SLEMAN--MICOM: Pemerintah Kabupaten Sleman, DIY telah menyiapkan areal untuk relokasi warga lereng Gunung Merapi. Hal itu diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo, Jumat (17/6). Untuk itu, lanjut Sri Purnomo, warga yang sudah membangun rumah secara permanen di di lereng Merapi, agar bisa memahami dan mengikuti kebijakan dari pemerintah. "Saya harapkan warga dapat mengnerti," katanya. Dalam pengamatan Media Indonesia, saat ini sudah ada ratusan rumah yang dibangun di zona merah yaitu di dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dusun Srunen, dusun Singlar, sumunya di desa Glagaharjo, Cangkringan dan semuanya masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) 3, atau kawasan yang tidak boleh untuk bangunan tetap (rumah). Warga yang sudah membangun rumah mereka kembali di kawasan zona merah, mengaku tidak akan mau direlokasi, mereka akan mempertahankan tanah mereka. "Warga saya tak mau direlokasi, mereka akan mempertahankannya," kata Suroto, kepala desa Glagaharjo. Menurut...