Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kraton

Kunjungi Keraton Yogya, Pangeran Norwegia Dipameri Wayang dan Keris

Yogyakarta - Putra mahkota Norwegia, Pangeran Haakon Magnus, dan putri mahkota Mette Marift mengunjungi Keraton Yogyakarta. Kedatangan keduanya disambut Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas. Tiba di keraton sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (28/11/2012), putra-putri mahkota Norwegia itu langsung memasuki Keraton menuju Gedung Jene diiringi Gending Monggang yang merupakan musik gamelan untuk menyambut tamu. Sebelum masuk ke gedung Jene, keduanya melihat pusaka keraton yang berada di depan Gedung Jene. Pusaka yang dipamerkan di antaranya wayang Kresna, Punto Dewo, dan Harjuna yang merupakan karya Sri Sultan HB I, dan wayang Bataro Guru karya Sri Sultan HB VIII serta keris berpamor meteor dan manuskrip tentang kisah Barathayuda. "Ini semua karya sendiri, bukan karya yang sifatnya mass (tidak diperjualbelikan). Ini ditunjukkan untuk memahamkan bahwa keris karya bangsa Indonesia, bukan karya Malaysia," kata Sultan. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 m...

Paripurna Penetapan Sultan Terbuka

YOGYAKARTA – Tinggal satu hari lagi, DPRD DIY akan menggelar rapat paripurna penetapan gubernur dan wakil gubernur DIY sebagai konsekuensi lahirnya Undang-Undang No 13/2012 tentang Keistimewaan DIY. Bertempat di gedung Dewan, DPRD memastikan rapat ini tetap akan bersifat terbuka untuk umum. “Tetap terbuka, dan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyaksikan,kita akan pasang pengeras suara di luar ruang paripurna agar semuanya bisa mendengar dan mengikuti langsung proses penetapan,” terang Ketua Pansus Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY,Yoeke Indra Agung Laksana kemarin.Dia memprediksi, sidang paripurna bersejarah ini akan menyedot banyak perhatian masyarakat terutama yang selama ini mendukung Keistimewaan DIY. Sementara Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku telah menyiapkan visi dan misi untuk disampaikan ke DPRD DIY. Sesuai dengan UU 13/2012,visi dan misi tersebut akan menjadi agenda kerja lima tahunan Sultan selama menjabat gubernur. “Nantilah pada saat paripurna a...

Amanat Sri Sultan HB X - Sabda Tama Tegaskan Keistimewaan Yogya

YOGYAKARTA – Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyampaikan sabda tama atau amanat di Bangsal Kencono kompleks Keraton Yogyakarta, kemarin. Dalam amanatnya, Sri Sultan HB X secara lugas menyatakan posisi keraton dan pakualam yang lebih memilih bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sabda tama ini sekaligus menegaskan bahwa jabatan gubernur dan wakil gubernur adalah melalui penetapan dari Sri Sultan Hamengku Buwono dan Adipati Paku Alam yang bertahta. Dalam amanat yang disampaikan dalam bahasa Jawa tersebut, HB X menegaskan, Mataram adalah negara merdeka yang merupakan penggabungan dari Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Sistem pemerintahan yang dipergunakan di Bumi Mataram atau saat ini dikenal dengan Yogyakarta tetap menggunakan tata aturan dan tata pemerintahan milik Mataram. ”Kang kaya dikersaake lan dikeparangake, Mataram ngesuhi Nuswantara, nyengkuyung jejeging negara, nangin tetep ngagem paugeran lan tata keprajane dhe...

Ratusan Angkringan Ludes Diserbu Massa

YOGYA (KRjogjacom) - Usai kereta mempelai kraton lewat, sekitar 200 angkringan dan PKL yang ada di kawasan Malioboro yang disediakan panitia Pawiwahan Ageng langsung diserbu warga. Mereka menikmati berbagai menu yang ada, mulai dari nasi kucing, gorengan, hingga minuman pelepas dahaga seperti es teh. Dalam waktu kurang dari satu jam, hampir seluruh makanan/minuman yang disajikan ludes diserbu massa. Para pedagang angkringan yang dilibatkan datang dari berbagai titik di Kota Yogya, terutama di kawasan Malioboro. Sejumlah pedagang memakai pakaian tradisional seperti blangkon atau lurik sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap acara Pawiwahan Ageng. Rubiman, seorang pedagang angkringan di kawasan Malioboro menuturkan, untuk ajang ini gerobag angkringan miliknya beserta isinya dihargai panitia Rp.500 ribu. Ia mengaku senang, karena baru kali ini angkringannya disewa untuk hajat yang cukup akbar. "Saya menyiapkan 50 nasi dan 100 gorengan dan juga teh puluhan plastik. Semua di...

