Skip to main content

Posts

UGM luluskan Dokter Termuda Usia 19 tahun

HARIAN JOGJA: Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Kamis (30/12), melantik 142 dokter baru periode III tahun ajaran 2010/2011 bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Dari semua yang dilantik, satu diantaranya, Riana Helmi, tercatat sebagai dokter termuda di Indonesia dengan usia 19 tahun 9 bulan. Ia pun mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Piagam penghargaan MURI diserahkan oleh, Sri Widayanti, mewakili Ketua MURI, Jaya Suprana. Menurut Widayanti, sebelum tercatat menjadi dokter termuda, Riana Helmi juga pernah mendapatkan piagam penghargaan sebagai Sarjana Kedokteran termuda di usia 17 tahun 9 bulan. Selain penghargaan tersebut, Fakultas Kedokteran UGM juga pernah mendapat piagam penghargaan lain dari MURI, seperti pita terpanjang 500m dalam peringatan hari AIDS, download jurnal kesehatan terbanyak, serta sikat gigi massal terbanyak. “Jadi pada kesempatan ini Riana Helmi setelah menjadi Sarjana Kedokteran termuda akhirnya terpilih kembali menjadi dokter ter...

Lahar Dingin Intai Yogya Sampai Februari

Curah hujan yang tinggi membuat lahar dingin yang terpendam di sungai-sungai bisa terbawa VIVAnews - Pada musim hujan khususnya Desember ini, curah hujan di wilayah Yogyakarta cukup tinggi yaitu mencapai 500 milimeter. Padahal ukuran normalnya hanya 20 centimeter hingga 30 centimeter per bulan. Tingginya curah hujan itu karena gejala La Nina, suhu permukaan laut di Indonesia lebih panas dari di Lautan Pasifik, sehingga air hujan menuju wilayah Indonesia. “Dengan kondisi seperti itu maka bahaya banjir lahar dingin masih tetap akan mengancam wilayah yang berada di aliran sungai yang berhulu di Merapi,” kata Budi Waluyo, Kepala Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Selasa, 28 Desember 2010 Budi menyatakan potensi hujan dengan curah hujan di atas rata-rata ini akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang. Sehingga masyarakat di bantaran sungai berhulu di Merapi harus tetap waspada banjir lahar dingin dadakan. “Sungai-sungai berhulu ...

Kondusif, Status Merapi akan Diturunkan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Berangsur semakin kondusifnya kondisi pascaerupsi besar sepanjang Oktober-November 2010, pihak berwenang membuka kemungkinan kembali menurunkan status kebahayaan Gunung Merapi yang sejak 3 Desember 2010 lalu berada di level Siaga (level 3 dari 4). "Saat ini kami sedang mengevaluasi aktivitas Merapi. Kita akan lihat dalam beberapa hari mendatang untuk meninjau penurunan statusnya," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Selasa (28/12/2010). Subandriyo mendasarkan kemungkinan diturunkannya status Merapi itu dari segi ancaman yang sudah jauh berkurang ketimbang saat Merapi bergeliat sejak 26 Oktober hingga 3 Desember. Salah satu yang utama, ancaman primer Merapi berupa awan panas yang sudah tak pernah terjadi lagi sejak 3 Desember. Selain itu, aktivitas kegempaan juga telah menunjukkan penurunan. Meski begitu, Subandriyo mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pusat...

Warga Lereng Merapi Minta Pemerintah Ganti Kambing

SLEMAN (KRjogja.com) - Warga di lereng Gunung Merapi yang menjadi korban erupsi menagih janji pemerintah untuk mengganti hewan ternak selain sapi seperti ayam dan kambing. Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto menjelaskan, dalam pertemuan warga lereng Merapi dengan Menteri Pertanian Suswono beberapa waktu lalu, pemerintah berjanji akan mengganti kambing dan ayam yang mati.? "Dulu sudah dijanjikan begitu. Namun, sampai sekarang tidak ada verifikasi," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/12). Heri mengaku, sebagian besar warganya yang memiliki kambing dan ayam kaum janda. Sehingga sehingga sangat dibutuhkan. Untuk jumlahnya, ayam mencapai ribuan dan kambing 500 ekor. Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Suwandi Aziz mengaku belum mendapat surat resmi untuk mendata kambing dan ayam yang mati. "Tanpa ada surat resmi dari Menteri Pertanian, atau Provinsi dan Pemda, maka kami tidak berani melakukan pen...

