Skip to main content

Posts

Februari-Maret Puncak Lahar Dingin 2012

YOGYAKARTA--MICOM: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonolgi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memperkirakan puncak aliran lahar dingin pada 2012 mendatang akan terjadi pada bulan Februari-Maret. Kepala BPPTK Yogyakarta Subandrio mengatakan, kawasan puncak Merapi saat ini masih menyimpan material vulkanik sisa erupsi dalam jumlah yang cukup besar. Material itu tersebar di berbagai sektor di antaranya di sektor selatan yang mengarah ke Sungai Woro, Sungai Boyong, Sungai Kuning dan Sungai Gendol. Sedang di sektor barat antara lain mengarah ke Sungai Krasak, Sungai Putih dan Sungai Lamat serta Pabelan. Ia menyebutkan, material vulkanik itu masih mencapai 90 juta meter kubik. "Potensi lahar dinginnya masih tinggi, sekarang tergantung curah hujannya. Untuk sekarang memang curah hujan belum tinggi, namun BMKG kan memprediksikan hujan mulai turun pada minggu ketika Oktober. Kalau tahun lalu puncak lahar dingin terjadi di bulan Februari - Maret, maka yang sekarang kira-ki...

Ekspor DIY Anjlok Akibat Krisis Ekonomi

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Bank Indonesia (BI) Yogyakarta mencatat tingkat ekspor DIY anjlok pasca krisis ekonomi yang terjadi di sejumlah negara negara Eropa dan Amerika Serikat. Sektor yang paling terpukul akibat situasi global tersebut adalah ekspor manufaktur pakaian dan perabot rumah tangga. Ekonomi Muda dan Peneliti Senior BI Yogyakarta, Fadhil Nugroho, mengatakan, komoditas ekspor DIY sebagian besar didominasi trade chanel atau perdagangan. Ironisnya, berbagai produk yang diperdagangkan tersebut sebagian besar terserap di negara-negara yang kini tengah dihantam krisis ekonomi. "Sebesar 42 hingga 45 persen produk ekspor di DIY selama ini terserap ke Pasar Amerika. Sementara 30 hingga 33 persen masuk ke Pasar Eropa," katanya saat workshop ekonomi dan perbankan di Pantai Indrayanti, Gunungkidul, Minggu (30/10). Menurut Fadhil, ekspor DIY selama ini mengandalkan 21 produk unggulan. Dari 21 produk tersebut enam diantaranya berkapasitas besar. Dalam dua tahun...

TNI Ledakkan Bom, 6 Rumah Bolong

BANTUL – Warga Dusun Pelemlor, Baturetno, Banguntapan, Kabupaten Bantul kemarin gempar. Sebuah ledakan keras dari bom berjenis trinitoluena (TNT) TNT tiba-tiba mengagetkan keheningan kampung. Tak hanya itu, bom yang diledakkan prajurit TNI AU sebagai bagian simulasi pertahanan pangkalandiLanud Adisutjipto Yogyakarta itu juga membuat wilayah ini bergetar hebat.Tercatat enam rumah mengalami rusak ringan. Dusun Pelemlor ini lokasinya berada di sebelah timur Paskhas TNI AU Kebanyakan rumah yang rusak pada bagian genteng. Bahkan seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA),Vincent, mengalami luka ringan di bagian tangan kanannya. Mahasiswa asal Kupang, NTT ini langsung dilarikan ke rumah Sakit TNI AU Hardjolukito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan. Ngadiyono,warga setempat mengaku getaran dari ledakan bom yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut seperti gempa bumi. ”Suaranya keras, getarannya kaya lindu,” ungkapnya kepada wartawan kemarin. Dari inf...

