Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Viva News

Hakim Cabul Dipecat, PN Yogya Tunggu Bukti

Majelis Kehormatan Hakim memecat hakim DD asal Pengadilan Negeri Yogyakarta karena terbukti meminta penari telanjang dan tiket pesawat saat menangani perkara di PN Nusa Tenggara Timur. Eksekusi pun belum bisa dilakukan lantaran PN Yogyakarta belum menerima surat resmi. "Seandainya betul terbukti (surat resmi dari MKH), otomatis akan diganti," kata Ketua PN Yogyakarta Mohammad Lutfi, Rabu 23 November 2011. Sebelum ada surat MKH, Lutfi tidak bisa mengambil sikap apapun atas anak buahnya itu. Meski demikian, pengadilan menunda semua perkara yang ditangani DD. Lutfi mengaku tahu putusan MKH dari media massa. Dia sendiri mengaku tidak tahu persis kasus yang melilit anak buahnya itu hingga diberhentikan secara tidak hormat oleh MKH. Pada 19 November lalu, Lutfi baru menerima surat MKH tertanggal 6 November 2011 yang berisi agenda sidang MKH untuk mendengar pembelaan DD.  Sebelum itu, DD pun pernah dipanggil Komisi Yudisial untuk satu kasus. "Saya tidak tahu kas...

Musim Hujan, Yogya Antisipasi Lahar Dingin

Ada 13 ribu jiwa di 8 kecamatan di Yogyakarta yang terancam banjir lahar dingin Merapi. VIVAnews - Pada akhir Oktober ini musim penghujan telah berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Musim penghujan dimulai dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Ancaman bahaya banjir lahar dingin pun kembali menghantui masyarakat Kota Yogyakarta yang tinggal di pinggiran bantaran sungai Code. Karena sungai yang membelah kota Yogyakarta tersebut berhulu di lereng Merapi. Untuk menghadapi bahaya banjir lahar dingin akibat hujan deeras di lereng Merapi, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memasang dua alat early warning system (EWS) di sepanjang Kali Code sebanyak 5 unit. “Tahun lalu kami memasang EWS sebanyak 3 unit. Untuk tahun ini kami tambah lagi 2 EWS sehingga total yang terpasang di sepanjang sungai Code mencapai 5 unit,” kata Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Yogyakarta Sudarsono, ...

Pantai Selatan Yogya Dilanda Gelombang Pasang

”Kondisi sangat parah. Baru kali ini gelombang pasang akibatkan abrasi yang hebat." VIVAnews - Gelombang pasang yang berlangsung hampir satu pekan di kawasan Pantai Selatan Yogyakarta khususnya pantai Kuwaru, Kabupaten Bantul mengakibatkan ratusan pohon cemara udang di tepi pantai tumbang, kolam permainan anak hancur, posko SAR mengalami kerusakan parah dan lapak-lapak pedagang porak-poranda. ”Gelombang pasang yang terjadi sejak hari Jumat minggu lalu hingga hari ini telah merusak tanaman, bangunan bahkan aspal jalan di bibir pantai Kuwaru,” kata Gambos, 34, salah seorang warga di Pantai Kuwaru, Kabupaten Bantul, DIY, Rabu 19 Oktober 2011. Gambos mengatakan terjangan gelombang pasang merusak pemandangan pantai. Kawasan yang dulu teduh, kini panas akibat tidak ada lagi pepohonan yang menaungi. Ditambah lagi, pohon yang tumbang belum dibersihkan. Begitu pula dengan sampah yang menumpuk hingga 50 meter dari bibir pantai. ”Kondisi sangat parah. Baru kali ini gelomb...

Keppres Jabatan Sultan Disahkan 9 Oktober

"Saya dengar dari Setneg juga sudah diajukan ke Presiden," kata Mendagri. VIVAnews - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan Keputusan Presiden mengenai perpanjangan masa jabatan Sri Sultan Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rencananya, Keppres ini akan disahkan minggu depan. "Saya dengar dari Setneg juga sudah diajukan ke Presiden. Mudah-mudahan minggu besok ini sudah selesai, tanggal 9 Oktober," kata Gamawan Fauzi, usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Sabtu, 1 Oktober 2011. Perpanjangan masa jabatan itu, lanjut Gamawan, bisa dilakukan paling lama satu tahun. Untuk itu dia berharap agar DPR dan pemerintah dapat segera mengesahkannya. "Tanggal 8 Oktober kan habisnya, tapi kan bisa tanggal 9 Oktober. Ini kan tanpa pelantikan, jadi perpanjangan saja langsung," ungkapnya. Sement...

