Skip to main content

Puluhan Penambang Berlarian Panik, Jalur Semarang-Yogya Buka-Tutup

DetikNews | Banjir lahar dingin dari Gunung Merapi kembali menerjang Kali Pabelan dan Kali Putih, Magelang, Jawa Tengah. Akibatnya, puluhan penambang di sepanjang Kali Pabelan panik dan sempat berlarian.

Bahkan, akibat luapan lahar dingin dengan ketinggian sepertiga jembatan Kali Putih dan Pasar Jumoyo, Jl Raya Magelang-Yogyakarta di Km 23 diterapkan sistem buka tutup.

Menurut Tukino (45), warga Desa Blangkunan, Kecamatan Mungkid, Magelang banjir lahar dingin terjadi Minggu, 26/12/2010 sekitar pukul 17.45 WIB. Banjir mulai membesar sekitar pukul 18.00 WIB.

Puluhan penambang yang berada di sepanjang hulu sungai Kali Pabelan tetap nekat melakukan aksi penambangan walaupun sudah mendapatkan peringatan dari relawan Bantuan Komunikasi (Bankom) Polres Magelang.

Namun, akhirnya para penambang itu lari terbirit-birit menjauh dari tepian sungai karena banjir lahar dingin meluap hingga berjarak hanya 3 meter dari pos gubuk penambangan.

Ratusan warga pun tidak beranjak dan malah asyik menonton derasnya arus sungai yang membawa material berupa lumpur, pasir, puing-puing pohon dan batu besar dari Gunung Merapi. Ratusan pengendara mobil dan motor yang melintas di atas jembatan Kali Pabelan juga melambatkan kendaraannya untuk menyaksikan banjir tersebut.

Jembatan Kali Putih sempat ditutup selama 15 menit akibat luapan material dan banjir lahar dingin. Achadi (39), salah seorang relawan SAR menyatakan, setelah itu jembatan diterapkan sistem buka tutup.

"Pasar Jumoyo di bagian belakangnya lahar dingin sudah meluap. Tetapi kalau disini (jembatan Kali Putih-red) baru meluber ke sepeertiga jalan jembatan sehingga diterapkan sistim buka tutup," ujarnya.
(irw/irw)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...