Skip to main content

Posts

Showing posts with the label penipuan

Ngaku Anggota BIN, Ibu Muda Ditangkap

YOGYAKARTA – Mengaku sebagai anggota Badan Integen Negara (BIN) , seorang ibu rumah tangga, Tinaningtyas Kuriasari, 31,warga warga Sentol,Sindoagung, Godean, Sleman ditangkap oleh jajaran Polsek Mantrijeron, Yogyakarta. Penangkapan tersebut dilakukan karena pelaku berhasil mengelabui dua ibu rumah tangga dengan modus bisa memasukkan korbannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Denpom Jalan Magelang dan sebuah perkantoran di Gedongkuning. Dua korban tersebut bernama Erni Nolda, 31, warga Panggungharjo, Sewon, Bantul,dan Aprita Suwastiningsih, 28,warga Kadipaten, Kraton, Yogyakarta. Masingmasing telah menyetorkan uang kepada pelaku sebesar Rp5 juta rupiah pada awal Juni lalu. Modus yang dilakukan oleh pelaku tersebut,dengan mendatangi sebuah tempat fitnes di daerah Gedongkiwo, Mantrijeron. Pelaku awalnya menjadi anggota di gym tersebut pada Mei kemarin. Beberapa ibu rumah tangga sempat tertarik dengan tawaran pelaku tersebut. Kemudian,dua orang temannya akhirnya...

Modus Penipuan Berhadiah Kijang Innova-Rp28,5 Juta di ATM Bablas

YOGYAKARTA – Kasus penipuan dengan modus iming-iming hadiah kembali muncul. Memanfaatkan psikologis keinginan orang mendapatkan sesuatu dengan cara instan,hanya melalui telepon pelaku berhasil menjarah harta korbannya. Belum lama ini kasus penipuan itu kembali muncul.Korbannya, Poriyem, 63,warga Patehan, Kraton,Yogyakarta.Korban mendapatkan telepon dari pria yang mengaku bernama Rinaldi Irfan Firmansyah. Saat menghubungi korban, pelaku mengatakan dari PT Telkom Tbk Jakarta dan mengabarkan Poriyem merupakan salah satu pelanggan yang memenangkan hadiah undian berupa satu unit mobil Toyota Kijang Innova. Untuk mengurus administrasi pengiriman mobil dan biaya balik nama,korban diminta mentransfer sejumlah uang melalui rekening. Setelah korban mentransfer uang, mobil hadiah dijanjikan segera dikirim langsung ke rumah.Tanpa mengecek, korban memercayai si penelepon dan menuju ATM di seputaran Titik Nol untuk mentransfer uang. Sesampainya di ATM, oleh pelaku korban dipandu untuk memence...

Nama Bupati Sleman Dicatut Penipu

SLEMAN—Masyarakat, khususnya para pengusaha di Sleman diminta berhati-hati karena akhir-akhir ini muncul oknum yang mengaku sebagai Bupati Sleman, Sri Purnomo. Oknum ini menghubungi pengusaha untuk meminta sejumlah uang. Kabag Humas Endah Sri Widiastuti mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan dari salah satu pengusaha yang sempat dihubungi oknum tersebut, dia telah didatangi orang yang mengaku ajudan Bupati Sleman. Pada hari Jumat (9/9) pelapor dihubungi seseorang yang mengaku Bupati Sleman. Oknum yang menggunakan nomor ponsel 0812 86525557 ini meminta uang Rp1 miliar untuk keperluan mencairkan dana anggaran dari pusat untuk Kabupaten Sleman. Oknum tersebut mengatakan jika kondisi APBD Sleman yang defisit perlu ditutup. “Bahkan, oknum itu menjanjikan setelah dana cair, maka uang tersebut akan segera dikembalikan. Oknum tersebut juga meminta agar uangnya ditransfer melalui ATM,” kata Endah Senin (12/9). Atas kejadian tersebut, Bupati Sleman meminta kepada seluruh...

Awas, Penipuan Berkedok Meluluskan Sertifikasi Guru

YOGYAKARTA--MICOM: Ketua Pelaksana Sertifikasi Guru Rayon III Universitas Negeri Yogyakarta Sunaryo Soenarto mengingatkan kepada para guru agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus sertifikasi guru. Ia mengemukakan, hingga Kamis (8/9) lalu, sekurangnya sudah ada enam guru yang datang ke P3AI (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional) Universitas Negeri Yogyakarta untuk melakukan klarifikasi permintaan transfer sejumlah uang untuk mengurus kelulusan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Sunaryo mengemukakan modus yang dikembangkan si penipu adalah menghubungi guru peserta PLPG melalui telepon sekolah. Dalam telepon tersebut, si penipu menyatakan guru yang disebut namanya itu diminta segera menghubungi panitia PLPG melalui nomor ponsel yang disebutkan untuk membicarakan kelulusan PLPG. "Orang yang nomor ponselnya disebut itu mengaku bernama Sunaryo Soenarto. Si Sunaryo Soenarto palsu ini kemudian meminta guru tersebut untuk menyetor sejumlah...

Ploroti Pacar, Polisi Gadungan Dibekuk

JOGJA – Diduga mengaku-ngaku sebagai anggota Polri, lalu melakukan pemerasan, WW alias Wawan diciduk petugas kepolisian Kota Jogja. Penangkapan terhadap tersangka, berawal dari laporan korban, beberapa hari sebelumnya. Sebelumnya, korban melaporkan tiga unit hanphon dan uangnya senilai Rp 3 juta amblas dibawa tersangka. Padahal, antara korban dengan tersangka sudah kenal sejak lama. Bahkan, kedua inisan ini mengaku tengah menjalani masa penjajakan alias pacaran. Dalam aksinya, pria berumur 28 tahun asal Tangerang (Jawa Barat) ini mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya. Bahkan, pemuda yang mengaku anggota polisi ini tak hanya terkait masalah ngaku-ngaku sebagai polisi, tapi juga melakukan penipuan terhadap seorang gadis bernama Eko Nur (21) warga Kalasan Sleman. “Antara korban dengan tersangka sudah saling kenal. Tersangka kami tangkap di kost-nya yang berada di wilayah Tahunan Umbulharjo Jogja kemarin (25/7) malam. Awalnya saat kami bawa ke Mako tidak mau, namu...

Selly Juga Terlilit 3 Kasus Penipuan di Yogyakarta

DetikNews | Sepak terjang penipu cantik, Selly alias Selly Yustiawati, licin bagai belut. Nyaris hampir di tiap kota yang disinggahi, Selly memangsa sang korban. Selly juga diduga terlibat 3 kasus penipuan di Kota Gudeg, Yogyakarta. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugiayar, menceritakan penangkapan Selly berawal saat Polsek Denpasar Selatan menerima laporan daftar pencarian orang kasus penipuan dari Polresta Bogor. "Kita mendapatkan info, tersangka berada di Hotel Amaris, Kuta Bali. Kemudian ditangkap, dicek identitasnya, ternyata cocok dengan DPO dari Polresta Bogor," kata Sugiayar. Hal ini disampaikan Sugiayar di Mapolsek Denpasar Selatan, Jalan By Pass Sanur, Denpasar, Bali, Senin (28/3/2011). Sugiayar mengaku juga mendapatkan informasi dari hasil penyelidikan dari Polda Yogyakarta bahwa yang bersangkutan melakukan tindak pidana kasus yang sama, yakni ada 3 kasus penipuan. "Sampai saat ini, belum ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Yogya masih ...