Skip to main content

Pemkot Jogja Tidak Terima CPNS Tahun Ini

JOGJA—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Jogja dipastikan tidak akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.

Keputusan BKD Kota Jogja itu dilakukan jika berpedoman pada keputusan SKB tiga menteri. Kepala BKD Kota Jogja, Tri Widayanto menjelaskan, kemungkinan tidak akan menerima CPNS itu dilakukan sampai 2012. “Kami masih berpegang pada SKB tiga menteri, tetap kami tidak bisa untuk membuka CPNS selama SKB berlaku seperti itu,” katanya.

Tri menjelaskan, dalam petunjuk SKB tersebut dimaknai pemerintahan yang memiliki belanja pegawai diatas 50 persen dari APBD maka tidak melakukan rekrutmen CPNS. Sementara bagi pemerintahan yang memiliki belanja pegawai di bawah 50 persen masih bisa melakukan rekrutmen CPNS.

“Kalau melihat dari penjelasan petunjuk SKB tiga menteri, APBD Kota Jogja sudah terserap sekitar 60 persen untuk belanja pegawai sehingga tidak diperbolehkan mengangkat CPNS. Dan selama SKB tentang moratorium PNS itu belum berubah, maka kemungkinan besar Jogja tidak akan ada penerimaan CPNS sampai 2012,” katanya di Balaikota.

Menurutnya, SKB yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut telah menetapkan moratorium CPNS selama 16 bulan terhitung mulai 1 September. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jogja termasuk pemerintah daerah yang menganggarkan 60 persen APBD untuk belanja pegawai sehingga harus mengikuti SKB Tiga Menteri tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Organisasi Pemerintah Kota Jogja, Kris Sardjono Sutejo menjelaskan, pemerintah daerah akan terus mematangkan rencana outsourching untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Langkah outsourcing dilakukan sebagai bentuk antisipasi kekurangan pegawai.(Harian Jogja/Rina Wijayanti)

Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Jogja City Government Not Accept CPNS This Year

JOGJA-Regional Personnel Agency (BKD) All Title certainly not going to accept candidates for Civil Servants (CPNS) this year.

All Title BKD decision was made ​​if guided by the decision of the three ministerial decree. The head of Yogyakarta BKD, Tri Widayanto explained, probably will not accept CPNS was done until 2012. "We still hold on to decree three ministers, still we were not able to open the CPNS for the LCS to behave like that," he said.

Tri explained in the instructions that the decree would have meant government expenditure above 50 per cent of the budget then do not do recruitment CPNS. While the government has expenditure below 50 per cent employee can still perform CPNS recruitment.

"If you look at the instructions of the explanation SKB three ministers, Jogja budget has absorbed about 60 percent for personnel expenditure so it is not allowed to lift CPNS. And during the LCS about the moratorium that civil servants had not changed, then most likely there will be no acceptance of Jogja CPNS to 2012, "he said at City Hall.

He said the decree signed by the Minister of Home Affairs, Minister of Finance and Minister of Administrative Reforms CPNS has set a moratorium for 16 months commencing from 1 September. He said the City Government of Yogyakarta, including local governments that have budgeted 60 percent of the budget for personnel expenditure and should follow the ministerial decree.

When confirmed, the Head of the Organization of the City of Jogja, Kris Sardjono Sutejo explains, local governments will continue to finalize plans outsourching to meet the needs of employees. Step outsourcing done as a form of anticipation of an employee shortage.

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...