Skip to main content

Posts

Showing posts with the label demo

Acungkan Sayur, Pedagang Tuntut Penertiban Pasar di Yogya

Yogyakarta - Dengan membawa berbagai jenis sayuran, para pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta berunjuk rasa di depan pasar di Jl P. Diponegoro. Pedagang yang menempati lapak di dalam pasar ini menuntut Pemkot segera menertibkan keberadaan pedagang liar. Para pedagang menilai tidak tegasnya pemerintah dalam menertibkan pedagang liar menyebabkan situasi semakin semrawut. Di luar pasar, pedagang tak resmi menjamur. Diperkirakan, jumlah pedagang liar semakin banyak sekitar 600-an hampir menyamai pedagang resmi yang mencapai 700-an. Para pedagang yang sebagian merupakan nenek ini berorasi di depan pasar sambil mengacung-acungkan sayur-sayuran. "Jualan kami semakin menurun. Lama-lama kami bisa bangkrut kalau pedagang liar dibiarkan terus," ungkap Walji Astuti(40), salah satu pedagang sayuran di Pasar Kranggan, Kamis (22/11/2012). Para pedagang mengaku pendapatannya turun 40-50 persen karena makin banyaknya pedagang liar. Padahal mereka membayar retribusi secara tertib. Sem...

Bawa 'Rudal', Ratusan Warga Yogya Aksi Kecam Serangan Israel ke Gaza

Yogyakarta - Ratusan orang berunjuk rasa menentang serangan Israel ke Gaza. Gerimis tak menghalangi aksi tersebut. Mereka membawa replika rudal sebagai simbol kekecaman Israel. Dengan teriakan takbir, ratusan orang berkumpul di tengah perempatan kantor Pos Besar Yogyakarta, Minggu (18/11/2012). Mereka mengibarkan puluhan bendera Palestina dan Indonesia sambil menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk Palestina. Mereka juga mengedarkan kardus bertuliskan dana sumbangan untuk Palestina. "Biar diguyur hujan, kita akan tetap melakukan aksi ini. Karena di Gaza, rakyat Palestina diguyur peluru Israel," teriak peserta aksi dalam orasinya. Aksi ini diawali dari halaman kantor DPRD DIY. Kemudian massa yang membawa anak-anak kecil tersebut long march melalui Jl Malioboro menuju perempatan kantor pos besar. Sebagian massa berada trotoar karena jalan yang disesaki peserta aksi. Koordinator aksi Ardianto mengatakan, tindakan Israel yang memborbardir jalur Gaza adalah biadab. "T...

Bikin Macet, Demo Peringatan Sumpah Pemuda di Yogya Ricuh Dengan Pemotor

Yogyakarta - Aksi demo memperingati hari Sumpah Pemuda yang digelar oleh puluhan mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta di titik Nol Kilomter, sempat ricuh dengan pengguna jalan. Pemotor kesal karena aksi tersebut mengakibatkan kemacetan parah. "Bubar, bubar semua! Kalian bikin macet. Dema-demo tiap hari nggak ada hasilnya. Kasihan ini ganggu yang lain, nggak bisa cari makan!" teriak seorang pengendara yang turun dari motornya di hadapan para mahasiswa, Minggu (28/10/2012). Para mahasiwa masih tetap bertahan dan terus berorasi. Suasana makin panas karena kemacetan kian parah. Maklum pada saat aksi berlangsung, ribuan peserta sepeda gembira membubarkan diri dari arah Alun-alun Utara. Peserta aksi juga sempat dilempar botol minuman. Akhirnya, mahasiswa menepi dan tetap melanjutkan aksinya. Dalam aksinya, mahasiswa menolak kebijakan neo liberalisme, penegakan supremasi hukum, menghapus hutang lama dan tolak hutang baru, dan lain-lain. Aksi dim...

