Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pariwisata

Taman Pintar Yogyakarta Targetkan 12.000 Wisatawan per hari

Yogyakarta - Tempat rekreasi edukasi yang telah menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta, Taman Pintar, menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 12.000 orang per hari selama libur Lebaran. "Untuk libur Lebaran ini, kami berharap akan ada sekitar 12.000 wisatawan per hari yang datang. Jumlahnya memang tidak sebanyak saat libur sekolah," kata Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Ita Rustanti di Yogyakarta, Sabtu. Menurut dia, kunjungan wisatawan saat libur Lebaran tersebut sangat diharapkan untuk menutup rendahnya tingkat kunjungan wisatawan selama bulan puasa. Selama bulan puasa, tingkat kunjungan di Taman Pintar cukup rendah yaitu sekitar 300 orang per hari pada Senin hingga Jumat dan mencapai 600 orang per hari saat libur akhir pekan. Jumlah kunjungan wisatawan saat bulan puasa tersebut sangat jauh bila dibanding rata-rata kunjungan pada bulan-bulan lainnya yaitu sekitar 6.000 hingga 7.000 orang per hari. "Kunjungan ke Taman Pintar akan mencapai puncaknya saat li...

Jalur Wisata Yogya-Solo Macet-Enam Wisatawan Terseret Ombak

GUNUNGKIDUL – Jalur wisata Yogyakarta dan Solo mengalami kemacetan panjang pada hari kedua libur panjang atau long weekend kemarin. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan lokal maupun dari luar daerah yang memadati jalan-jalan utama untuk berwisata. Di Gunungkidul, kemacetan terjadi di jalur Yogyakarta–Wonosari, tepatnya di sekitar hutan Tleseh,Desa Bunder, Kecamatan Patuk. Antrean kendaraan mencapai lebih dari dua kilometer. Selain faktor kepadatan kendaraan yang meningkat drastis, perbaikan jalan nasional ini juga membuat lalu lintas tersendat. Dari pantauan SINDO di lapangan, sejak kemacetan dihutan Tleseh, ratusan kendaraan terlihat mengular hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Sambipitu,Patuk. ”Sudah dua hari ini macetnya kayak gini,”kata Suroto, salah satu pengemudi truk material, kemarin. Di kawasan objek wisata, ribuan wisatawan menyemut di berbagai kawasan pantai. Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar...

Undang 120 Buyer Asia

YOGYAKARTA– Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (ASITA) Yogyakarta bersama dengan Dinas pariwisata DIY akan menggelar promosi wisata. Setidaknya ada 120 buyer potensial dari Asean dan Asia pasifik yang akan diundang dalam Jogja Travel Mart (JTM) 2012. Ketua ASITA DIY Edwin Ismedi Himna mengatakan, JTM merupakan ajang promosi pariwisata antar agen wisata di DIY. Salah satunya untuk mengenalkan potensi pariwisata yang ada di DIY kepada wisatawan domestik dan mancanegara. “Event kali ini kita hanya undang buyer potensial,”tegasnya. Di antaranya berasal dari Malaysia,Singapura,Thailand, Korea, Jepang, China, India, dan beberapa Negara Eropa. Sedangkan buyer dari dalam negeri berasal dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Riau dan lainnya,”katanya. Pada kegiatan rutin tahunan ini, panitia juga akan mengundang para sellermulai perhotelanhinggapengelolaobjekwisata. Setidaknya sudahada90 seller yang telah mendaftar.Event ini akan dilaksanakan selama 31 Mei ...

Pemkot Gelar Sayembara Pakaian Wisata

YOGYAKARTA – Sebagai destinasi wisata, hingga saat ini Yogyakarta belum memiliki pakaian pelaku wisata yang khas.Padahal, busana ini bisa memperkuat citra kota pariwisata ini di mata dunia. Atas dasar itu,Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Yogyakarta menggelar lomba desain pakaian bagi pelaku wisata. Pakaian itu diharapkan merupakan busana yang simpel dan dapat digunakan dalam aktivitas kerja sehari- hari. ”Lomba desain ini berawal dari keinginan untuk membangun atmosfer Yogyakarta dan masukan beberapa wisatawan yang datang,”ujar Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Disparbud Kota YogyakartaYeti Martati kemarin. Fokus utama dari lomba desain tersebut adalah pakaian yang memenuhi unsur sederhana dan terjangkau, tapi tetap menunjukkan karakter khasYogyakarta.Beberapa ciri khas yang diharapkan dapat ditampilkan adalah pemanfaatan kain batik sogan ataupun lurik.Desain pakaian yang dilombakan lengkap untuk kebutuhan pakaian pria dan wanita. Bagi yang ingin terlibat ...

