SLEMAN (KRjogja.com) - Dalam satu minggu belakangan ini suara gemuruh beberapa kali terdengar dari puncak Gunung Merapi. Tak hanya itu, asap solfatara yang pekat pun juga terus keluar dari gunung tersebut. "Kondisinya memang naik-turun dan kadang juga muncul abu tipis. Itu yang menjadi salah satu alasan status tetap waspada level II. Jadi, belum akan diturunkan jadi aktif normal," ungkapnya saat Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Tekhnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (16/6). Selain itu, gempa multiphase (MP) juga tergolong tinggi. Yakni lebih dari 10 kali gempa MP dalam sehari. "Akan tetapi, potensi untuk terjadinya awan panas sudah tidak ada. Ya begitulah Merapi, punya karakteristik," imbuh Subandrio. Pertumbuhan kubah baru pasca erupsi 2010 juga berbeda dengan fase erupsi 2006 lalu. Yakni, tidak ada pertumbuhan kubah secara kontinyu. "Kubah baru memang muncul, namun tidak terus...