Skip to main content

Seorang Kakek di Gunungkidul Tewas Gantung Diri Pakai Kain Gorden

Gunungkidul - Seorang kakek di Gunungkidul, Yato Giyarno (70), warga Desa Kampung, Kecamatan Ngawen ditemukan tewas gantung diri. Korban diduga nekat gantung diri karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh.

Kapolsek Ngawen, AKP Agus Sunarno mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui menantu korban, Kosmiyatun (50). Awalnya, Kosmiyatun berniat mengirimkan sarapan ke rumah korban pagi tadi.

Namun, korban tidak ditemukan di teras maupun di ruang tamu. Karena merasa ada yang ganjil, akhirnya Kosmiyatun mencoba mencari korban di dalam kamar.

"Padahal biasanya korban itu tidur di emperan (teras) rumah. Tapi saat saksi (Kosmiyatun) datang ternyata korban tidak ada. Saksi curiga lalu mencari korban," kata Agus saat dihubungi wartawan, Kamis (12/4/2018).

"Saksi (Kosmiyatun) lalu mencari di rumah itu. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB saksi menemukan korban sudah tergantung di sudut kamar menggunakan kain gorden warna biru," lanjutnya.

Mendapati korban menggantung, Kosmiyatun lalu berusaha mencari pertolongan warga sekitar. Tak berselang lama setelahnya warga dan polisi datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Seusai dievakuasi, kata Agus, petugas medis Puskesmas 1 Ngawen menyatakan korban sudah meninggal. Sementara di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan.

Agus melanjutkan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima memang korban sebelum gantung diri diketahui mengidap penyakit. Dia menduga karena faktor itulah akhirnya korban memilih mengakhiri hidupnya.

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban juga sudah diminta keluarga untuk segera dimakamkan," pungkas dia. 
(sip/sip)

Sumber Berita : detikNews

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...