Mahasiswa UIN Yogyakarta Bakar Kursi dan Ban Bekas

YOGYAKARTA-Ratusan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta membakar ban bekas dan kursi di kampus mereka, Senin (22/10). Aksi tersebut dilakukan sebagai tuntutan agar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Noorhaidi dipecat dari jabatannya karena dianggap tidak becus mengembangkan keilmuan di kalangan sekaligus menjadi birokrat yang buruk sehingga menyulitkan perkuliahan. Sebelum membakar ban dan kursi, mereka berjalan bersama-sama di Jalan Sunan Kalijaga yang membelah kampus tersebut. Dilanjutkan berkeliling kompleks kampus barat. Mahasiswa bahkan menolak penjelasan dari dekan. Oleh karena itu, mereka kemudian membakar ban dan kursi di dalam gedung di lantai dua. Namun aksi tersebut berhasil diredakan. Tetapi kericuhan terjadi saat mereka turun dari lantai dua untuk keluar. Tiba-tiba mahasiswa memecahkan kaca pintu, hingga pecahan kaca berserakan di mana-mana. Sumber : Media Indonesia

Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa Yogya Datangi Kantor Pertamina

Yogyakarta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi kantor Pertamina Pemasaran Region IV Yogyakarta. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM hingga Rp 6 ribu/liter dan menuntut pemerintahan Presiden SBY turun. Aksi digelar di Kantor Pertamina di Jl Mangkubumi Yogyakarta, Rabu (28/3/2012). Sebelumnya, massa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi itu berkumpul di Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur. Dengan mengendarai sepeda motor, massa menuju kantor Pertamina melewati Jl Sudirman dan Tugu Yogyakarta. Dari Tugu Yogya hingga kantor Pertamina secara simbolis, mereka mendorong sepeda motor sebagai ungkapan protes. Ketika sampai di Pertamina, pintu gerbang langsung ditutup aparat. Sejak marak aksi demo menolak kenaikan BBM, kantor tersebut sejak pagi hingga sore terus dijaga puluhan aparat kepolisian. Massa pun kemudian menggelar orasi di depan pintu pagar sambil bernegosiasi dengan aparat agar...

Mahasiswa Bentrok dengan Polisi di depan Kampus UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA - Hampir sekitar 5 jam Jalan Solo yang melewati Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ditutup, karena demonstrasi mahasiswa yang menolak penaikan harga BBM. Aksi tersebut pun sempat diwarnai dengan bentrok mahasiswa dengan aparat kepolisian. Bahkan, sebelum mundur, polisi pun terlebih dulu menyisir di kampus UIN guna menangkap beberapa tersangka yang diduga melempari polisi dengan batu. Semua kejadian tersebut bermula dari unjuk rasa gabungan elemen mahasiswa Yogyakarta, seperti Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, di simpang tiga Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman, di depan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (19/3). Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 09.30 tersebut awalnya sempat berjalan mulus. Para demonstran membakar ban dan replika babi yang bertuliskan si Babiyono (SBY) dan berorasi di tengah-tengah pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Kabupaten Slema...

Gandeng Ormas, Eks Nasabah Bank Century Geruduk Bank Mutiara Yogya

Puluhan eks nasabah Bank Century bersama beberapa anggota ormas FKPPI, Pemuda Pancasila (PP), Pemuda Panca Marga (PPM) melakukan aksi demo di Bank Mutiara cabang Yogyakarta. Mereka menuntut uang nasabah dikembalikan. Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Penegak Pilar Yudikatif (GRPPY) itu digelar di depan kantor Bank Mutiara (eks Bank Century) di Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (21/2/2012), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat aksi demo berlangsung, beberapa anggota FKPPI langsung membentang spanduk dan poster di depan kantor bank. Beberapa poster dan spanduk tersebut diantaranya bertuliskan 'NKRI negara hukum, Presiden SBY: Tegakkan Hukum", "Bank Mutiara: Lecehkan Hukum, Demi Tegaknya Pilar Yudikatif", "Bank Mutiara Ditutup karena Melecehkan Hukum dan Tidak Patuh Putusan Hukum". "Kami menuntut pertanggungjawaban Bank Mutiara (eks Century) untuk mengembalikan uang nasabah yang sampai saat ini tidak dibayarkan," ungkap salah...

