Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ujian Nasional

Ujian Nasional : Siswi Hamil di Yogyakarta Boleh Ikut Ujian Nasional

YOGYAKARTA- Siswi hamil yang bersekolah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap diizinkan mengikuti ujian nasional sepanjang masih berstatus sebagai siswa dan terdaftar dalam daftar nominatif tetap. "Kalau sudah masuk dalam daftar nominatif tetap (DNT), yang bersangkutan bisa mengikuti ujian nasional. Tidak ada yang membedakan apakah statusnya hamil atau tidak, kaya atau miskin," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Jumat (13/4). Menurutnya, pihaknya pun tidak akan mengecek satu per satu apakah siswi yang sudah masuk dalam daftar nominatif tetap tersebut sedang hamil atau tidak. Ujian nasional untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat akan dilaksanakan serentak pada 16-19 April, diikuti ujian nasional untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) pada pekan berikutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan sekolah yang merupakan jenjang pendidikan formal memil...

Subhanallah.. 387 Siswa SD Yogya Raih Nilai UN Matematika Sempurna 10

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA - Tahun 2011 ini banyak siswa sekolah dasar (SD) kelas VI di Yogyakarta menorehkan prestasi tersendiri. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, tahun ini sedikitnya ada 387 siswa SD di kota ini yang berhasil memperoleh nilai sempurna untuk ujian nasional (UN) mata pelajaran matematika. Bahkan, nilai sempurna tersebut terbanyak di mata pelajaran Matematika dibanding mata pelajaran lainnya. "Banyak memang yang memperoleh nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika. Jika dibanding dua mata pelajaran lain, maka jumlah siswa yang memperoleh nilai sempurna untuk matematika adalah yang terbanyak," papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana. Berdasarkan data, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) itu jumlah siswa yang memperoleh nilai UN sempurna berjumlah 59 anak. Namun, tidak ada satu pun siswa yang memperoleh nilai UN sempurna untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nilai tertinggi untuk m...

Matematika Masih Jadi Momok UN

YOGYA (KRjogja.com) - Mata pelajaran matematika bagi sebagian besar siswa masih menjadi momok yang menakutkan terutama dalam Ujian Nasional (UN). Hal tersebut bisa terlihat pula dari hasil UN SMP/MTs DIY tahun ini dimana pada pelajaran matematika masih didominasi dengan nilai kurang dari 5,5. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, rata-rata nilai matematika dalam UN kali ini memang menempati posisi paling rendah sekalipun terdapat dua orang siswa yang berhasil meraih nilai sempurna. Ia menyebutkan, dalam UN 2010 lalu, jumlah siswa SMP/MTs yang tidak lulus karena nilai matematika mereka dibawah standar 4,25 mencapai 5.957 siswa atau 12,13 persen dari total 49.126 siswa. "Sedangkan tahun ini meski sudah digabungkan dengan nilai sekolah, jumlah siswa yang meraih nilai akhir matematika kurang dari 5,5 mencapai 6.694 siswa atau 13,80 persen dari total 48.507 peserta UN SMP/MTs tahun ini," ujarnya di Yogyakarta, Senin (6/5)...

393 Murid SMP DIY Tak Lulus UN

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Propinsi DIY menyatakan ada 393 dari 48.507 murid SMP / MTs/ SMP terbuka tidak lulus Ujian Nasional (UN) karena tidak mampu memenuhi nilai akhir (NA) minimal 5,5. "Persentase terbesar yang tidak lulus adalah siswa MTS yakni 1,314 persen dari seluruh anak atau 82 dari 6421 anak. Untuk SMP ada 305 anak dart 42.168 (0,723 persen) dan SMP Terbuka ada enam dari 98 anak atau 6,122 persen," papar Kepala Dinas Pendidikan DIY, Baskara Aji, Jumat (3/6). Baskara menjelaskan Kota Yogyakarta menempati persentase kelulusan terbaik atau hanya 27 orang (0,35 persen), lalu Kabupaten Sleman (75 anak atau 0,59 persen) dan Kabupaten Bantul (9 anak atau 0,84 persen). Sedangkan untuk nilai total rata-rata tetap dipegang Kota Yogyakarta (30,97), lalu Kabupaten Sleman (29,24) dan Kabupaten Bantul (29,12). Baskara menilai jumlah siswa tidak lulus bisa bertambah atau berkurang karena belum termasuk nilai akhlak mulia. Selain itu, pertimbangan terhadap ...