Tamu Sultan Banjiri Yogya

@kratonwedding flickr YOGYAKARTA– Hari ini, puncak prosesi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara akan digelar. Ribuan tamu Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri acara yang langka ini. Pernikahan ini juga menjadi pesta rakyat. Di beberapa tempat, rakyat menggelar pesta sebagai wujud kebahagiaan atas gawe Raja Keraton Yogyakarta ini.Selain menggelar pentas seni, warga secara sukarela juga memasang penjor di Jalan Malioboro hingga menyediakan 200 angkringan bagi warga saat kirab pengantin sore ini. Di dalam keraton, suasana hajatan megah semakin kental terasa. Mulai kemarin pagi dilakukan pemasangan tarub, yang identik dengan aneka janur kuning dan beberapa tuwuhan. Tarub ini dipasang di hampir semua pintu masuk ke KeratonYogyakarta.Tarub merupakan salah satu tradisi yang ada di keraton dan masyarakat Yogyakarta ketika menggelar pesta pernikahan. Tarub ini terdiri dari janur kuning yang dirangkai. Kemarin, sejumlah tamu undangan termasuk VVIP telah tiba di Yogya...

150 Angkringan Gratis Disuguhkan dalam Pesta Rakyat Pernikahan Putri Sultan HB X

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pesta rakyat mangayubayo pernikahan agung GKR Bendoro dengan KPH Yudanegara akan menghadirkan sebanyak 150 angkringan yang akan disediakan di sekitar Plaza SO 1 Maret Kompleks Benteng Vredeburg Yogyakarta dan sepanjang Malioboro pada Senin dan Selasa (17 dan 18 Oktober) besok. Hal itu dikemukakan Ketua Sekretaris Bersama Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra pada Republika, Ahad (16/10). Pada Senin dan Selasa masing-masing akan disediakan 75 angkringan dan setiap angkringan bisa untuk sekitar 250-300 orang. "Pada hari Senin angkringan disediakan pukul 15.00 - 24.00, sedangkan hari Selasa angkringan disediakan pukul 14.00-22.00 WIB," tuturnya. Angkringan tersebut akan menyediakan makanan khas yang dikenal dengan sego kucing. Angkringan tersebut merupakan sumbangan sukarela dari berbagai perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas hobbi, komunitas sosial serta individu. Pada Senin (17/10) ditampilkan sejum...

Keraton Yogyakarta Gelar Gladi Resik

Liputan6.com, Yogyakarta: Keraton Yogyakarta mengadakan gladi resik jelang pernikahan putri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara dan KPH Yudanegara pada 16-19 Oktober mendatang, Jumat (14/10). Kegiatan gladi di antaranya prosesi penjemputan calon mempelai pria dari Dalem Mangkubumen menuju Bangsal Kesatriyan, Keraton Yogyakarta. Prosesi penjemputan dilakukan dengan kirab menggunakan tiga buah kereta dan pengawalan prajurit berkuda. Prosesi penjemputan diawali dari halaman Magangan Komplek Keraton Yogyakarta. Ada dua buah kereta jenis tertutup yang digunakan, yaitu untuk utusan keraton dan calon mempelai pria. Sambil dikawal satu regu prajurit berkuda, rombongan penjemput mempelai pria bergerak menuju Dalem Mangkubumen, tempat mempelai pria dan keluarganya menginap. Prosesi ini merupakan rangkaian ritual nyantri, yaitu mempelai pria menginap di Bangsal Kesatriyan Keraton Yogyakarta sehari sebelum acara pernikahan dimulai. Dalam aca...

Jelang 'Royal Wedding' Hotel di Yogya Laris

Acara masih sepekan lagi, tapi 90% kamar hotel berbintang di Malioboro telah direservasi. VIVAnews -- Pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwana X, GKRj Wijareni atau yang lebih dikenal dengan jeng Reni dengan KPH Yuda Negara atau Achmad Ubaidillah, baru akan digelar satu pekan lagi, tanggal 16 Oktober hingga 19 Oktober mendatang. Namun, dampaknya sudah mulai kelihatan. Salah satunya, terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Parameternya, dari tingkat hunian hotel pada hari pelaksanaan sudah mencapai 90 persen. "Menjelang satu pekan pelaksanaan royal wedding ini hampir 90 persen hotel bintang khususnya bintang 3 hingga 5, telah di-booking oleh tamu. Khususnya hotel bintang yang berada di kawasan Malioboro yang tak jauh lokasinya dengan Keraton Yogyakarta," kata Deddy Pranowo Eryono, Ketua Badan Promosi dan Pariwisata Kota Yogyakarta, Senin 10 Oktober 2011. Hotel berbintang khususnya bintang 3 hingga bintang 5 kebanyakan dipes...

Isi Pensiun, Hendarman Jadi Abdi Dalem

YOGYAKARTA– Sebanyak 260 orang, sebagian di antaranya pejabat dan mantan pejabat publik mengikuti prosesi wisuda kenaikan pangkat abdi dalem di Bangsal Ksatrian Keraton Yogyakarta, kemarin. Wisuda yang dipimpin oleh Pangageng Kawedanan Hageng Panitraputra Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Joyokusumo ini diikuti 120 abdi dalem Keprajan atau dari instansi pemerintahan dan140 Punokawan atau dari masyarakat umum. Yang menarik, salah satu tokoh yang diwisuda sebagai abdi dalem keraton adalah mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Hendarman kemarin mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Panjiwidura. Tokoh asli Magelang ini mengaku, keinginan untuk menjadi abdi dalem muncul sudah lama,tepatnya saat sebagai Jaksa Muda Pidana Khusus. Bahkan saat sebagai Jaksa Agung,dia juga pernah mendapat tawaran untuk menjadi abdi dalem.Namun karena waktu belum tepat, tawaran itu baru bisa terwujud saat ini. Hubungannya dengan keraton juga sudah terbilang cukup dekat lantaran sang istr...