Cegah Bom, Sultan Imbau Warga Yogya Bersatu

"Menjaga keamanan ini, bisa dimulai dari tempat strategis, hingga di tengah kampung." VIVAnews - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta seluruh masyarakat dan petugas keamanan untuk membangun kebersamaan dan ikut menjaga keamanan wilayah. Ini untuk mencegah terulangnya insiden bom bunuh diri, seperti yang terjadi di Solo 25 September 2011. ''Apa yang terjadi itu merupakan kepicikan seseorang yang merasa paling benar,'' kata Sultan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu, Selasa, 27 September 2011. "Bagaimana pun tragedi bom yang terjadi di Solo yang menimpa umat Kristen yang sedang beribadah di gereja dan yang akhirnya merugikan masyarakat karena kepicikan seseorang yang merasa paling benar." Sultan berharap peristiwa semacam itu jangan sampai terulang lagi. Dia menilai aksi teror yang membuat belasan orang mengalami luka serius bukan hanya merugikan warga Solo tetapi juga merugikan bangsa Indonesia s...

Situs Candi Ditemukan di Yogyakarta

Ada empat bangunan candi. Candi bercorak Budha. VIVAnews -- Sebuah situs candi kembalikan ditemukan di Dusun Palgading, Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya, tak jauh dari situs Kimpulan Hindu di komplek Universitas Islam Indonesia. Candi yang ditemukan ini bercorak Budha. "Temuan itu terdapat empat candi baru yang bentuk dan denahnya berbeda-beda semua. Namun yang satu belum jelas, karena masih dalam proses," kata Kepala Kelompok Kerja Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogya, Wahyu Astuti, kepada VIVAnews.com, Jumat 23 September 2011. Menurut Ketua tim ekskavasi situs Palgading di komplek UII ini, dari keempat candi yang ditemukan, baru tiga bangunan yang sudah diketahui luasnya. Bangunan candi yang letaknya paling selatan seluas 13,23x17 meter, candi yang berada di tengah luasnya 8,6 meter, dan candi di sisi utara seluas 8,85x8,85 meter. "Untuk candi paling utara masih dalam proses, jadi belum diketahui luasny...

Atlet Wushu Yogya Belajar ke China

"Keduanya bisa mendapat ilmu yang lebih baik lagi sehingga bisa meraih prestasi." VIVAnews - Ingin meraih prestasi pada SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang, dua atlet Wushu dari Yogyakarta yang selam ini berlatih di Sasana Wushu Indonesia Sinduadi, Kabupaten Sleman, DIY akan memperdalam ilmu bela diri Wushu di Negeri Tirai Bambu, China. Dua atlet bela diri Wushu dari Yogyakarta yang dikirim ke China adalah Ivana Ardelia Irmanto dan Felicia Alverina Monindra. Ketua Sasana Wushu Indonesia, Sinduadi Andi, mengatakan kedua atlet Wushu sudah mengenal olahraga bela diri ini sudah cukup lama sehingga keahlian serta prestasinya tidak diragukan lagi. Apalagi sekarang siap mengikuti Pelatnas Sea Games XXVI yang diselenggarakan di Beijing, China. "Kami berharap seusai mendapatkan pelatnas di Beijing, keduanya bisa mendapat ilmu yang lebih baik lagi sehingga bisa meraih prestasi dalam SEA Games nanti," kata Andi. Andi mengatakan, khusus...

Peringatan Gabung NKRI, Warga Yogya akan Demo

5 September, ribuan warga Yogya pro-penetapan turun ke jalan dukung penyelesaian RUUK DIY. VIVAnews - Pada 5 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengingatkan kembali momen bersejarah itu, pada tanggal 5 September mendatang, elemen masyarakat Yogyakarta pro-penetapan akan menyerahkan dokumen Amanah Rakyat DI Yogyakarta kepada Sri Sultan HB X di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Amanah Rakyat DI Yogya ini akan menjadi bukti mengentalnya sikap politik warga Yogya, yang menginginkan agar Sultan tetap berkuasa di Kraton Yogya dan Adipati Paku Alam yang berkuasa di Pura Paku Alaman. Kemudian, masing-masing tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur di Provinsi DI Yogyakarta. "Momen 5 september mendatang akan dikuatkan kembali dukungan terhadap Sri Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY," kata Sukirman, salah seorang pemrakarsa peringatan, 3 September 2011....