Kejujuran UN DIY Tertinggi

YOGYAKARTA– Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperoleh predikat terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kejujuran dalam pelaksanaan ujian nasional. “Predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian dari tim independen yang tidak banyak memperoleh keluhan atau melakukan teguran selama ujian nasional (UN),”ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Baskara Aji kemarin. Selain itu, predikat tersebut berdasarkan analisis terhadap pola jawaban peserta ujian nasional.“ Jika ada pola jawaban dengan kesalahan yang kembar, maka ada kemungkinan terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kecurangan UN.” Sementara itu,berdasarkan penggabungan nilai ujian nasional dan ujian akhir sekolah, maka di Provinsi DIY terdapat 198 siswa dari 41.700 siswa Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan yang dinyatakan tidak lulus. Sementara Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengawasi secara khusus tujuh provinsi yang memiliki tingka...

Perilaku Siswa Pasca-UN

Konvoi hura-hura sepeda motor disertai aksi corat-coret seragam sekolah pasca-Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA 2011 yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak,UN yang baru saja usai seolah-olah dimaknai sebagai pencapaian puncak karier akademik mereka. Pakaian seragam yang semestinya masih baik digunakan dan masih layak disedekahkan ke siswa yang kurang mampu, dicorat-coret hanya untuk meluapkan kegembiraan yang emosional.Para pelajar sepertinya telah yakin bahwa mereka akan lulus UN dan oleh karena itu, mereka pantas merayakan kegembiraannya di jalan raya dengan cara-cara yang kurang terpuji. Nilai-nilai moralitas yang diajarkan selama mengenyam pendidikan sirna hanya karena kegembiraan dan luapan emosi sesaat. Apakah persoalan tersebut menyangkut krisis identitas? Pakar psikologi,Grotevant dan Cooper (1998), menyatakan bahwa masa remaja adalah masa pencarian identitas di mana mereka sering kali mengembangkan identitas personal yang uni...

Mendiknas Bantah Ujian Nasional SMP Bocor

Inspeksi juga dilakukan untuk memastikan distribusi soal Ujian Nasional berjalan lancar. VIVAnews - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh melakukan inspeksi mendadak Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama di Yogyakarta. Inspeksi ini juga untuk memastikan ada tidaknya soal yang bocor sebelum ujian digelar. "Setelah kami cek di lapangan apa benar ada bocoran, ternyata tidak benar," kata M Nuh di sela inspeksi di SMPN 5 Yogyakarta, DIY, Senin 25 April 2011. Menurut M Nuh, inspeksi ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi soal Ujian Nasional berjalan lancar agar pelaksanaan ujian tidak terhambat. Karena itu inspeksi juga dilaksanakan hingga ke ruangan penyimpanan soal ujian. M Nuh tampak memantau posisi ruangan yang sudah terkunci rapat dengan dua gembok, sesuai dengan arahan Kementerian. M Nuh menjelaskan, proses ketat distribusi ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Penggembokan ruangan soal ujian itu, kata M Nuh, ...

Anggap Kunci Jawaban yang Beredar Palsu

YOGYAKARTA--MICOM: Siswa diminta tidak percaya dengan kunci jawaban ujian nasional yang biasanya beredar saat Ujian Nasional tingkat SMP, Senin (25/4). Hal tersebut disampaikan oleh R Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (24/4). Ketika dihubungi para wartawan, ia mengatakan, akibat dari kunci jawaban tersebut, nilai ujian nasional DIY mengalami penurunan. Nilai Bahasa Indonesia contohnya, pada tahun 2010, nilai rata-rata bahasa Indonesia turun 0,5 dari tahun sebelumnya. Padahal, nilai Bahasa Indonesia pada 2009 mencapai 7,7, tetapi pada 2010 turun menjadi 7,2. Sejauh ini, berdasarkan pengujian terhadap kunci jawaban yang beredar, nilai rata-rata pelajaran siswa akan buruk jika menggunakan kunci jawaban tersebut. "Jika menggunakan kunci jawaban yang beredar saat ujian nasional, nilai rata-rata 3," tambahnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan, jelas Aji, setahun ini telah...

