Skip to main content

Irfan Bachdim Segera Ke Bantul

SLEMAN—Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sepekan terakhir ini sepi mendadak ramai pada Senin (5/9). Penyebabnya, para pemain Timnas Indonesia U-23 berlatih di lapangan milik pemerintah tersebut.

Terlihat di pinggir lapangan sejumlah mahasiswa yang ingin melihat idola mereka di timnas. Tercatat Kim Jeffry Kurniawan dan Yonki Aribowo menjadi pemain yang paling diidolakan di antara para mahasiswa tersebut.

Berbeda dengan pemain bintang lainnya, kedua pemain itu sudah merumput sejak timnas latihan perdana di Jogja untuk sepekan ke depan ini. Yang absen dalam latihan perdana tersebut di antaranya Patrick Wanggai yang sedang berduka lantaran pemakaman ayahnya.

Kemudian ada dua pemain naturalisasi yakni Diego Michels dan Ruben Wuarbanaran yang izin untuk menyelesaikan administrasi klubnya di Pelita Jaya dan ada juga Dendi Santoso yang izin untuk mengurus izin dari klubnya di Surabaya.

Meski masih banyak yang absen, pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan menegaskan Indonesia U-23 akan tampil dengan kekuatan penuh lantaran sudah ada kejelasan soal beberapa pemain U-23 yang saat ini bergabung dalam skuat Timnas Indonesia di Prakualifikasi Piala Dunia 2014 menghadapi Bahrain.

Pemain-pemain yang telah menyatakan kesiapannya tersebut di antaranya Irfan Bachdim, Octovianus Maniani, Ferdinan Sinaga dan Kurnia Mega. “Rencananya mereka segera bergabung selepas pertandingan timnas senior. Mungkin Rabu [7/9] sore mereka sudah bergabung dengan kami,” ujar Rahmad ketika diwawancarai Harian Jogja Express, kemarin.

Manajer Timnas Indonesia U-23 Roso Daras mengungkapkan U-23 berada di Jogja selama 6-10 September dan diikuti 22 dari total 27 pemain. Selama di Jogja tim bermarkas di Hotel Jayakarta. Setelah berada di Jogja dan bertanding melawan Persiba, Timnas U-23 berangkat ke Hongkong, Korea Utara dan China untuk melakoni laga uji coba.

22 pemain ikut TC lanjutan Timnas Indonesia U-23 di Jogja:

Kiper:

Rifky Mokodompit (Persita)
Andretani Adyaksa (Persija)

Bek :

Abdurrahman (Semen Padang)
AA Ngurah Wahyu Trisnajaya (Persija)
Septya Hadi (PSPS)
Irfan Raditya (free club)
Hasyim Kipuw (Persija)
Hendro Siswanto (Arema Indonesia)
Jajang Sukmara (Persib U-21)
Diego Michiels (Pelita Jaya)


Tengah :

Ruben Wuarbanaran (Pelita Jaya)
Kim Jeffry Kurniawan (Persema)
Johan Juansyah (Persijap)
Joko Sasongko (Pelita Jaya)
Mahardika Lasut (Sriwijaya FC)
Dendi Santoso (Arema Indonesia)
Ramdani Lestaluhu (Persija)
Zulham Zamrun (Persela)

Penyerang :

Yongky Aribowo (Arema Indonesia)
Jajang Mulyana (Sriwijaya FC)
Fauzi Rishaldi (Persita)
Andik Virmansyah (Persebaya 1927)


Lima pemain TC Timnas Indonesia U-23 absen :

Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Indonesia/gabung Timnas senior))
Lucas Mandowen (gabung TC Persipura AFC Cup)
Titus Bonai (gabung TC Persipura AFC Cup)
Stevie Bonsapia (gabung TC Persipura AFC Cup)
Patrick Wanggai (Persidafon/izin karena ayah meninggal)

(Harian Jogja/Arif Wahyu & Galih Eko Kurniawan)


Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Irfan Soon to Bantul

SLEMAN-Field Football State University of Yogyakarta (UNY), which last week was suddenly quiet busy on Monday (5 / 9). Cause, the Indonesian national team players U-23 on the practice field is owned by the government.

Seen on the sidelines a number of students who want to see their idol in the national team. Logged Kim Jeffry Kurniawan and Yonki Aribowo become the most idolized players among these students.

Unlike the other star players, both players had been grazed since the inaugural national team training in Yogyakarta for the week ahead of this. Who missed the first such exercise in between Patrick Wanggai grieving because of his father's funeral.

Then there are two naturalized players namely Diego Michels and Ruben Wuarbanaran a permit to complete administration of the club Pelita Jaya and there is also Dendi Santoso permission to take care of permission from his club in Surabaya.

Although much remains absent, U-23 national team coach Rahmat Darmawan Indonesia confirms U-23 will appear at full strength because already there is clarity about some of the U-23 players are currently joined in the Indonesia national team squad at the 2014 World Cup Prequalification face Bahrain.

Players who have expressed readiness is among Irfan, Octovianus Maniani, Ferdinand Sinaga and Kurnia Mega. "Their plan was quickly joined the senior national team after the game. Maybe Wednesday [7 / 9] afternoon they had joined us, "Rahmat said when interviewed Jogja Daily Express yesterday.

Manager Indonesia U-23 national team Roso Daras expressing U-23 was in Yogyakarta during the 6 to 10 September and attended by 22 of a total of 27 players. During the team based in Yogyakarta Jayakarta Hotel. Having been in Yogyakarta and play against Newcastle, U-23 national team left for Hong Kong, North Korea and China to carry out test match.

22 players participated TC continuation Indonesia U-23 national team in Yogyakarta:

Goalkeeper:

Rifky Mokodompit (Persita)
Andretani Adyaksa (Liverpool)

Defender:

Abdurrahman (Semen Padang)
AA Ngurah Revelation Trisnajaya (Liverpool)
Septya Hadi (PSPS)
Irfan Raditya (free clubs)
Hashim Kipuw (Liverpool)
Hendro Siswanto (Arema Indonesia)
Jajang Sukmara (Arsenal U-21)
Diego Michiels (Pelita Jaya)


Middle:

Ruben Wuarbanaran (Pelita Jaya)
Kim Jeffry Kurniawan (Persema)
Johan Juansyah (Persijap)
Joko Saso (Pelita Jaya)
Mahardika Lasut (Sriwijaya FC)
Dendi Santoso (Indonesia Arema)
Ramdani Lestaluhu (Liverpool)
Zulham Zamrun (Persela)

Attacker:

Yongky Aribowo (Arema Indonesia)
Jajang Mulyana (Sriwijaya FC)
Fauzi Rishaldi (Persita)
Andik Virmansyah (Persebaya 1927)


Five players TC Indonesia U-23 national team absent:

Kurnia Meiga Story (Arema Indonesia / join senior national team))
Lucas Mandowen (TC join AFC Cup Teams)
Titus Bonai (TC join AFC Cup Teams)
Stevie Bonsapia (TC join AFC Cup Teams)
Patrick Wanggai (Persidafon / license because my father died)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...