Lebaran, Sampah Menggunung di Yogya

Petugas pengangkut sampah libur, akibatnya sampah menumpuk VIVAnews - Malioboro menjadi tempat favorit bagi wisatawan dan pemudik di Yogyakata. Libur lebaran ini diperkirakan puluhan ribu wisatawan lokal dan asing berkunjung ke jantung Kota Yogyakarta ini. Akibatnya sepanjang jalan yang menuju arah Kawasan Malioboro penuh dengan sampah yang dibuang sembarangan oleh para wisatawan. Irfan Susilo, Kepala Bidang Sampah Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, mengatakan pasca hari H Lebaran, volume sampah di Kota Yogyakarta sudah mulai mengalami kenaikan. Diperkirakan sampah Kota Yogyakarta akan naik sekitar 15 persen dari hari biasa yang mencapai 700 meter kubik. "Dibanding hari biasa kenaikan sampah di kawasan Malioboro ini mencapai 15 persen dari hari biasanya," katanya, Kamis, 1 September 2011 Menurutnya pada hari Lebaran para tukang gerobak sampah libur sehingga sampah terus menggunung dan baru akan diambil ambil oleh para tukang sampah usai libur Lebaran. ...

Pemerintah Putuskan 1 Syawal Hari Rabu

Keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan hilal di 96 titik. VIVAnews - Kementerian Agama memutuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah akan jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Keputusan ini berdasarkan sidang isbat yang dilgelar di Kantor Kementerian Agama, Senin malam, 29 Agustus 2011. "Bahwa 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada Hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011," kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat membacakan kesimpulan sidang isbat. Keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan hilal di 96 titik. Dari sejumlah lokasi, sebanyak 30 titik menyebut tidak melihat adanya hilal. Adapun, hanya 3 titik yang melihat adanya bulan baru dalam pemantauannya. "Tapi tiga hasil itu ditolak. Karena tidak sesuai secara keilmuan," kata Ahmad Jauhari, Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama. Walau demikian, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memutuskan untuk Idul Fitri besok, 30 Agustus 2011. Perwakilan Muhamadyah yang hadir dalam rapat itu memin...

Cloud Computing Cocok untuk Indonesia

Sistem cluod dalam edukasi online sudah pernah diujicobakan di 20 sekolah di Yogyakarta VIVAnews - Microsoft Indonesia mempunyai solusi untuk pendidikan di Indonesia. Seperti diketahui, salah satu problem yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah belum adanya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah. Dengan platform dan aplikasi yang dimiliki, Microsoft berupaya menjembatani persoalan tersebut. Metodenya berbasis pembelajaran online lewat platform dan aplikasi Sharepoint. Dengan ini mereka mengaplikasikan komputasi awan dalam pembelajaran. “Secara teknis, data dari sekolah disimpan dalam sebuah server yang berada di luar, kemudian baik guru maupun siswa dengan fleksibel dapat mengakses konten tersebut,” kata Sutanto Hartono, Presiden Direktur Microsoft Indonesia di Jakarta. Dengan demikian, kata Sutanto, murid, kapan pun, dan di manapun bisa mengakses materi pembelajaran. Sistem ini, Sutanto mengklaim, akan meminimalisir kekurangan dalam pembelaja...

Pro Penetapan: Belanda Saja Menghargai Sultan

RUUK DIY belum juga rampung. Padahal jabatan Gubernur DIY paripurna 9 Oktober mendatang VIVAnews - Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan tidak akan selesai pada tahun 2011 ini, padahal jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akan selesai pada 9 Oktober mendatang. Ketidakberhasilan DPR menyelesaikan RUUK DIY yang sudah dibahas sejak DPR periode 2004-2009 ini dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan kerja dari para wakil rakyat yang ada di Senayan. Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulistyo Admojo menyatakan dalam RUUK DIY ada tiga pilar yang harus diperhatikan yaitu, rakyat, adat dan pemerintah. Unsur pertama yaitu rakyat sudah jelas menginginkan penetapan, unsur kekdua yaitu adat dalam hal ini keraton sejak dulu juga menginginkan penetapan dan saat ini tinggal unsur ke tiga yaitu pemerintah. “Artinya kalau DPR tidak bisa kerja, maka pemerintah bodoh,” kata Sulistyo Admojo, Ketua Paguyuban Dukuh (P...

MUI Prediksi Lebaran Dua Kali

Muhammadiyah sudah memastikan Lebaran jatuh pada 30 Agustus. NU diperkirakan 31 Agustus VIVAnews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta memperkirakan ada dua kali hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah di tanah air. Muhammadiyah sudah memastikan Hari Raya pada 30 Agustus 2011, sementara Nahdlatul Ulama diprediksi MUI pada 31 Agustus 2011. "Diperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah dua kali yaitu, hari Selasa 30 Agustus dan Rabu 31 Agustus," kata Toha Abdurrahman selaku Ketua MUI DIY kepada VIVAnews.com, di Yogyakarta. Menurut Toha, perkiraan dua kali hari Raya Idul Fitri tersebut disebabkan karena Selasa malam 30 Agustus itu, hilalnya baru 1,49 derajat. Sedangkan kalau menurut Hadis Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Fitri baru bisa minimal 2 derajat. "Menurut perintah Nabi puasa disempurnakan 30 hari," ujarnya. Toha menuturkan, yang Lebaran hari Selasa 30 Agustus itu landasannya adalah menggunakan Al-qur'an denga...

