Skip to main content

Posts

Showing posts with the label listrik

Yogya Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Dua negara akan membantu proyek percontohan ini Yogyakarta - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih menjadi proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi. Penilaian yang dilakukan PT (Persero) Energi Management Indonesia atas 10 provinsi akhirnya menjadikan DIY yang terpilih. Manajer Sekretariat Bersama Tempat Pembuangan Akhir, Kartamantul Ferry Anggoro Suryokusumo, mengatakan bahwa yang menjadi pertimbangan  DIY yang terpilih sebagai pilot project pengolahan sampah menjadi energi  karena memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) regional yang digunakan oleh banyak daerah,  Yogyakarta, Sleman dan Bantul atau disingkat  Kartamantul). Dari sisi volume sampah cukup banyak yakni 3.500 ton per hari, tata letak  TPA sudah memenuhi syarat dibandingkan yang lain dan volume sampah di Kartamantul terbanyak kedua setelah DKI Jakarta. "Kriteria TPA yang ada di DIY sudah memenuhi peryaratan seperti yang dikehendaki  PT (Persero) Energi Manage...

PLN Gencarkan Program Grasss II

YOGYA (KRjogja.com) - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Area Pelayanan Jaringan Yogyakata menggencarkan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Grasss) tahap kedua untuk meningkatkan layanan dan menuntaskan daftar tunggu tahun 2011 yang mencapai 1.500. Hal tersebut diungkapkan Kepala PLN APJ Yogyakarta, Furqon Tanzala, Minggu (19/6) dan mengaku selama ini calon pelanggan belum terlayani permintaan penyambungan baru karena terbentur beberapa kendala seperti terbatasnya daya tampung pembangkit, overload trafo hingga perlu perluasan jaringan dari tegangan rendah ke tegangan menengah termasuk minimnya material. "Selain menghabiskan daftar tunggu, Kamu juga mengimbau para petugas di lapangan tidak membiarkan masyarakat menunggu sambungan tanpa ketidakpastian. Tugas utama PLN adalah menyambung calon pelangan dengan cepat dan ini yang diutamakan dalam program Grasss," tandasnya. Karena itu, Furqon berharap bisa melindungi masyarakat dari praktek curang dalam penyambungan baru...

Pakar UGM Nilai RI Tetap Perlu Bangun PLTN Untuk Cukupi Listrik

Yogyakarta - Meskipun krisis PLTN Fukushima Jepang menjadi contoh bahayanya energi nuklir, Indonesia tetap dinilai perlu membangun PLTN. PLTN dinilai dapat memenuhi kebutuhan listrik Indonesia di masa depan. "Kebutuhan energi di Indonesia saat ini cukup kritis. Pembangunan PLTN di Indonesia diharapkan bisa mengatasi kemungkinan adanya krisis energi," kata Ketua jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Sihana kepada wartawan di Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (22/3/2011). Menurut dia uranium sebagai bahan bakar energi nuklir belum dieksplorasi secara maksimal. Uranium diperkirakan akan habis pada masa 30 tahun mendatang. Oleh karena itu teknologi nuklir akan beralih ke teknologi nuklir lain yang lebih canggih. "Untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Kita tinggal memilih untuk memulai sekarang atau nanti," kata Sihana. Dia mengatakan pendirian PLTN di Indonesia memerlukan beberapa syarat yang matang. Belajar dari pengalaman rea...

Listrik 'byar-pet' Rezeki Seret

HARIAN JOGJA: Kebiasaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) soal listrik mati tanpa sebab belum hilang. PLN pun dianggap tidak menghargai hak para konsumen dan merugikan industri kecil-menengah. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jadin C Jamaludin mengatakan mati listrik selama lima menit sudah bisa merugikan pelaku bisnis industri skala kecil-menengah karena tidak memiliki genset sebagai pasokan listrik cadangan. “Kerugiannya bisa sampai jutaan,” ungkapnya saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (13/3) malam. Menurut Jadin, kerugian ditimbulkan dari matinya alat produksi yang kehilangan pasokan listrik. Meski sudah memiliki genset, Jadin meyakini listrik byar-pet tetap merugikan industri skala besar karena mesin alat produksi membutuhkan waktu sebelum akhirnya digunakan dengan mengandalkan pasokan listrik dari genset. “Misalkan tiba-tiba langsung mati. Mesin [alat produksi] butuh minimal lima menit untuk nyala lagi. Nah, selama lima menit itu industri [besar] sudah mengal...

