Skip to main content

Ngaku Anggota BIN, Ibu Muda Ditangkap


YOGYAKARTA – Mengaku sebagai anggota Badan Integen Negara (BIN) , seorang ibu rumah tangga, Tinaningtyas Kuriasari, 31,warga warga Sentol,Sindoagung, Godean, Sleman ditangkap oleh jajaran Polsek Mantrijeron, Yogyakarta.

Penangkapan tersebut dilakukan karena pelaku berhasil mengelabui dua ibu rumah tangga dengan modus bisa memasukkan korbannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Denpom Jalan Magelang dan sebuah perkantoran di Gedongkuning. Dua korban tersebut bernama Erni Nolda, 31, warga Panggungharjo, Sewon, Bantul,dan Aprita Suwastiningsih, 28,warga Kadipaten, Kraton, Yogyakarta.

Masingmasing telah menyetorkan uang kepada pelaku sebesar Rp5 juta rupiah pada awal Juni lalu. Modus yang dilakukan oleh pelaku tersebut,dengan mendatangi sebuah tempat fitnes di daerah Gedongkiwo, Mantrijeron. Pelaku awalnya menjadi anggota di gym tersebut pada Mei kemarin. Beberapa ibu rumah tangga sempat tertarik dengan tawaran pelaku tersebut. Kemudian,dua orang temannya akhirnya menerima tawaran itu.

Setelah menerima dokumen dan uang tersebut,kemudian pelaku menjanjikan kepada korbannya bahwa pengumuman proses menjadi PNS yang mereka harapkan dilakukan pada Juli mendatang. Namun, karena pelaku meminta lagi untuk menyiapkan uang sebesar Rp 20juta kepada korbannya,baru kemudian korban mencurigai ada kejanggalan.

Korban mendatangi kantor Denpom Jalan Magelang. Dari pengecekan ini diketahui pelaku ternyata anggota BIN gadungan. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...