Soal Matematika tak Jelas Warnai UN Hari Kedua

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari kedua di Yogyakarta secara keseluruhan berjalan lancar dan tertib. Namun berdasarkan pantauan pengawas, ada beberapa pilihan jawaban pada lembar soal UN yang tidak jelas. "Hari kedua hanya mata pelajaran Matematika yang diujikan, ada beberapa pilihan jawaban yang tidak jelas sehingga siswa sulit membacanya," terang koordinator pengawas wilayah Kota Yogyakarta, Senawi, Selasa (19/4). Temuan pilihan jawaban tak jelas di soal mata pelajaran UN Matematika tersebut ada di SMK Negeri I Yogyakarta. Sedikitnya ada dua soal yang ditemukan pilihan jawabanya tidak jelas. "Kita lalu membuat berita acaranya agar ditindaklanjuti di kemudian hari," tambahnya. Ia menilai kesalahan tersebut tampaknya murni dari pihak percetakan. Karena untuk soal lainnya tercetak cukup jelas dan mudah dibaca sedangkan dua lembar tersebut agak buram dan sulit dibaca. Meski sempat membingungkan namun menurut Senawi, kasus ter...

UAN Kota Jogja Lancar, Siswa Anggap Soal Mudah

JOGJA: Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) hari pertama di Kota Jogja, (18/4), dianggap lancar. Wakil Walikota (Wawali) Jogja, Haryadi Suyuti yang melakukan pemantauan di sejumlah tempat menegaskan pelaksanaan UAN cukup lancar. “Semua berjalan lancar, belum muncul laporan kerusakan maupun kekurangan soal,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Maryana. Menurut dia, tidak ada persoalan dalam UAN hari pertama. Di SMAN 8 terdapat 258 peserta UAN, meliputi 30 siswa IPS dan 228 siswa IPA. “Soal cadangan hingg kini belum digunakan. Sejauh ini, kami belum terima keluhan dari sekolah yang masuk pokja kami,” katanya. Andini, siswa kelas 12 IPA 2 mengatakan, soal Bahasa Indonesia dalam UAN kali ini relatif mudah. Dalam waktu dua jam, ia mampu menyelesaikannya tanpa kendala yang berarti. “Soal-soal ini sering muncul dalam try out jadi relatif mudah. Hanya ada beberapa pilihan soal yang membigungkan,” ujarnya.(Harian Jogja/Shinta Maharani) Translate Usin...

UN SMA/SMK/MA di Bantul Dikuti 8.634 Peserta

BANTUL (KRjogja.com) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010/2011 SMA/SMK/MA di Kabupaten Bantul yang akan dimulai Senin (18/4), diikuti 8.634 peserta. Mereka adalah 4.444 siswa SMA dan 4.190 siswa SMK/MA. Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul Listiawan SH mengatakan, jumlah sekolah yang menyelenggarkan UN ada 62 sekolah dengan rincian 34 SMA dan 28 SMK/MA. Kelompok kerja (Pokja) untuk SMA/MA berada di SMAN 1 Bantul dan SMAN 1 Sewon, sedangkan SMK di SMKN 1 Sewon dan SMKN 1 Bantul. "Distribusi semua soal UN dilakukan Sabtu (16/4) ke pokja-pokja yang telah ditunjuk. Pengambilan soal dilakukan di pokja sebelum pelaksaan," kata Listiawan kepada KRjogja.com, Sabtu (16/4) disela-sela pemantauan distribusi soal di SMAN 1 Bantul. Setiap pokja ada pengawas pelaksanaan dari perguruan tinggi seperti UIN Sunan Kalijaga dan beberapa Perguruan Tinggi lainnya. Sedangkan tiap kelas ada 2 pengawas. "Pengawas di ruangan itu merup...