Orangtua mahasiswa asal Yogyakarta berharap Pemerintah mencari keberadaan anak mereka. VIVAnews - Krisis politik di Mesir membuat sejumlah orangtua di Yogyakarta mengkhawatirkan nasib anak-anak mereka yang menimba ilmu di Negeri Seribu Menara itu. Sejak Kairo digoyang aksi yang menuntut turunnya Hosni Mubarak dari jabatan Presiden, para orangtua ini tidak lagi mendengar kabar tentang anak-anak mereka. "Hampir sepekan ini saya kehilangan kontak," kata KH Aliy As'ad, yang anaknya menuntut ilmu di Kairo dalam perbincangan di Yogyakarta, Selasa, 1 Februari 2011. Saat ini sedikitnya ada 50 mahasiswa asal Yogyakarta yang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di Kairo. Menurut Aliy, putranya Rajif Dienal Maula sudah tiga tahun kuliah di Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar. Ia berangkat bersama tujuh temannya dari Yogyakarta. Aliy menyatakan sebelum kehilangan kontak dengan putranya, keluarga selalu rutin mendapatkan kabar lewat SMS, facebook, telepon atau email...