Nama ISI Yogya akan Diganti, Alumni Menolak

Rencana perubahan nama itu dituding hanya untuk kepentingan pengambil kebijakan saja. Yogyakarta - Eksponen alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menolak usul perubahan nama kampus mereka menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Menurut mereka, usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu prematur dan tidak memiliki konsep jelas. Para alumni yang menolak usulan perubahan nama itu antara lain Totok Sudarwoto (koordinator), Mahyar Suryaman (koordinator), Sun Ardi SU, M Dwi Marianto, Dunadi, Godod Sutejo, Kuss Indarto, Hendro "Pleret" Harsaya, Yaksa Agung, dan Maman Rahman. Mereka sebagian adalah para dosen ISI Yogyakarta dan juga seniman kondang di Yogya. Disebutkan, sikap dalam pernyataan ini dibuat untuk menjaga tegaknya eksistensi dan tegaknya almamater sebagai bagian dari kontribusi bagi kewibawaan wajah budaya bangsa dan negara. Mereka sangat menyayangkan sikap Mendikbud M Nuh. Karena, setelah usulan itu mendapat reaksi keras, pemerintah tida...

Tolak Waduk, Warga Geruduk DPRD

KULONPROGO– Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Tinalah (FKMT) kembali menggeruduk kantor DPRD Kulonprogo untuk menolak pembangunan waduk di daerahnya, kemarin. Rencana waduk ini sudah tercantum dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DIY.Kedatangan mereka bertepatan dengan agenda persetujuan antara legislatif dan eksekutif tentang Raperda RTRW Kabupaten Kulonprogo 2012-2032. Sesepuh FKMT Harjono mengatakan, kedatangan warga Tinalah ke DPRD Kulonprogo ini merupakan yang ketiga kalinya. Ini sebagai bukti warga sangat menolak pembangunan waduk, karena bakal menggusur ribuan rumah warga.“Ribuan rumah akan tergusur, kami harus tinggal di mana, ”ungkapnya bernada tanya,kemarin. Menurut dia, FKMT secara tertulis sudah melayangkan penolakan pembangunan Waduk Tinalah ke Gubernur DIY sekitar dua pekan yang lalu. Namun, sampai sekarang belum ada balasan dari gubernur. “Inti surat adalah audiensi dengan gubernur.Kami akan menyampaikan aspirasi kami, bahw...

Ribuan Buruh di Bantul Mogok Kerja

Liputan6.com, Yogyakarta: Ribuan buruh pabrik pembuat rambut palsu, Dong Young Trees Indonesia di Bantul, Yogyakarta, Rabu (2/11), mogok kerja. Aksi mereka diisi dengan memblokade jalan masuk perusahaan. Tindakan dipicu keputusan manajemen perusahaan secara semena-mena memecat dan memotong gaji pekerja secara sepihak. Pemecatan terjadi terkait kebijakan manajemen. Yaitu jika buruh protes, maka manajemen memberhentikan pekerja. Karena tak tahan terhadap kebijakan perusahaan itulah, demonstran mogok kerja. Dalam demonstrasi kali ini para buruh menuntut upah yang diterima sesuai Upah Minimum Regional (UMR). Massa juga meminta perusahaan memberlakukan surat kontrak yang jelas. Unjuk rasa membuat arus lalu lintas tersendat.(AIS) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Thousands of Workers Strike in Bantul Liputan6.com, London: Thousands of factory workers wig maker, Dong Young Trees Indonesia in Bantul, Yogyakarta, on Wednesday (2 / 11), strike. Their action is ...