Puluhan Penambang Berlarian Panik, Jalur Semarang-Yogya Buka-Tutup

DetikNews | Banjir lahar dingin dari Gunung Merapi kembali menerjang Kali Pabelan dan Kali Putih, Magelang, Jawa Tengah. Akibatnya, puluhan penambang di sepanjang Kali Pabelan panik dan sempat berlarian. Bahkan, akibat luapan lahar dingin dengan ketinggian sepertiga jembatan Kali Putih dan Pasar Jumoyo, Jl Raya Magelang-Yogyakarta di Km 23 diterapkan sistem buka tutup. Menurut Tukino (45), warga Desa Blangkunan, Kecamatan Mungkid, Magelang banjir lahar dingin terjadi Minggu, 26/12/2010 sekitar pukul 17.45 WIB. Banjir mulai membesar sekitar pukul 18.00 WIB. Puluhan penambang yang berada di sepanjang hulu sungai Kali Pabelan tetap nekat melakukan aksi penambangan walaupun sudah mendapatkan peringatan dari relawan Bantuan Komunikasi (Bankom) Polres Magelang. Namun, akhirnya para penambang itu lari terbirit-birit menjauh dari tepian sungai karena banjir lahar dingin meluap hingga berjarak hanya 3 meter dari pos gubuk penambangan. Ratusan warga pun tidak beranjak dan malah asyik ...

Mudik Natal 2.000 Penumpang Per Hari

GUNUNGKIDUL: Arus mudik angkutan Natal sejak tiga hari lalu mengalami peningkatan. Sebanyak 40 armada angkutan kota antar provinsi (AKAP) per hari membawa pemudik dari kota perantauan Jabodetabek. Rata-rata, 2.000 pemudik singgah ke Gunungkidul sejak Kamis (23/12) lalu. Ketua Paguyuban Bis Malam (Bisma) Gunungkidul, Budi Rahman mengatakan, belum ada penambahan armada dari masing-masing perusahaan otobus untuk melayani angkutan mudik Natal tahun ini meskipun peningkatan penumpang cukup terasa. “Kenaikan penumpang arus balik sekitar 20 persen dari hari biasa. Diprediksi ada sekitar 2.000 per hari pemudik Natal tahun ini hingga hari kemarin (Jumat),” kata Budi Rahman kepada Harian Jogja, Sabtu (25/12). Jumlah armada yang diterjunkan beberapa PO tercatat tidak lebih dari 40 per hari sehinga penambahan armada belum dipandang perlu. PO masih menggunakan armada reguler dengan volume penumpang mengalami peningkatan. “Kedatangan seluruh bus ke Gunungkidul penumpangnya penuh seki...

37 Napi di Yogyakarta Diberi Remisi Natal

Ada satu orang narapidana yang bisa menghirup udara bebas pada Natal kali ini. VIVAnews - Sebanyak 37 narapidana di wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperoleh remisi khusus (RK) 1 atau pemotongan masa penahan pada Hari Raya Natal 2010. Dari jumlah tersebut hanya satu narpidana yang mendapatkan remisi khusus bebas. Toto Swasono, Kasubid Registrasi dan Statistik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DIY mengatakan, remisi khusus Hari Raya Natal ini diberikan kepada narapidana yang beragama Nasrani. Pemberian remisi tersebut berdasarkan perilaku para narapidana selama menjalani masa pidana di penjara Selanjutnya, Toto menyebutkan, jumlah narapidana yang memperoleh remisi khusus pengurangan masa tahanan mulai 15 hari hingga 1 bulan 15 hari sebanyak 36 narapidana. Sementara itu, jumlah narapidana yang bisa menghirup udara bebas pada Natal kali ini hanya 1 orang. “Napi yang mendapat RK II atau bebas hanya satu ora...