32 Bekas Anggota DPRD Gunung Kidul Tersangka

Empat di antaranya masih menjadi anggota DPRD VIVAnews - Kejaksaan Negeri Gunung Kidul menetapkan 32 dari 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta periode 1999-2004 jadi tersangka korupsi. Sementara 13 orang lainnya, menurut Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Eko Siwi Iriani tidak menjadi tersangka karena telah mengembalikan uang yang mereka terima dari APBD yang digunakan untuk pos pemeliharaan kesehatan, pengobatan, perawatan, BBM dan oli. “Kami menetapkan 32 orang anggota DPRD Kabupaten Gunung Kidul periode 1999-2004 sebagai tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran untuk pada pos pemeliharaan kesehatan, pengobatan, perawatan, BBM dan oli,” katanya, Minggu, 7 Agustus 2011. Total dana yang diduga dikorupsi Rp2 miliar. Menurutnya, dari 32 anggota dewan periode 1999-2004 yang ditetapkan sebagai tersangka, empat orang diantaranya hingga kini masih menjadi anggota DPRD Gunungkidul dan tiga orang lainnya kini menjadi anggota DP...

Puasa, Jam Kerja PNS DIY Dikurangi

Di bulan puasa mendatang jam kerja hanya dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. VIVAnews -- Menjelang berlangsungnya bulan puasa yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2011 mendatang, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan aturan untuk memperpendek jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengurangan jam kerja ini mengacu kepada keputusan gubernur DIY. ”PNS biasa masuk kerja jam 08.00 WIB hingga 15.30 WIB, namun saat bulan puasa mendatang jam kerja hanya dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB atau jam pulang kerja maju satu jam,” kata Plt. Sekda Kabupaten Bantul, Riyantono, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Juli 2011 Dia menambahkan, pemerintah juga memberikan waktu istirahat selama 30 menit bagi PNS untuk sholat Duhur dan kultum yang biasanya dilaksanakan di mushola Pemkab Bantul. ”Pengurangan jam kerja ini diharapkan tidak mengurangi kinerja PNS meski bersamaan dengan kegiatan berpuasa,”paparnya Riyantono menyatakan pihaknya nant...

Di Yogya, Melahirkan Tidak Dipungut Biaya

Biaya gratis ini tidak hanya untuk warga miskin, tapi juga untuk menengah ke atas. VIVAnews - Kabar gembira bagi para ibu hamil di Yogyakarta yang bingung bagaimana mencari biaya kelahiran. Lewat program Jaminan Persalinan (Jampersal), pemerintah akan menanggung seluruh biaya persalinan tersebut. Berbeda dengan Jamkesos atau Jamkesda ataupun askeskin, Jampersal ini tidak saja menanggung seluruh biaya ibu menjalani persalinan dari keluarga miskin, program itupun berlaku juga bagi ibu hamil menengah keatas. “Semua ibu hamil yang akan menjalani persalinan ditanggung oleh Jampersal baik dari dari kalangan miskin hingga kaya raya,” kata Tuti Sulistyowati, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Senin. Persalinan gratis, ditegaskan Tuty, hanya dilayani di Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas. Jika dalam persalinan tidak normal maka Puskesmas akan merujuk ibu yang akan melahirkan tersebut kerumah sakit dan tidak akan ditarik biaya sepeserpun. “Berapapun bia...

Proses Check In Lion Kacau, Penumpang Ngamuk

Petugas Lion Air hanya bisa minta maaf. VIVAnews - Puluhan penumpang pesawat Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta mengamuk pagi ini. Mereka marah karena tiba-tiba proses check in ditutup, padahal waktu boarding masih lama. "Maaf, kami sudah close," kata salah seorang petugas Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta. Penumpang yang sudah antre sejak pagi di check in counter yang harusnya melayani semua jurusan, diminta ke Help Desk oleh petugas. Kekacauan ini terjadi di penerbangan Lion Air tujuan Yogyakarta dengan nomor penerbangan JT 522 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.40 WIB. Selain itu, juga terjadi pada rute lainnya, seperti tujuan Surabaya dengan nomor penerbangan JT 448, dan juga tujuan Makassar. "Saya sudah beli (tiket) seminggu lalu dan sudah confirmed. Berapa uangnya sudah berbunga-bunga. Paling bisa kau, Lion!" teriak salah satu penumpang ke petugas. Seorang ibu setengah baya, berkerudung, bernasib lebih parah. Dia sudah mengantre ...