Skip to main content

Posts

Kereta Prameks Belum Maksimal Beroperasi

YOGYAKARTA-Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) belum bisa maksimal mengangkut penumpang Kutoarjo-Solo setelah anjlok pada 23 Oktober. Apabila sebelum kecelakaan, rute perjalanan tersebut dilayani sebanyak 13 perjalanan, setelah anjlok KA Prameks hanya melayani 6 perjalanan. Pelaksana harian (Plh) Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Kuswardoyo di Yogyakarta, Selasa (30/10), memastikan hal itu akan berlangsung hingga Rabu (31/10). Dia menambahkan, satu rangkaian yang beroperasi untuk melayani empat perjalanan Yogyakarta-Solo dan ada dua kereta tambahan KA 220 relasi Kutoarjo-Yogyakarta dan KA 213 relasi Solojebres-Kutoarjo. Ia mengatakan, KA Prameks memiliki tiga set rangkaian. Namun, dari tiga rangkaian tersebut, hanya satu yang beroperasi. Pasalnya, satu rangkaian mengalami kecelakaan pada Selasa (23/10) lalu di Kalasan dan satu rangkaian lagi sedang menjalani perbaikan rutin di Balai Yasa Yogyakarta. Kepala PT KAI Daop 6 Sinung Tri Nugroho mengaku tengah meni...

1.900 Siswa SMA DIY Terima Beasiswa

YOGYAKARTA - Melalui dana dari APBN Perubahan 2012,Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY meluncurkan beasiswa bagi 1.900 siswa SMA tidak mampu di akhir tahun ini. “Anggaran ini cair memang atas surat usulan kami sebelumnya untuk diadakan penambahan kuota beasiswa karena memang masih banyak siswa tingkat SMA di DIY yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ini merupakan upaya kami agar jangan sampai ada siswa yang putus sekolah hanya karena alasan biaya,” ujar Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji kemarin. Ditemui di ruang kerjanya, Aji menuturkan bahwa beasiswa bagi 1.900 siswa SMA tersebut hanya akan disalurkan kepada tiga kabupaten di DIY yakni 600 siswa untuk Kabupaten Kulonprogo, 600 siswa untuk Kabupaten Gunungkidul dan 700 siswa di Kabupaten Sleman. Nantinya, setiap siswa akan menerima beasiswa sebesar Rp65.000 perorang perbulan, selama satu tahun ke depan. Dihubungi terpisah,Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wonosari, Gunungkidul Tamsir mengatakan, pihak...

Bangunan Liar Marak di Pantai Selatan Bantul

BANTUL - Pemkab Bantul menyatakan keprihatinanya dan menyesalkan banyaknya bangunan liar yang didirikan di kawasan pantai selatan. Selain merusak pemandangan, bangunan liar itu juga membahayakan bagi penghuni maupun yang ada di tempat itu. Bangunan liar itu, kata Bupati Bantul Sri Suryawidati, Minggu (28/10), mengemukakan bangunan liar itu ada di Pantai Depok, Parangkusumo, hingga Pantai Depok. "Padahal sudah ada larangan bahwa bangunan boleh didirikan minimal berjarak 200 meter dari garis pantai," katanya. Bupati menambahkan, kesemuanya itu demi kebaikan baik untuk pengunjung maupun keindahan lingkungan. Bupati juga menegaskan, jika warga memaksakan diri dan kemudian terjadi bencana apalagi sampai timbul korban, tidak boleh menyalahkan pemerintah. Karena, imbuhnya, pemerintah sudah memberikan peringatan dan membuat aturannya. Sri Suryawidati atau yang akrab dipanggil Bu Ida ini mengaku pula, terhadap adanya bangunan liar itu, ternyata banyak yang memberikan dukungan...

