Skip to main content

Posts

Showing posts with the label sleman

3 Dokter dan 1 Perawat di RS Sardjito Yogya Positif Corona

Thanks You Doctors, nurses and Medical Workers Sleman - Sebanyak tiga dokter dan satu perawat di RSUP Dr Sardjito Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau COVID-19. Keempatnya diketahui terpapar virus Corona saat berada di Jakarta. "Kami sampaikan sampai saat ini tim medis kita sudah ada yang terpapar," kata Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan kepada wartawan, Senin (20/4/2020). "Dari dokter ada tiga. Namun kami informasikan tiga dokter ini terpapar ketika yang bersangkutan bersinggungan ketika di Jakarta. Jadi belum ada paparan lokal untuk ketiga tim medis kita," lanjutnya. Satu perawat yang juga dikonfirmasi virus Corona diketahui juga terpapar dari Jakarta. Banu menjelaskan para tenaga medis ini punya kontrol diri sehingga ketika merasa terpapar langsung dilakukan penanganan. "Kebetulan tenaga medis ini ada kontrol diri sendiri, dia merasa tidak enak kemudian terpapar kemudian kita lakukan ...

Kasus Corona di Sleman Dalam Sepekan Menunjukkan Grafik Naik

Sleman, DIY (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat penanganan kasus penyebaran virus corona jenis baru di wilayah setempat dalam sepekan menunjukkan grafik yang terus naik. "Memang dalam sepekan terhitung mulai 9 hingga 15 April kasus COVID-19, baik itu orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) terus menunjukkan grafik yang meningkat," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi di Sleman, Kamis. Menurut dia, hingga 15 April 2020 di Sleman tercatat ada 1.200 ODP dan selesai pemantauan dengan dinyatakan sehat sebanyak 184, sementara yang masih dalam pemantauan sebanyak 1.016 orang. "Sedangkan untuk PDP tercatat sebanyak 198 orang, 34 orang terkonfirmasi positif, 12 orang sembuh, 17 orang PDP meninggal dunia, empat orang meninggal dunia positif, 31 negatif dan 100 orang proses pengawasan," katanya. Ia mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada ...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Begini Duduk Perkara Kasus Ricuh Ojol Vs DC di Sleman Versi Polisi

Sleman - Massa ojek online (ojol) sempat ricuh hingga saling lempar batu dengan debt collector (DC) di Sleman kemarin. Polisi membeberkan awal mula kericuhan tersebut. "Peristiwa awal Selasa (3/3) sore ada ojol yang diberhentikan oleh DC. Setelah dialog, si ojol mengaku angsurannya telat satu bulan," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto di Mapolres Sleman, Jumat (6/3/2020). Driver ojol yang diberhentikan DC itu berinisial A. Melihat ada rekan ojol yang diberhentikan DC, akhirnya driver ojol lain, yakni LA, datang untuk membantu. "Driver inisial LA menyuruh A pergi. Kemudian perdebatan beralih antara DC dengan LA, kemudian terjadi pemukulan terhadap LA yang dilakukan oleh DC berinisial T," jelasnya. "LA lalu pada Rabu (4/3) siang sudah membuat LP di Polsek Depok Timur," lanjutnya. Peristiwa yang menimpa LA membuat rekan sesama ojol datang ke lokasi pada Selasa (3/3) sore. Namun tidak sampai menimbulkan kericuhan. "Kemudian DC membub...

Mayat Bayi Ditemukan dalam Kaleng Biskuit di Selokan Mataram Yogya

Sleman - Sesosok mayat bayi ditemukan di Selokan Mataram, Yogyakarta, Sleman, pagi tadi. Mayat bayi tersebut ditemukan di dalam kaleng biskuit. Lokasi penemuan mayat bayi berada di Dusun Tapan-Karanglo, RT 01 RW 01, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Kapolsek Kalasan Kompol Iman Santoso menjelaskan mayat bayi yang terlahir prematur tersebut ditemukan oleh Sarjito, warga setempat, pada sekitar pukul 08.30 WIB tadi. Sarjito curiga karena ada sebuah tas kondisinya bagus di Selokan Mataram. "Karena tas kondisinya bagus, kemudian dicek dan diambil oleh Bapak Sarjito. Setelah dicek, ternyata di dalam tas ada dua buah batu dan kaleng biskuit yang terbungkus kresek," kata Iman saat dihubungi wartawan, Rabu (28/8/2019). Karena penasaran, kata Iman, Sarjito memberanikan diri membuka kaleng biskuit tersebut. Namun Sarjito kaget ketika yang dijumpainya adalah orok berjenis kelamin laki-laki yang berada di dalam kaleng tersebut. "Kasus ini sedang dit...

