Skip to main content

Posts

Showing posts with the label BEM

Mahasiswa Mulai Bergerak Dukung KPK

YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menuding revisi terhadap Undang-Undang (UU) No 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan Komisi III DPR menjadi bagian dari skenario besar pelemahan lembaga antikorupsi tersebut. Masyarakat diminta melakukan pe ngawasan ketat terhadap upaya tersebut. Peranan KPK dalam memberantas korupsi sudah diakui banyak pihak. Namun, keberhasilan itu menjadikan pihakpihak tertentu terusik dan berupa ya melemahkannya. “KPK sebagai lembaga harus di dukung penuh masyarakat untuk memberantas korupsi di negeri ini,” tandas Kadep Sosial Politik BEM KM UNY Jefry Moa saat berdemonstrasi mendukung KPK bersama lima temannya di depan lobi Gedung DPRD DIY, kemarin. KPK dibentuk dengan UU No 30/2002 setelah adanya penilaian bahwa keberadaan polisi dan kejaksaan tidak mampu bekerja optimal menangani kasus korupsi. Penindakan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dari institusi ke polisian, kejaksaan,...

Demo Bentuk BEM, Mahasiswa UTY Dihajar Satpam

JOGJA: Unjuk rasa puluhan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) menuntut legalitas pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hari ini, (31/5), di depan kampus UTY, ricuh. Beberapa mahasiswa bahkan sempat dihajar oleh puluhan satuan pengamanan kampus. Berdasarkan pengamatan Harian Jogja, puluhan mahasiswa UTY yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Demokratisasi UTY (APDU) bersama dengan sejumlah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Universias Atma Jaya serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), berjalan dari arah selatan Jalan Glagah Sari dan berhenti di depan gerbang kampus UTY. Ketika peserta aksi hendak berorasi dan masuk kampus, mereka dihadang puluhan satuan pengamanan UTY. Tanpa negoisasi terlebih dahulu, satpam UTY mendorong para demonstran. Beberapa saat kemudian, satpam mulai menghajar mahasiswa dan terjadi kericuhan di tengah Jalan Glagah Sari. "Tanpa persuasi terlebih dahulu langsung represi," kata staf Hubungan Masyara...