YOGYA (KRjogja.com) - Material lahar dingin Merapi yang mengalir dan mengarah sungai di wilayah Magelang diperkirakan masih akan mengancam paling cepat dalam periode 4 tahun kedepan. Bahkan, muntahan lahar yang terjadi saat ini diperkirakan belum mencapai sepertiga bagian dari material yang keluar. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Surono, mengungkapkan, aliran lahar dingin yang merusakkan sebagian jembatan dan jalan di Magelang tersebut sudah dipastikan tidak akan selesai tahun ini. Terlebih jika hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi. "Material yang dimuntahkan Merapi itu mencapai 150 juta meter kubik. Untuk yang di Magelang, sepertiganya saja belum sampai. Paling tidak satu kali periode musim hujan berhenti maka lahar akan berhenti. Tetapi pada tiga kali musim hujan berikutnya, lahar itu masih tetap ada," ujarnya di sela diskusi pasca erupsi Merapi, Jumat (25/2). Menurutnya, pada periode letusan Merapi tahun 200...