2011, Pesisir Gunungkidul Masih Gelap

| GUNUNGKIDUL: Harapan sebagian warga masyarakat di wilayah pesisir untuk merasakan pijar cahaya dan saluran listrik tidak akan terwujud tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih menyusun perencanaan pengusulan jaringan listrik untuk kawasan pesisir ke Pemerintah Pusat dan PLN. Usulan serupa sebenarnya pernah diajukan pada 1986, namun hingga kini belum dikabulkan. Warga pesisir yang masih akan merasakan kegelapan kala malam hari sepanjang tahun ini adalah yang tinggal di sebagian Kecamatan Tepus dan Tanjungsari. Usulan pemasangan jaringan listrik di dua wilayah itu kemungkinan baru dapat dipastikan pada 2012. “Untuk tahun 2011 dipastikan belum akan bisa. DED [Detailed Engineering Design] penambangan jaringan listrik baru akan disusun,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Gunungkidul Fransiswa Andriyanti usai melakukan koordinasi tindak lanjut usulan warga pesisir, akhir pekan lalu. Penambahan jaringan listrik untuk wilayah pesisir beberapa kawasan pantai di Gunungkid...

Hawa Panas Tembus Ubin, Warga Panik dikira Dampak Merapi

Harian Jogja | KULONPROGO: Geger gunung merapi yang sudah dalam status siaga juga dikhawatirkan warga Kaliwalang, Temon Wetan, Kulonprogo. Tiga petak ubin rumah Agustinus Budi Fernanto, 42, tiba-tiba mendidih dan disangka dampak dari Gunung Merapi. Lokasi rumah Agus terbilang sangat jauh dari ancaman letusan Gunung Merapi. "Kami khawatir jika panas ini adalah salah satu efek dari meningkatnya status Gunung Merapi. Jadi istri saya langsung melapor ke Kepala Desa," ujar Agus di rumahnya, Jumat (22/10) petang. Ia menambahkan, perubahan suhu yang drastis juga terjadi di ruang tamu rumah milik Agus. Hanya saja tidak sepanas suhu di teras rumah. Karena was-was, Agus juga meminta warga dan tetangga untuk membantu mencari tahu kondisi ekstrim tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat di cek, warga menduga hawa panas terjadi akibat adanya gas alam yang mendesak keluar seperti yang terjadi di Lumpur Lapindo. Bedanya, hawa tersebut tidak disertai dengan bau y...

104.542 Pelanggan Listrik Terkena Dampak

YOGYAKARTA (SI) – Sebanyak 104.542 atau 12,97% pelanggan listrik di Provinsi DIY bakal terkena damapk secara langsung dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Meski hanya 12,97% namun diperkirakan multiplyer effect (dampak) dari kenaikan TDL akan jauh lebih besar lagi dari angka tersebut. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum,Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY Rani Sjamsinarsi,jumlah pelanggan listrik di Provinsi DIY sebanyak 805.468 pelanggan. Berdasarkan konsumsi energi listrik selama 2009 dipergunakan rumah tangga sebanyak 55,2%, unit usaha 21,4%, industri 11,2% dan pelanggan umum 12,2%. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan DPUP ESDM DIY,dari jumlah 805.468 pelanggan, jumlah pelanggan yang memasang 900 VA ke atas sebanyak 104.542 pelanggan. "Mereka itulah (pelanggan yang memasang 900 VA ke atas) yang terkena dampak secara langsung dengan kenaikanTDL," katanya,kemarin. Rani menjelaskan,dari 104.542 pelanggan di atas 900 VA sebagian besar adalah go...