Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Polisi

Polda Pecat Empat Polisi

DEPOK - Jajaran Polda DIJ memberhentikan empat anggota secara tidak dengan hormat selama kurun waktu Januari-September 2011. Empat polisi itu dipecat karena terlibat berbagai masalah pelanggaran. Keempatnya masing-masing Briptu PJP, 31, anggota Satuan Brimob yang dipecat karena meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Briptu DMW, 30, dipecat sebagai akibat tindak asusila di wilayah Seyegan, Sleman. Bripda AI, 31, dari Polres Bantul mempunyai skumplin (pelanggaran disiplin) lebih dari tiga dan telah dipidana penjara enam bulan. Terakhir Brigadir SMR, 33, dari Polresta Jogjakarta yang dipecat lantaran melakukan tindak pidana penggelapan dan meninggalkan tugas selama lebih dari 30 hari. SMR dihukum penjara selama tiga bulan. ’’Empat anggota itu diberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat sesuai aturan institusi kepolisian. Baik pelanggaran disiplin, tidak profesional atau penyalahgunaan wewenang,’...

Polsek Depok Timur Razia 134 Liter Ciu

SLEMAN—Sebanyak 134 liter ciu yang dikemas dalam empat drum 60 liter dan 27 botol air mineral ukuran 600 mililiter, serta 11 botol Anggur Orangtua (AO) berhasil diamankan petugas Polsek Depok Timur, Jumat (22/7) pagi. Miras itu didapatkan dari operasi yang digelar di dua tempat yang berbeda. Operasi dipimpin langsung Kapolsek Depok Timur, Kompol Agus Tri Wiratmo di dua penjual miras yang berada di dusun Maguwo, Maguwoharjo Sleman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cipta kondisi jelang Ramadhan dan juga berdasarkan laporan sejumlah warga terkait masih maraknya penjualan miras. Di rumah Dodi, 30, penjual bensin eceran petugas berhasil mengamankan sebanyak 134 liter ciu yang disimpan dalam empat jerigen, sedangkan sisanya disimpan dalam botol air mineral 600 mililiter. "Untuk AO, kami dapatkan dari pemilik toko kelontong, Sastro Mujinem, 67, warga bedrek Maguwoharjo, Sleman," terang Kapolsek. Akibat perbuatannya, kedua penjual miras itu terancam terkena tindak ...

Tak Ada Teroris yang Ditangkap di Yogyakarta

Liputan6.com, Jakarta: Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) membantah adanya penangkapan teroris di Yogyakarta beberapa hari lalu. Menurutnya, aksi tersebut merupakan latihan kemampuan pelopor yang digelar mendadak untuk persiapan Bulan Suci Ramadan. "Di Yogya tidak benar. Nggak ada yang ditangkap, penangkapan oleh Densus 88," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/7). Seperti diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menyergap teroris di Kulonprogo, Selasa (19/7) petang. Sejumlah anggota Brimob Polda DIY yang bermarkas di Sentolo, Kulonprogo dan Resimen Pelopor Brimob Polda DIY dikerahkan di beberapa lokasi. Jajaran Polres Sleman dan Polres Kulonprogo juga bersiaga di wilayahnya masing-masing.(MEL) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction There are no Terrorists Arrested in Yogyakarta Liputan6.com, Jakarta: Indonesian Po...

Easter Won’t Be Safe Without Public Help, Police Warn

The Bantul Police in Yogyakarta have called on local residents to help them ensure security during the Easter holiday. The police said the public was expected to help maintain security at houses of worship and public facilities. “The police should not be too confident about maintaining security. The people need to be empowered so they can participate to create secure and peaceful conditions,” Bantul Police chief Adj. Sr. Comr. Sri Suari said Wednesday. She said that without the public’s participation the police would not be able to do their job properly. “We cannot do our job at all without the participation of the people,” she said. Sri also said that 1,500 police personnel from all of police precincts in Bantul were on call on help maintain security in their respective precincts. Starting Wednesday, she said, all personnel would be responsible for the security of their respective police precincts. She said police bomb squad personnel would sweep churches for bombs on Thurs...

5 Oknum Polisi DIY Positif Pakai Narkoba

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Lima oknum anggota Polda DI Yogyakarta terbukti pengguna narkoba. Salah satu dari kelima anggota polisi itu kini telah meringkuk dalam tahanan Polda dan empat lainnya dalam pengawasan ketat. Kepala Polda DIY Brigjen (Pol) Ondang Sutarsa mengatakan, terungkapnya kasus kelima oknum polisi pengguna narkoba tersebut bermula dari pemeriksaan urine terhadap anggota Polda DIY. Pemeriksaan hanya dilakukan kepada mereka yang dicurigai. ”Dari sekitar 600 anggota yang diapelkan, 60 anggota kami curigai dari tanda-tanda fisiknya seperti berkeringat di ruangan ber-AC, mata merah, tremor, ngomong tidak jelas, dan semacamnya, lima oknum positif pengguna,” tuturnya di Mapolda DIY, Rabu (30/3/2011). Dia mengatakan, pemeriksaan bagi anggota ini merupakan tindak lanjut surat edaran Kapolri yang akan dilakukan secara berkala setiap tahun minimal sekali. ”Bagi anggota yang positif, akan kami proses ke persidangan umum. Mereka akan dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Nar...

Polisi Ringkus 4 Pencuri Motor

SLEMAN (KRjogja.com) - Jajaran Restkrim Polres Sleman berhasil meringkus empat tersangka pencuri sepeda motor di kos-kosan dengan barang bukti berupa 15 unit motor. Penangkapan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Danang Kuntadi berasal dari laporan kehilangan pada Oktober 2010. "Dari laporan polisi itu berhasil menangkap seorang pemetik, AP dan setelah didalami memiliki komplotan yang telah melakukan aksi serupa di empat lokasi berbeda," kata Kapolres Sleman, AKBP Irwan Ramaini di Mapolres, Minggu (30/1). Kapolres menjelaskan polisi akhirnya menangkap AM, KP dan EK sebagai penadah. Namun, semua tersangka masih diminta keterangan yang kemungkinan para tersangka bisa bertambah termasuk barang bukti. Sedangkan modusnya mencari kenderaan yang terparkir di halaman kos dan saat pemilik lengah, tersangka menggondolnya dengan kunci T. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah Yamaha Mio, Kawasaki Ninja dan Honda Sonix, "Kemudian diberikan penadah dan dijual ke luar daerah s...

Jogja Minim Polisi Pariwisata

RADAR JOGJA- Kota Jogjakarta menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat memasuki masa liburan. Namun sayang, aparat pendukung untuk menjamin pelayanan dan keamanan wisatawan masih terbilang minim. Pasalnya, saat ini jumlah personil polisi pariwisata di kota Jogja hanya tercatat sebanyak 35 personil yang disiagakan pada sejumlah titik. Padahal dalam masa liburan sekolah, kunjungan wisata dari luar daerah menuju kota Jogjakarta dipastikan melonjak. Bahkan akhir akhir ini sempat menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan di kota Jogja. Untuk itu, penempatan personil polisi pariwisata sebagai pihak yang berkompeten menjadi hal yang penting. "pada dasarnya melonjaknya jumlah kunjungan sudah terasa sejak bulan juni, namun puncaknya pada Juli ini. kami menerjunkan 35 personil polisi pariwisata di beberapa titik wisata, seperti malioboro, Taman pintar, dan kawasan Kraton,"kata Kepala Satuan Polisi Pariwisata, Poltabes Jogja, Kompol Pramudinto, (8/7) kemarin. Dengan minimn...