Ngaku Bos, Pria Ini Tipu Pegawai Toko Batik Yogya hingga Ratusan Juta

Sleman - Seorang warga Sleman, DH (41) diringkus jajaran Polda DIY pada 2 Juli lalu. Ia ditangkap karena menipu karyawan salah satu butik di Yogyakarta. Dengan mengaku sebagai sang bos butik, ia berhasil menipu korban hingga ratusan juta rupiah. Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra, menjelaskan penangkapan DH bermula dari laporan korban yang tertera di LP/0184/III/2019/DIY/SPKT tertanggal 6 Maret 2019. Berangkat dari laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan. "Setelah kita lakukan penyelidikan DH berhasil kita tangkap di wilayah Yogyakarta, kebetulan dia warga Sleman. DH ditangkap pada tanggal 2 Juli 2019," kata Tony dalam konferensi pers di Lobi Polda DIY, Sleman, Senin (12/8/2019). Tony menerangkan, DH melakukan aksinya dengan cara mengirimkan pesan singkat ke korban menggunakan nomor telepon baru. Dalam pesan tersebut DH mengaku sebagai bos di tempat korban bekerja yakni di Hamzah Batik Yogyakarta. Ternyata korban mempercayai pesan tersebut. ...

Yogya Berselimut Mendung 2 Hari Terakhir, Ini Kata BMKG

Sleman - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama dua hari terakhir ini diselimuti mendung. Padahal, musim kemarau masih diprediksi berlangsung hingga bulan Agustus. Begini penjelasan BMKG. "Dua hari ini perawanan di atas DIY (hingga sebagian besar Sumatera Selatan, Jawa, Bali dan NTB) dominan mendung hingga potensi hujan sangat ringan-ringan," kata prakirawan Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Indah Retno Wulan dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019). Kondisi ini disebabkan oleh adanya pertemuan masa udara pada lapisan awan di ketinggian 850 HPa. Kemudian juga adanya fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) dengan intensitas lemah di wilayah Sumatera dan Jawa. Kondisi gangguan seperti ini biasanya bertahan 2-3 hari. "Untuk puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Agustus mendatang," jelas Indah. Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menambahkan, saat ini pergerakan gelombang atmosfer yang sering dikenal MJO...

Sleman Sidak Penyalahgunaan Elpiji Bersubsidi

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) bagi penyalahgunaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kg, Kamis. Sidak penyalahgunaan elpiji bersubsidi dilakukan di sepanjang Jalan Kaliurang Km 5 dengan menyasar pada usaha rumah makan yang tidak termasuk dalam kategori usaha mikro atau sudah memakai modal yang besar. Kasubbag Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman Tien Pamungkasih mengatakan kegiatan sidak yang rutin dilakukan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta dalam pemerataan terhadap penggunaan gas elpiji bersubsidi bagi masyarakat tidak mampu. "Saat ini banyak sekali pemanfaat elpiji 3 kg bersubsidi kurang tepat sasaaran artinya banyak tempat usaha-usaha seperti restoran yang tidak termasuk usaha mikro menggunakan juga tabu...