Amanat Rakyat Yogyakarta Segera Diserahkan ke Sultan HB X

YOGYAKARTA--MICOM: Ribuan warga Yogyakarta akan menyampaikan dokumen amanat Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat (Amanat Rakyat Yogyakarta) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran, Keraton Yogyakarta, Senin (5/9). Penyerahan ini dilakukan bersamaan dengan diselenggarakannya open house Sri Sultan-Sri Paku Alam. Acara open house itu juga akan dimanfaatkan untuk memperingati 66 tahun bergabungnya Negari Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI. Koordinator Syawalan Akbar Golong Gilig Masyarakat Yogyakarta, Prasetyo Budi, Sabtu (3/9) mengatakan acara open house syawalan itu sendiri akan dimulai pukul 08.30 WIB. "Masyarakat yang berasal dari Gunungkidul, akan berkumpul di Taman Parkir Panembahan Senopati atau di depan Gedung Bank Indonesia, sedangkan yang dari Sleman akan berkumpul di Taman Parkir Abu Bakar Ali dan yang dari Bantul serta Kulonprogo berkumpul di Taman Parkir Ngabean," katanya. Menurut dia, warga dari seluruh DIY ini ...

Ribuan Warga Yogya Berebut Gunungan

Liputan6.com, Yogyakarta: Ribuan warga mendatangi Keraton Yogyakarta untuk mengikuti acara Grebek Syawal, Rabu (31/8). Acara yang digelar tiap Hari Raya Idulfitri ini untuk memperebutkan gunungan yang berisi hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah. Sebelum dibagikan, gunungan diletakkan di pelataran untuk prosesi doa. Namun belum usai juga berdoa, masyarakat sudah tidak bisa menunggu lagi. Berebut. Semua ingin kebagian. Masyarakat tetap senang meski mendapat sedikit karena bagi mereka gunungan adalah berkah. Acara Grebek Syawal digelar tiap tahun setiap Idulfitri oleh Keraton Yogyakarta. Gunungan yang berisi hasil bumi ini sebagai simbol sedekah raja pada rakyatnya. Acara ini juga salah satu daya tarik wisatawan yang cukup menarik.(JUM) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Thousands of Jogja Citizens Struggle Gunungan Liputan6.com, Yogyakarta: Thousands of people visited Yogyakarta Palace to attend Grebek Shawwal, W...

Sultan HB X Beri Gelar pada Putri dan Calon Mantunya

Yogyakarta - Raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan gelar baru kepada putri bungsu GRAj Nurastuti Wijareni yang akan menikah pada bulan Oktober 2011. Calon menantu, Achmad Ubaidillah juga diberikan dengan gelar baru sebagai tanda anggota keluarga keraton. Upacara wisuda pemberian gelar tersebut dilakukan setelah semua prosesi labuhan alit di Pantai Parangkusumo, Gunung Merapi dan Gunung Lawu selesai. Prosesi pemberian gelar baru terhadap kedua calon mempelai dilaksanakan hari ini, Minggu (3/7/2011) di Bangsal Ksatriyan kompleks Kraton Ngayogyakarto oleh Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GBPH Joyokusumo. GRAj Nurastuti Wijareni atau putri dalem mendapatkan gelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. Sedangkan calon mantu Achmad Ubaedillah dalem mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara. Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubay, mendapat gelar KPH karena berasal dari keluarga biasa bukan dari keluarga keraton. "Upaca...

Juru Kunci Merapi Tetap Kerja di Perpustakaan

Sudah 12 tahun Asih menjadi pegawai perpustakaan Fakultas MIPA UII. VIVAnews - Tugas berat saat ini berada di pundak Asih atau Mas Lurah Suraksosihono. Ia harus menggantikan tugas ayahnya, Mbah Maridjan. Menjadi juru kunci Gunung Merapi. Meski tak mudah menjadi kuncen, Asih tetap setia pada pekerjaannya sebagai staf perpustakaan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Tanda kesetiaan pada pekerjaannya itu ia sampaikan secara tertulis pada Rektor UII Yogyakarta, Edy Suwandi Hamid. Kepada pimpinan UII, ia juga secara resmi memberi tahu soal penunjukannya sebagai juru kunci. "Meski saya saat ini menjadi juru kunci Merapi, namun saya tetap bekerja di UII Yogyakarta," kata Asih usai bertemu dengan Rektor UII Edi Suwandi Hamid, Jumat, 8 April 2011. Kata dia, tugasnya sebagai juru kunci tidak akan mengganggu pekerjaan sebagai karyawan perpustakaan. Sebab, acara-acara budaya keraton atau labuhan Merapi diadakan hany...