rabu (6/7) siang. Bus bernomor polisi AB 7433 AK tersebut juga sempat menabrak dua mobil lain. Mobil KIA Visto bernomor polisi AB 1022 KZ terserempet di bagian belakang. Pemilik mobil mengaku sedang berkendara dari arah selatan menuju utara. "Tadi mau naik ke trotoar untuk minggir, tapi tetap kena," ujarnya kepada Harian Jogja di lokasi. Seorang saksi mata mengatakan, bus warna kuning bertuliskan 'Gundul' pada kaca depannya itu melaju kencang dari arah utara ke selatan. "Tadi langsung nabrak dua mobil. Penumpangnya di dalam langsung turun. Kayaknya remnya blong," ujar Tari yang saat kejadian tengah berada di shelter Trans Jogja di jalan tersebut. Satu mobil lain yang ikut tertabrak adalah Kijang Innova. Menurut pemilik mobil, bus tersebut melaju kencang untuk mengejar lampu hijau. Sopir langsung dilarikan ke rumah...

Sleman Belum Batasi Penerimaan CPNS

SLEMAN—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman belum membatasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sesuai anjuran pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebelumnya mengingatkan daerah untuk menertibkan pegawai honorer dan merasionalkan kebutuhan aparatur negara secara ideal. Kepala BKD Sleman Iswoyono Hadiwarno mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi terkait hal tersebut, sehingga usulan penerimaan CPNS tahun ini tetap 1.250 formasi. ”Jumlah CPNS yang kami ajukan terhitung banyak, kami belum khawatir. Kalau sudah ada putusan surat resminya kami siap melaksanakan,” katanya kepada wartawan, Kamis (30/6). Usulan tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah pegawai yang pensiun tahun ini yang mencapai 503 pegawai. Menurut dia, usulan lebih banyak karena usulan belum tentu disetujui semua. Tahun 2010 BKD mengajukan usulan 1.500 formasi dan hanya setujui 180 formasi.(Harian Jogja/Akhirul Anwar) Translate Using Google Translate May Need Gra...

Pusat Masih Utang Rp7 M Ke Guru Bantul

BANTUL--Pemerintah pusat masih utang hingga Rp7 miliar kepada ribuan guru di Bantul yang belum mendapat tunjangan sertifikasi secara utuh. Pemkab Bantul memastikan, utang tersebut bakal dibayar pada 2012 mendatang. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bantul Abu Dzarin Norhadi mengatakan, utang tersebut khusus tunjangan sertifikasi guru pada 2010. Pasalnya tahun lalu terjadi kenaikan gaji pegawai, sehingga tunjangan sertifikasi kepada ribuan guru otomatis naik, karena jumlah tunjangan sesuai gaji pokok. Pemerintah pusat, kata Abu, tak mengantisipasi APBN dengan bertambahnya beban anggaran. Alhasil kala itu ada tiga opsi yang ditawarkan pemerintah pusat kepada daerah. Pada intinya membolehkan tunjangan sertifikasi tak diberikan penuh, sisanya bakal dibayar pemerintah pusat belakangan. “Ada tiga opsi kala itu. Salah satunya tunjangan diberikan semua tapi hanya sampai bulan ke berapa. Tapi kami pilih opsi ke tiga yakni berdasarkan persentase. Semuanya tetap...