Jamaah Calon Haji Sleman Diberangkatkan Pada Awal Juli 2019

Sleman (ANTARA) - Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mulai memberangkatkan jamaah calon haji 2019 pada awal Juli sebanyak empat kelompok terbang (kloter) "Kloter pertama akan mulai diberangkatkan pada awal Juli 2019. Untuk Sleman nantinya akan terbagi dalam empat kloter, yaitu kloter 24, 25, 26, dan 27," kata Kepala Kemenag Kabupaten Sleman, Sa'ban Nuroni di Sleman, Senin. Menurut dia, berbagai persiapan untuk keberangkatan jamaah calon haji sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, seperti pembekalan dan latihan manasik haji. "Kami juga mengingatkan kepada para jamaah calon haji terkait cuaca terik di Arab Saudi yang diprediksi berkisar antara 35-40 derajad celsius. Informasinya, cuaca akan sangat panas sehingga kekhawatiran kami jamaah mengalami dehidrasi," katanya. Ia mengatakan, dehidrasi dapat menimbulkan masalah. Proses penguapan air dari tubuh memang tidak terlihat dan tidak mengeluarkan keringat. "Jamaa...

Desa Widodomartani Mendeklarasikan Desa Tanpa Rokok Pertama di Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Desa Widodonartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendeklarasikan sebagai Desa Kawasan tanpa Rokok (KTR) yang pertama kali di Sleman, Senin. Deklarasi ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Balai Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak. Pada kesempatan tersebut juga sekaligus dikukuhkannya Satgas KTR yang terdiri dari 40 orang dari 19 padukuhan yang ada di Desa Widodomartani. Pendeklasarian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 19.4/Kep.KDH/A/2019 tentang Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, sebagai Desa Kawasan tanpa Rokok yang ditetapkan pada 1 April 2019. Adapun komitemen yang di sepakati, yakni tidak merokok di setiap pertemuan, tidak merokok di dalam rumah, tidak merokok di dekat ibu hamil dan anak, tidak merokok di tempat ibadah, memasang stiker di setiap rumah, dan merokok di tempat khusus merokok. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun men...

Hari Terakhir Pelayanan A5, DPTb di Sleman Capai 23 Ribu Orang

Sleman - Tanggal 10 April 2019 ini merupakan hari terakhir pelayanan formulir A5 atau pindah TPS. Di Kabupaten Sleman, total pencari formulir A5 yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) mencapai lebih dari 23 ribu orang. "Setelah penetapan DPT hingga per 2 April 2019, yang mencari formulir A5 di Kabupaten Sleman sebanyak 23.225 orang, itu DPTb per 2 April," kata Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sleman, Indah Sri Wulandari ditemui di kantornya, Rabu (10/4/2019). Jumlah tersebut melonjak drastis jika dibandingkan saat Pemilu 2014 yang hanya berjumlah sekitar 9 ribu pemilih dengan formulir A5. Pelayanan A5 awalnya hanya dilayani hingga 17 Maret 2019. Setelah putusan MK yang mengabulkan uji materi Pasal 210 ayat (1) UU 7/2017 tentang Pemilu terkait pemilih yang ingin pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS), pelayanan A5 diperpanjang sampai 10 April ini. Di hari terakhir pelayanan formulir A5, KPU Sleman melayani permohonan dari sekitar 500 orang. ...

Hari pertama UNBK SMK di Sleman Diwarnai Keterlambatan "Log in"

Sleman (ANTARA) - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, sempat diwarnai keterlambatan untuk "log in" (masuk) ke sistem sekitar 10 menit. Keterlambatan "log in" tersebut diketahui saat Bupati Sleman Sri Purnomo bersama dengan Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY Priya Santosa melakukan pemantauan penyelenggaraan UNBK tingkat SMK di di dua SMK yaitu SMKN 1 Tempel dan SMK Muhammadiyah Tempel. "Penyelenggaraan UNBK di hari pertama ini secara keseluruhan dinilai berjalan lancar. Namun, dalam proses awal pelaksanaan, peserta ujian mengalami keterlambatan 'log in' ke dalam sistem selama 10 menit," kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY Priya Santosa. Menurut dia, keterlambatan "log in" tersebut terpantau di kedua Sekolah yang dikunjungi tersebut. "Sistem ini kan 'central' (t...