Ratusan Pelajar Yogya Flash Mob Tari Tradisional di Hari Sumpah Pemuda

Yogyakarta - Ratusan pelajar di Yogyakarta antusias merayakan Sumpah Pemuda yang jatuh hari ini. Mereka menggelar beragam pentas dan flash mob tari tradisional dengan tema "Ini Indonesiaku". Para pelajar setingkat SMA ini berkumpul di Monumen Serangan Umum Satu Maret atau kawasan titik nol kilometer Yogyakarta. Mereka pentas musik, teatrikal, dan pantomin. Kemudian mereka memulai flash mob tarian khas Flores, Jawa, Kalimantan, Sumatra, Papua, Jawa Barat, dan lain-lain. Belasan pelajar yang mengenakan pita merah putih di lengan dan kepala bergerak duluan, lalu disusul kelompok-kelompok lain. Akhirnya terbentuklah flash mob yang diikuti 400 pelajar. Formasi mereka memenuhi separuh badan Jalan Ahmad Yani sepanjang 300 meter. Ribuan warga menyaksikan kegiata itu. Usai flash mob, para pelajar membacakan Deklarasi "Sekolah Indonesia Sejahtera". Isinya tentang komitmen pelajar menjunjung tinggi nilai budaya, disiplin, dan etika. Pelajar Yogya juga berkomitmen seba...

Bikin Macet, Demo Peringatan Sumpah Pemuda di Yogya Ricuh Dengan Pemotor

Yogyakarta - Aksi demo memperingati hari Sumpah Pemuda yang digelar oleh puluhan mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta di titik Nol Kilomter, sempat ricuh dengan pengguna jalan. Pemotor kesal karena aksi tersebut mengakibatkan kemacetan parah. "Bubar, bubar semua! Kalian bikin macet. Dema-demo tiap hari nggak ada hasilnya. Kasihan ini ganggu yang lain, nggak bisa cari makan!" teriak seorang pengendara yang turun dari motornya di hadapan para mahasiswa, Minggu (28/10/2012). Para mahasiwa masih tetap bertahan dan terus berorasi. Suasana makin panas karena kemacetan kian parah. Maklum pada saat aksi berlangsung, ribuan peserta sepeda gembira membubarkan diri dari arah Alun-alun Utara. Peserta aksi juga sempat dilempar botol minuman. Akhirnya, mahasiswa menepi dan tetap melanjutkan aksinya. Dalam aksinya, mahasiswa menolak kebijakan neo liberalisme, penegakan supremasi hukum, menghapus hutang lama dan tolak hutang baru, dan lain-lain. Aksi dim...

Tiket KA Yogyakarta Tujuan Jakarta Ludes Terjual

Yogyakarta  - Tiket kereta api keberangkatan dari Yogyakarta pada Minggu (28/10) telah habis dipesan untuk semua kelas. "Untuk keberangkatan Minggu (28/10), tiket ke Jakarta sudah habis. Untuk tujuan ke arah timur, masih ada namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Sedangkan di luar tanggal itu, tiket masih tersedia," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Jumat. Menurut dia, sudah habisnya tiket kereta untuk ke Jakarta tersebut disebabkan banyak calon penumpang yang sudah harus kembali bekerja di kantor masing-masing pada Senin (29/10), sehingga memilih hari libur terakhir untuk kembali ke Jakarta. Untuk mengantisipasi penambahan jumlah penumpang saat libur panjang Idul Adha, PT Kereta Api Daop VI Yogyakarta akan menjalankan kereta api tambahan yaitu Argo Lawu Ekstra yang diberangkatkan dari Stasiun Solo Balapan tujuan Stasiun Gambir Jakarta. "Kereta itu diberangkatkan dari Solo sekitar pukul 21.00 WIB. Tetapi, ...

Ribuan Warga Yogya Berebut Gunungan Grebeg Besar

Yogyakarta - Kraton Yogyakarta menggelar Grebek Besar dengan mengarak lima gunungan di halaman Masjid Besar Kauman, Yogyakarta. Gunungan berisi barang-barang, buah-buahan dan sayuran itu menjadi rebutan ribuan warga karena dianggap gunungan itu membawa berkah. Lima gunungan yang terdiri dari gunungan Kakung, Putri, Gepak, Pawuhan dan Darat tersebut, diarak dari Kraton menuju Masjid Besar Kaumanan oleh Prajurit Kraton. Kontan, ribuan warga Yogyakarta rela berdesak-desakan untuk memperebutkan sajian dalam gunungan itu. Mereka meyakini gunungan yang telah didoakan tersebut membawa berkah dan dapat memberi ketentraman. Seroang warga, Ibu Darmo (65) mengatakan, untuk sayur-sayuran yang didapatnya dari gunungan akan dimasak, sementara untuk benda-benda seperti bambu disimpan dirumah. Ia mengaku setiap Grebeg dirinya selalu datang untuk mendapatkan barang-barang dari gunungan, meski sudah tidak lagi ikut berdesakan karena usianya yang sudah tua. “Sayuran seperti tomat, terong dari gu...