Peringatan Gabung NKRI, Warga Yogya akan Demo

5 September, ribuan warga Yogya pro-penetapan turun ke jalan dukung penyelesaian RUUK DIY. VIVAnews - Pada 5 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengingatkan kembali momen bersejarah itu, pada tanggal 5 September mendatang, elemen masyarakat Yogyakarta pro-penetapan akan menyerahkan dokumen Amanah Rakyat DI Yogyakarta kepada Sri Sultan HB X di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Amanah Rakyat DI Yogya ini akan menjadi bukti mengentalnya sikap politik warga Yogya, yang menginginkan agar Sultan tetap berkuasa di Kraton Yogya dan Adipati Paku Alam yang berkuasa di Pura Paku Alaman. Kemudian, masing-masing tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur di Provinsi DI Yogyakarta. "Momen 5 september mendatang akan dikuatkan kembali dukungan terhadap Sri Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY," kata Sukirman, salah seorang pemrakarsa peringatan, 3 September 2011....

Warga Unjuk Rasa di Rumah Wapres

Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan warga korban gempa Yogyakarta berunjuk rasa ke rumah Wakil Presiden Boediyono di Kawasan Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, Kamis (30/6) karena tidak tahan dengan intimidasi bahwa aset mereka diancam akan disita pihak bank. Dalam unjuk rasa tersebut, pendemo mempertanyakan janji pemerintah yang akan membantu memberikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk korban bencana alam. Gempa bumi yang terjadi tahun 2006 lalu, mengakibatkan ribuan UMKM di Yogyakarta menjadi korban dan meninggalkan hutang bank sebanyak Rp 75 miliar. Menurut sejumlah pengunjuk rasa, mereka dijanjikan untuk menyelesaikan kredit macet. Namun, hingga kini aset mereka tetap saja ditagih bahkan diintimidasi dan diancam akan disita oleh pihak bank karena kesepakatan Menteri Keuangan dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat tersebut tidak disetujui Wapres Boediono. (ARE/Vin) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Residents Rallies in the House Vice P...

Demo di Depan Rumah Boediono Ricuh

SLEMAN--MICOM: Puluhan orang yang tergabung dalam Relawan Pemuda Anti Korupsi (Repak), Senin (23/5) siang terlibat bentrokan dengan polisi, di depan kediaman pribadi Wakil Presiden Boediono di Sawitsari, Pikgondang, Condongcatur, Sleman. Keributan itu bermula saat para aktivis berusaha memasang poster dan spanduk di pagar rumah pribadi Boediono yang bersebelahan dengan Asrama Yonif 403/Warastratama. Polisi mula-mula melarang para mahasiswa itu memasang poster dan spanduk. Namun kemudian dibiarkan saja. Setelah poster dan spanduk terpasang, polisi kemudian berniat melepas poster dan spanduk itu. Namun, pencopotan spanduk dan poster itu ditentang oleh para demonstran. Akibatnya terjadi aksi saling dorong antara polisi dengan pendemo. Pada saat yang sama, sebagian demonstran tetap memasang semua poster dan spanduk di pagar rumah bernomor M-2 itu. Setelah semua spanduk terpasang, para pendemo segera meninggalkan kawasan itu dan membubarkan diri. Dalam aksinya, mereka meminta ...

Warga Lereng Merapi Menolak Direlokasi

Mereka berdemonstrasi ke DPRD Sleman, menolak direlokasi VIVAnews - Warga lereng Gunung Merapi berunjukrasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis 21 April 2011. Mereka menolak relokasi yang sedang dikonsep oleh Pemerintah. Seratusan warga yang berunjukrasa datang dari dua dusun, yaitu Dusun Kali Tengah Kidul dan Dusun Kali Tengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Barono, Koordinator aksi, warga Dusun Kalitengah Kidul, di lokasi depan Kantor DPRD Sleman menyatakan, "Kami dengan tegas menolak relokasi." Ia menjelaskan, warga menolak relokasi karena lahan semula yang hangus diterjang erupsi Merapi 2010 lalu adalah satu-satunya sumber penghidupan mereka. "Kalau kami direlokasi, bagaimana kami bisa hidup, karena 80 persen warga di sana adalah petani dan peternak yang tidak berpendidikan (tidak ada kerja lainnya)," katanya dalam aksi Kamis 21 April 2011 itu. Sedangkan, Kuswanto Ketua DPRD Sleman yang me...