Pabrik Uang Palsu di Sleman Terungkap, Nilai Produksi Capai Rp 4,6 M

Sleman - Polisi mengungkap pabrik uang palsu di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DIY. Baru sebulan beroperasi, nilai produksi upal mencapai 4,6 miliar. "Empat tersangka diamankan terkait tindak pidana produksi uang palsu di sebuah rumah kontrakan di Desa Sidoluhur, Godean. Barang bukti uang palsu nilainya sekitar Rp 4,6 miliar," kata Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto saat jumpa pers di Mapolsek Godean, Selasa (19/3/2019). Keempat tersangka masing-masing inisial HS (39) dan IK (36) keduanya warga Pati, Jawa Tengah serta EY (61) dan NY (67) keduanya warga Magelang. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang pedagang di Godean yang menerima uang pembayaran dari salah seorang tersangka, IK. Pedagang itu curiga uang pembayaran bukan uang asli alias upal. "Hasil pengembangan, hari Senin (18/3) kemarin polisi berhasil mengungkap tersangka IK bersama tiga tersangka lainnya yang ternyata memproduksi upal rumah kontrakan," ...

Satu Wisatawan Tewas Tertimpa Pohon di Kaliurang

Sleman - Seorang pengunjung objek wisata Kaliurang, Kabupaten Sleman, DIY, Asmawah (45) tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang. Peristiwa itu terjadi di sekitar air terjun Tlogo Muncar yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). "Korban tewas seorang ibu-ibu, warga Tamanmartani, Kalasan, Sleman," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan dalam keterangannya, Minggu (24/2/2019). Dijelaskannya, korban bersama 3 orang keluarganya sedang duduk berdampingan di pinggir kolam Muncar, sekitar pukul 11.28 WIB tadi. Tiba-tiba sebuah pohon di dekatnya tumbang dan menimpa para korban. "Tiga korban selamat mengalami luka-luka di pinggang, kaki, tangan, bahu dan pipi. Untuk korban tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit," jelas Makwan. Korban luka yakni Sri Paryati (50), warga Tamanmartani, Kalasan, Lisa Sulatri (14) anak dari Asmawah, dan Dedi Irawan (27) warga Kadisono, Kalasan. "Para korban dirawat di Panti Nugroho, Pakem,...

Penjelasan BMKG Soal Hujan Es Landa Wilayah Sleman

Sleman - Hujan es melanda wilayah Margoagung, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman sore tadi. Begini penjelasan dari BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta. "Hujan es yang terjadi di Seyegan disebabkan karena ada konvergensi/pertemuan masa udara yang kuat pada wilayah tersebut," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Indah Retno Wulan dalam keterangannya, Selasa (29/1/2019). "Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya terbentuknya awan-awan konvektif yang tumbuh vertikal dan didukung dengan adanya turbulensi (gerakan udara tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan atau temperatur), sehingga terjadi hujan es/hails," lanjutnya. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tanggal 29 Januari 2019 update pukul 15.45 WIB. Bunyi peringatan dini dari BMKG : Masih terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 16.15 WIB di wilayah Sl...

Sesosok Mayat Ditemukan di Selokan Sleman

Sleman - Seorang kakek ditemukan tewas hanyut di selokan di Sidoagung, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Korban diketahui merupakan warga dari desa lain di Godean. "Hasil identifikasi, korban bernama M Komari, usia 74 tahun warga Sidoluhur, Godean," kata Kapolsek Godean, Kompol Hery Suryanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (28/1/2019). Jasad korban pertama kali ditemukan salah seorang warga sekitar pukul 09.30 WIB tadi. Saksi tersebut melihat sesosok tubuh manusia hanyut di aliran selokan. Saksi lantas melapor ke warga lainnya dan diteruskan melapor ke polisi. "Setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," jelas Hery. Untuk tubuh korban sendiri terdapat luka di bagian lutut, hidung dan tangan. Namun luka tersebut diduga akibat benturan dinding selokan. "Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban, hanya luka lecet diduga kena benturan bibir selokan. Kalau dari keterang...