Parangtritis masih jadi Andalan Wisata DIY

BANTUL--MICOM: Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan ke objek wisata di daerah ini. Hal ini dikatakan Kepala Seksi Promosi dan Bimbingan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten ini Bambang Priharyanto. "Selama ini jumlah kunjungan Wisatawan ke Pantai Parangtritis masih menduduki peringkat pertama dibandingkan kunjungan wisatawan ke objek wisata lainnya," kata Bambang Priharyanto di Bantul, Sabtu (7/1). Menurut dia, berdasarkan data retribusi dan kunjungan objek wisata di Kabupaten Bantul selama  2011 yaitu peringkat pertama diduduki objek wisata  Pantai Parangtritis dengan jumlah kunjungan 1.338.112 wisatawan, disusul Pantai Kwaru sebanyak 270.823 wisatawan, Pantai Pandansimo  54.628 wisatawan, Pantai Samas 36.456 wisatawan dan Pantai Goa Cemara 11.267 wisatawan "Khusus untuk objek wisata Pantai Goa Cemara data tersebut merupakan data selama  November dan Desember 2011 ka...

Pelaku Wisata Jogja Harapkan Libur Akhir Tahun Ramai

HARIAN JOGJA: Kalangan perhotelan dan restoran di Jogja mengharapkan tetap bisa menjaring tamu dan menikmati panen turis pada liburan akhir tahun. "Paskaerupsi Merapi dan penutupan bandara Adi Sutjipto kunjungan wisatawan nusantara [wisnus] maupun manca negara turun 50%. Tingkat hunian hotel juga anjlok dari 70% tinggal 20%," kata Djulkarnain, Ketua Jogja Tourism Forum, hari ini. Menurut dia, tiga bulan sebelum akhir tahun, industri wisata biasanya sudah mengalami peningkatan okupansi hotel maupun tamu restoran. Namun kini semua industri termasuk jasa bus wisata, rental mobil hingga pedagang kecil cukup menderita karena anjloknya kunjungan. Syahrial Lubis, Director of Sales Hotel Hyatt Regency Jogja, mengatakan selama penutupan bandara praktis tamu hotelnya hanya dari kalangan LSM/NGO dari dalam dan luar negri. "Kamar yang terisi 20 unit dari 200-an kamar yang ada karena hotel kami membidik pasar corporate dan Meeting, incenteve, conference & Exhibition (M...

Desember, Pariwisata Di Recovery

Harian Jogja | Selain menghancurkan sejumlah desa, erupsi Gunung Merapi kali ini juga mengganggu kelangsungan sektor pariwisata DIY. Dua asosiasi yang berhubungan langsung dengan dunia pariwisata di DIY, PHRI dan Asita, menyiapkan program recovery untuk dilakukan Desember 2010. Program tersebut sangat beragam, seperti kampanye Jogja aman, pemberian diskon hingga mendirikan Media Center Insan Pariwisata Jogja. Namun, hasil dari program ini belum bisa diprediksi hasilnya, begitupun dana yang digulirkan. Semua masih dalam proses rembukan. Hanya saja, sejumlah pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) sudah menyiapkan langkah strategis untuk menyelamatkan pariwisata DIY. Ketua PHRI DIY, Istidjab M Danunagoro, menjelaskan dampak erupsi Merapi sejak 26 Oktober lalu, memukul bisnis perhotelan. Tingkat okupansi turun hingga 50%, dibandingkan November tahun lalu. “November tahun lalu, tingkat kunjungan rata-ra...

Karya Seni Bisa Jadi Tumpuan Pariwisata

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Karya seni para seniman Yogyakarta berpeluang besar untuk menjadi tumpuan industri pariwisata di daerah ini. Apalagi, Yogyakarta sebagai kota seni budaya mendorong kegiatan pameran seni rupa marak diselenggarakan. "Hampir setiap hari selalu ada pembukaan pameran seni rupa, kualitas karya juga tergolong baik, hal tersebut menjadi potensi besar untuk menjadi tumpuan industri pariwisata DIY," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nur Ahmad Affandi di Yogyakarta, Senin (23/8/2010). Ia mengatakan, maraknya pameran seni rupa yang digelar di daerah ini juga dapat menjadi magnet untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. "Di tingkat nasional posisi Provinsi DIY sudah lama dikenal sebagai kota seni dan budaya, sedangkan di mata dunia, Yogyakarta juga terkemuka dengan nilai-nilai budayanya. Hal ini jika digarap lebih lanjut tentunya berprospek sangat baik bagi pengembangan industri p...

Jogja Minim Polisi Pariwisata

RADAR JOGJA- Kota Jogjakarta menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat memasuki masa liburan. Namun sayang, aparat pendukung untuk menjamin pelayanan dan keamanan wisatawan masih terbilang minim. Pasalnya, saat ini jumlah personil polisi pariwisata di kota Jogja hanya tercatat sebanyak 35 personil yang disiagakan pada sejumlah titik. Padahal dalam masa liburan sekolah, kunjungan wisata dari luar daerah menuju kota Jogjakarta dipastikan melonjak. Bahkan akhir akhir ini sempat menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan di kota Jogja. Untuk itu, penempatan personil polisi pariwisata sebagai pihak yang berkompeten menjadi hal yang penting. "pada dasarnya melonjaknya jumlah kunjungan sudah terasa sejak bulan juni, namun puncaknya pada Juli ini. kami menerjunkan 35 personil polisi pariwisata di beberapa titik wisata, seperti malioboro, Taman pintar, dan kawasan Kraton,"kata Kepala Satuan Polisi Pariwisata, Poltabes Jogja, Kompol Pramudinto, (8/7) kemarin. Dengan minimn...