Skip to main content

Posts

Leptospirosis Mulai Berjangkit di DIY

YOGYAKARTA--MICOM: Seorang warga Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, positif mengidap penyakit leptospirosis. Pasien tersebut tertena penyakit yang diakibatkan kencing tikus tersebut saat tengah bersih-bersih lingkungan rumah. Pasien tersebut kini telah ditangani dengan baik. Munculnya kasus tersebut membuat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta waspada terhadap penyakit leptospirosis. Terlebih lagi, sekaran ini memasuki musim penghujan. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pun meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan diri. "Di Kota Yogyakarta penularannya dari tikus rumah," terang Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Yogyakarta, Vita Yulia, Selasa (10/1). Rumah-rumah yang kebersihannya tidak terjaga harus waspada. Pasalnya, air kencing tikus bisa menyebar melalui air hujan atau banjir yang mengalir. Warga pun diminta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk menghindari penyebaran leptospirosis. Setelah beraktivit...

Tanah Ambles Terus Meluas

GUNUNGKIDUL – Peringatan tanah ambles oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Bakesbangpolinmas dan PB) benar- benar terjadi. Setelah terjadi di Telaga Moto Indro, Dusun Temuireng II, Girisuko,Panggang, beberapa waktu lalu, kini tanah ambles terjadi di Kecamatan Rongkop.Tepatnya di halaman rumah milik Sowirejo, 60,warga Dusun Tirisan RT 26/7, Karangwuni, Rongkop. Sebuah lubang dengan diameter sekitar 3 meter dengan kedalaman hampir lima meter terbentuk, Sabtu (7/1) dini hari. Menurut Karsitem,anak Sowirejo, Jumat (6/1) siang, tempat tersebut masih digunakan anak-anak bermain. Beruntung kejadian yang aneh ini terjadi saat dini hari.”Kami kaget di pagi hari tiba-tiba ada lubang di halaman rumah kami,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Sabtu (7/1) siang,warga berdatangan untuk melihat kejadian yang langka ini.Sebuah lubang dengan dinding tidak beraturan menganga dan terus melebar karena kikisan tanah. ” Ini kan kelihatan melebar ke sa...

Sultan: Pelabuhan Kulon Progo Jalan Terus

YOGYAKARTA,KOMPAS.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X memastikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta tidak akan terhambat kontrak karya tambang pasir besi. Karena itu, tahun 2012 ini pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, akan dilanjutkan. ”Sudah ada penyelesaian, tidak ada masalah. PT JMI kan hanya mengambil pasir besinya dan pabriknya juga bukan di situ,” paparnya, Senin (9/1/2012), di Yogyakarta. Dari total luas Pelabuhan Tanjung Adikarta 10 hektar, 7,9 hektar di antaranya berada di dalam areal kontrak karya penambangan pasir besi PT Jogja Magasa Iron (PT JMI), dan 2,1 hektar berada di luar daerah kontrak karya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY Sudiyanto menambahkan, sebelum Maret 2012, persoalan tentang kawasan pembangunan yang bersinggungan dengan areal tambang sudah selesai dan pembangunan pelabuhan bisa dilanjutkan. Tahun 2012 pembangunan pelabuhan meliputi pen...

Ini Dia Penyebab Melonjaknya Orang Miskin di Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, -- Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan, jumlah orang miskin di provinsi itu melonjak sebanyak 3.350 jiwa dalam waktu tujuh bulan di tahun 2011. Akibatnya, jumlah warga miskin di DIY melonjak menjadi 564.230 jiwa dari sebelumnya 560.880 jiwa. Idul Fitri dan meletusnya Gunung Merapi menjadi salah satu pemicu melonjaknya jumlah warga miskin. Kepala BPS DIY, Dyan Purnomo Effendi, mengatakan, penambahan warga miskin itu terjadi  terjadi pada periode Maret-September 2011. "Ada kenaikan warga miskin sebanyak 3,23 persen dalam kurun waktu tujuh bulan itu,'' ujarnya kepada wartawan Senin (2/1). Saat ini, menurut dia, jumlah penduduk DIY  mencapai 3.457.491 jiwa. Jumlah warga miskin  paling banyak bertambah pada bulan Agustus dan September. Menurutnya, pada pada bulan Agustus ada hari Raya Idul Fitri, sehingga banyak warga membelanjakan uangnya untuk kebutuhan hari raya. "Akibatnya banyak warga yang masuk kategori misk...

BMKG Yogya : Waspadai Angin Kencang

YOGYA (KRjogja.com) - Jeda cuaca cerah di tengah musim hujan harus diwaspadai, karena berpotensi terjadi angin kencang, seperti yang dinyatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta. "Jika pada hari-hari sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi, dan tiba-tiba pada hari berikutnya cuaca cerah, maka kondisi itu harus diwaspadai karena pada hari berikutnya berpotensi terjadi angin kencang disertai hujan deras," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta Tony Agus Wijaya, Minggu (8/1/2012). Menurut dia, saat terjadi jeda cuaca cerah pada musim hujan tersebut, akan terbentuk awan cumulonimbus atau awan hujan dalam skala lokal. Sedangkan angin kencang yang disertai hujan tersebut, kata dia berpotensi memiliki kecepatan sekitar 40 kilometer (km) per jam hingga 50 km per jam yang dapat merobohkan pohon. "Biasanya, angin kencang itu hanya terjadi sesaat, sekitar lima menit di ...

Parangtritis masih jadi Andalan Wisata DIY

BANTUL--MICOM: Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan ke objek wisata di daerah ini. Hal ini dikatakan Kepala Seksi Promosi dan Bimbingan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten ini Bambang Priharyanto. "Selama ini jumlah kunjungan Wisatawan ke Pantai Parangtritis masih menduduki peringkat pertama dibandingkan kunjungan wisatawan ke objek wisata lainnya," kata Bambang Priharyanto di Bantul, Sabtu (7/1). Menurut dia, berdasarkan data retribusi dan kunjungan objek wisata di Kabupaten Bantul selama  2011 yaitu peringkat pertama diduduki objek wisata  Pantai Parangtritis dengan jumlah kunjungan 1.338.112 wisatawan, disusul Pantai Kwaru sebanyak 270.823 wisatawan, Pantai Pandansimo  54.628 wisatawan, Pantai Samas 36.456 wisatawan dan Pantai Goa Cemara 11.267 wisatawan "Khusus untuk objek wisata Pantai Goa Cemara data tersebut merupakan data selama  November dan Desember 2011 ka...

Kenal di FB, Bu Guru SD Rela Serahkan Raga

KOMPAS.com — Berkenalan di jejaring sosial Facebook, Arman Setyadi (19), berhasil memikat SK (25), seorang guru di Tuban, Jawa Timur. Keduanya sempat menginap dua malam di Parangtritis, Bantul, DIY, saat merayakan pergantian tahun lalu. Tentu saja, keduanya berbuat layaknya suami istri. Kini, Arman yang mengaku dan berpenampilan layaknya anggota TNI itu ditahan atas laporan orangtua SK. Pria warga Gadungan Kepoh, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk mengaku sebagai anggota TNI. SK mengenal Arman lewat jejaring sosial Facebook. Di akunnya, Arman mengaku anggota TNI dengan tugas dinas di Yogyakarta. Agar meyakinkan, foto profilnya juga berseragam lengkap layaknya TNI Angkatan Darat didukung riwayat pendidikan di dunia militer. Setelah sebulan berkenalan keduanya makin akrab. Bahkan SK nekat ke Yogyakarta pada malam pergantian Tahun Baru 2012 untuk menemui Arman. Keduanya berjanji bertemu di Pantai P...