Jual Elang dan Kakak Tua Ditangkap Polisi di Yogya

Sleman - Polisi menangkap seorang pria warga Srandakan, Bantul inisial SR (21), yang nekat memperdagangkan satwa liar dilindungi. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 7 ekor burung jenis elang dan kakak tua. "Tersangka SR kita tangkap kemarin siang beserta barang buktinya," kata Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Gatot Budi Utomo, saat jumpa pers di Mapolda DIY Jalan Ringroad Utara, Sleman, Kamis (12/4/2018). Tujuh ekor burung yang diperdagangkan SR yakni dua ekor kakak tua jambul orange, dua ekor kakak tua jambul kuning, dua ekor elang bondol, dan satu ekor elang bido.  Gatot menjelaskan penangkapan berawal ketika polisi menerima informasi adanya jual beli satwa liar di daerah Bantul. Setelah dilakukan penyelidikan, Rabu (11/4) kemarin polisi langsung melakukan penggerebekan di tempat tinggal pelaku sekaligus lokasi kandang satwa di daerah Palbapang, Bantul. "Jadi ada informasi tersangka menawarkan seekor burung kakak tua jambul orange seharg...

Sejumlah SPBU Tunggu Info dari Pertamina

Sejumlah SPBU di Kabupaten Sleman masih mengungu informasi lebih lanjut dari Pertamina terkait kebijakan pengurangan solar bersubsidi. Seperti di SPBU Jalan Laksda Adisutjipto Km 6 Depok Sleman untuk sementara waktu masih menunggu informasi dari Pertamina. "Beberapa hari yang lalu kami dapat memo dari pusat yang menerangkan bahwa akan ada pengurangan penjualan BBM bersubsidi jenis solar. Jika diterapkan, solar akan dibatasai penjualannya mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore. Namun sejauh ini kami masih menunggu info lebih lanjut dari Pertamina," ungkap Ivan Rudiyanto, Pengawas BBM dari SPBU tersebut, Kamis (07/08/2014). Menurutnya, setelah ada info pengurangan kuota solar bersubsidi, konsumsi solar bersubsidi di SPBU tersebut mengalami kenaikan. Jika biasanya konsumsi solar perhari 2.500 liter, kini naik menjadi 3.000 liter perharinya. Meski demikian, kenaikan tersebut masih normal.  "Karena SPBU ini milik Pertamina langsung, kami hanya ikut saja jika nantinya kebijakan t...

Tambahan Kuota LPG 3 Kg di Sleman Tak Terpakai

Tingkat konsumsi elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sleman selama lebaran ternyata tidak seperti yang diprediksi. Tambahan kuota hingga 12 persen yang dilakukan pemerintah ternyata tidak terpakai. Kasi Pengembangan Dinas Energi Sumber Daya Air dan Mineral (ESDAM) Kabupaten Sleman Purwoko Suriatmanto mengungkapkan, tingkat konsumsi elpiji 3 kilogram selama lebaran kemarin terbilang sama dengan konsumsi sehari-hari, yakni 29.800 tabung perhari. Padahal pemerintah dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY telah menambah kuota hingga 12 persen menjadi 32.800 perhari. "Ternyata diluar prediksi kami. Permintaannya terbilang tidak ada perubahan dengan hari-hari biasa. Di sejumlah pangkalan masih ditemukan sisa hingga 1.000 tabung lebih. Sisa tersebut tidak lantas kami kembalikan ke Pertamina. Melainkan tetap disimpan di pangkalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya kepada KRjogja.com, Selasa (5/8/2014). Purwoko menambahkan, ada sejumlah faktor yan...

Muncul Tiga Alur Baru Merapi

Sleman - Muncul tiga alur berwarna putih di puncak Gunung Merapi sebelah barat menuju hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, pascaletusan freatik gunung berapi itu Senin pagi. Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Purwono, Senin, mengatakan tiga alur baru itu diduga bekas lontaran material berupa lumpur atau mungkin karena awan panas. Ia mengatakan, tiga alur putih itu berada di hulu Sungai Senowo dengan panjang sekitar 700 meter dari puncak Merapi. "Kejadian pagi tadi secara visual tidak terpantau dari Pos Babadan karena tertutup kabut. Kami hanya mendengar suara gemuruh," katanya. Ia mengatakan, tiga alur putih itu terlihat pukul 08.58 WIB setelah kabut menghilang dari puncak Merapi sisi barat. Menurut dia alur putih tersebut sangat berbahaya jika penduduk mendekat ke wilayah tersebut. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, alur baru itu adalah bentukan hasil erupsi tadi pagi dan semua mengarah ke aliran Sungai Senowo. I...