Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Artikel

Mbah Redjo, Potret Kemandirian Seorang Nenek

Liputan6.com, Yogyakarta: Saat matahari belum bangkit dari peraduan dan ayam jantan masih lelap dibuai malam, Rubiyah yang biasa dipanggil Mbah Redjo justru tengah sibuk mengemasi mainan dagangannya. Usai salat Subuh ia pun berangkat menuju pasar. Tak ada kawan maupun pengantar, hanya derap langkah kaki tua yang menemani Mbah Redjo menyusuri jalan sepanjang 15 kilometer dari Dusun Pandes di Bantul, Yogyakarta. Dibutuhkan waktu dua jam untuk mencapai Pasar Gamping, Sleman, tempatnya mengais rupiah. Di sebuah lapak kecil, nenek berusia 80 tahun ini menggelar dagangannya. Mainan buatan Mbah Redjo dijual dengan harga antara Rp 1.000 hingga Rp 4.000. Rata-rata ia bisa mendapat Rp 25 hingga Rp 50 ribu. Nilai itu cukup untuk modal dan makan selama dua hari. Semangat Mbah Redjo ini menjadi inspirasi bagi pedagang lain di Pasar Gamping. Meski sudah uzur, Mbah Redjo tak mau berpangku tangan dan tetap memproduksi beragam mainan kegemaran anak-anak. Mata tuanya tak boleh lengah, karena b...

Perilaku Siswa Pasca-UN

Konvoi hura-hura sepeda motor disertai aksi corat-coret seragam sekolah pasca-Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2011 yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak,UN yang baru saja usai seolah-olah dimaknai sebagai pencapaian puncak karier akademik mereka. Pakaian seragam yang semestinya masih baik digunakan dan masih layak disedekahkan ke siswa yang kurang mampu, dicorat-coret hanya untuk meluapkan kegembiraan yang emosional.Para pelajar sepertinya telah yakin bahwa mereka akan lulus UN dan oleh karena itu, mereka pantas merayakan kegembiraannya di jalan raya dengan cara-cara yang kurang terpuji. Nilai-nilai moralitas yang diajarkan selama mengenyam pendidikan sirna hanya karena kegembiraan dan luapan emosi sesaat. Apakah persoalan tersebut menyangkut krisis identitas? Pakar psikologi,Grotevant dan Cooper (1998), menyatakan bahwa masa remaja adalah masa pencarian identitas di mana mereka sering kali mengembangkan identitas personal yang uni...

Madain Shaleh, Kota Kuno di Bukit Berbatu

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi anda yang melakukan ibadah haji atau umrah, tentu akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat-tempat ziarah yang terdapat di sekitar kota Makkah atau Madinah. Salah satu tempat yang biasa atau dapat dikunjungi wisatawan atau peziarah adalah Madai'n Saleh, sebuah kota kuno yang terletak di Arab Saudi bagian utara. Mada'in Saleh disebut juga Al-Hijr—atau Hegra dalam bahasa Yunani—terletak sekitar 1.400 kilometer sebelah utara Riyadh. Sebutan Al-Hijr digunakan hingga abad ke-14 M, dan sekarang lebih dikenal dengan nama Madai'n Saleh, menisbatkan pada Nabi Saleh as. Mada'in Saleh dianggap sebagai salah satu kota yang paling penting dan kuno tertua di Arab Saudi. Situs bersejarah ini terletak di barat laut kota Al-Ula, dalam posisi strategis di salah satu rute yang paling penting pada masa perdagangan kuno. Kawasan ini menghubungkan selatan semenanjung Arab ke utara, seiring dengan majunya pusat ekonomi dan kebudayaan Mesopotamia, Suriah d...

Pemimpin Bijaksana

Oleh Toha MT Suatu saat ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat selesai melaksanakan shalat berjamaah, Umar bin Khattab salah satu sahabat dekat Rasul yang berada di shaf depan merasa terganggu pikirannya. Setiap gerakan Rasulullah SAW di depan para sahabat terasa berat dan sukar. Terdengar bebunyian yang demikian mencolok seolah persendian beliau saling bergesekan satu sama lain. Shalat kali ini terasa lebih lama dari biasanya. Usai shalat, Umar ra yang begitu khawatir dengan kondisi Rasulullah mendatangi beliau. Dengan hati-hati Umar duduk di sisi beliau yang serta-merta beliau sambut dengan senyuman. “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau sedang menanggung penderitaan yang sangat berat, sakitkah engkau, ya Rasul?” tanya Umar. Rasulullah SAW tersenyum sambil menggeleng, “Tidak wahai Umar, Alhamdulilah aku sehat. “Mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuhmu, kami mendengar seolah-olah sendi tubuhmu saling bergesekan?” Umar memperlihatkan ekspresi wajah prihat...

Kemiskinan Bukan Takdir Allah yang tak Dapat Diubah

Republika.co.id | "Allah telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu minta (butuhkan dan inginkan). Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat aniaya lagi sangat kufur." (QS Ibrahim [14]: 13). Kemiskinan senantiasa menjadi isu sentral di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara-negara lain pun, termasuk negara adidaya, tak luput dari kemiskinan. Pun begitu dengan Indonesia. Negara kita setelah kemerdekaan hingga sekarang memiliki problem kemiskinan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah Muslim terbesar, hendaknya kita berpikir untuk menyelesaikan kemiskinan dengan landasan nilai-nilai luhur keislaman. Secara hakikat, seluruh manusia tak berada pada kemiskinan. Ayat yang dikutip di atas mengindikasikan semiskin dan sefakir apa pun seseorang, ia masih diberikan nikmat tak terhingga oleh Allah. Kendati mendapatkan kesulitan dalam memperoleh keamanan finansial, kita masih diberi nikmat-...

Ada Lho Kiat Mengupayakan Anak Perempuan, Mau Tahu?

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Anak memang mutlak pemberian Tuhan dan manusia tak bisa menentukan bakal mendapat anak lelaki atau perempuan. Namun, bukan berarti manusia tak bisa berupaya. Bagi yang mengidamkan kelahiran anak perempuan,mungkin anda bisa menerapkan tips sederhana berikut, konsumsilah buah nanas dan hindari mengkonsumsi buncis dan keju. Tips tersebut merupakan kesimpulan riset tentang pengaruh makanan selama hamil dalam menentukan jenis kelamin si jabang bayi. "Kombinasi makanan, waktu berhubungan suami istri dan mengecat warna kamar menjadi merah jambu merupakan kunci rahasia mendapatkan anak perempuan," ungkap peneliti seperti dikutip dari dailymail, Ahad (5/9). Selain itu, peneliti juga menyarankan kepada calon ibu untuk tidak mengkonsumsi makanan kaya kalium seperti ikan Teri, daging, Salmon, udang, nasi, keju, kentang, daging olahan, roti dan kue kering. Sebaliknya, mereka disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya Kalsium dan Magnesium seperti yogurt...

Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Menjemput Rezeki

Oleh A Riawan Amin Sejatinya, Allah SWT telah menjamin rezeki makhluknya. “Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang akan memberi rezekinya.” (QS Hud [11]: 6). Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Permasalahannya, kerap kali manusia lebih berorientasi menunggu rezeki daripada menjemputnya. Lebih mementingkan selera pribadi dalam memilih sumber rezeki ketimbang merebut kesempatan di depan mata. Lebih mengutamakan cara yang cepat daripada berletih-letih dalam menggapainya. Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan menggunakan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Yang pasti, dua kebaikan perlu diperhatikan. Pertama, rezeki yang didapatkan adalah yang baik. “Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 1...