Bagi Ilmu Perangi Korupsi, Wariskan Taman Pintar

Mengintip Kesibukan Wali Kota Jogja Herry Zudianto Jelang Akhir Masa Jabatannya Bagi Ilmu Perangi Korupsi, Wariskan Taman Pintar Wali Kota Herry Zudianto 20 Desember mendatang telah resmi meninggalkan jabatannya. Menjelang hari-hari terakhirnya sebagai kepala pelayan masyarakat tersebut, Kang Herry—pangilan akrabnya, bukannya lakin lengang, tapi malah semakin padat aktivitasnya. Tak kurang dari dua bulan lagi, kursi wali kota Jogja bakal berganti dari Herry Zudianto kepada wakilnya, Haryadi Suyuti. Menjelang akhir masa tugasnya tersebut, Kang Herry ternyata malah memiliki aktivitas yang sangat padat. Tak hanya soal menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai kepala pemerintahan, Kang Herry juga mendapatkan undangan ke luar kota untuk berbagi ilmu. Ilmu tersebut adalah soal antikorupsi yang sukses membuat Pemkot Jogja selalu berada di peringkat teratas dalam memerangi korupsi. Herry menjadi salah satu keynote speaker bersama Wali Kota Solo Joko Widodo dalam sebuah seminar ant...

Dinkes DIY akan Musnahkan 7,5 Ton Obat Kedaluarsa

YOGYAKARTA--MICOM: Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memusnahkan 7,5 ton obat-obatan dan alat kesehatan lainnya yang sudah kedaluwarsa. Obat dan alat kesehatan itu kebanyakan merupakan sisa sumbangan ketika DIY dilanda gempa dan erupsi Gunung Merapi. Kepala Seksi Farmasi, Makanan dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DIY Hardiah Juliani, Senin (24/10) mengatakan rencananya obat-obatan dan alat kesehatan itu akan dimusnahkan di kawasan Cikampek, Jawa Barat dengan cara dibakar. "Obat dan alat kesehatan ini mayoritas merupakan sisa gempa yang terjadi di Bantul. Sebagian kecil lainnya adalah sisa bencana Merapi di 2010 lalu. Saat gempa, aliran obat baik dari dalam dan luar negeri jumlahnya cukup banyak. Bahkan seluruh obat sudah didistribusikan ke daerah yang membutuhkan. Karena jumlahnya cukup banyak, ada yang tersisa," katanya. (AU/OL-04) Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction Translate  DIY Health Office ...

Monumen Setahun Gunung Merapi

Liputan6.com, Sleman: Jelang peringatan setahun erupsi Gunung Merapi, beragam cara ditempuh warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengingatkan warga bahaya awan panas. Satu di antaranya dengan memajang bangkai mobil yang pernah digunakan untuk mengevakuasi warga di sekitar kediaman Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Sleman, Ahad (23/10) Mengenang saat evakuasi, mobil tersebut rusak dan terbakar. Kejadian berlangsung petang hari, 26 Oktober 2010. Petugas PMI Bantul kala itu mencoba mengajak Mbah Maridjan meninggalkan rumah dengan mobil ini. Sayang, niat tak terwujud karena awan panas lebih dulu datang. Anggota tim evakuasi Tutur Priyanto, Mbah Maridjan, dan jurnalis media online, Vivanews.com Yuniawan Wahyu Nugroho tewas dalam peristiwa itu. Kini almarhum Mbah Maridjan beristirahat dengan tenang di samping pusara kakeknya, Parto Setiko berjarak sekitar lima kilometer dari rumah pemilik nama asli Mas Penewu Suraksohargo ini. Agus Wiyarto, pemilik b...

Musim Hujan, Yogya Antisipasi Lahar Dingin

Ada 13 ribu jiwa di 8 kecamatan di Yogyakarta yang terancam banjir lahar dingin Merapi. VIVAnews - Pada akhir Oktober ini musim penghujan telah berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Musim penghujan dimulai dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Ancaman bahaya banjir lahar dingin pun kembali menghantui masyarakat Kota Yogyakarta yang tinggal di pinggiran bantaran sungai Code. Karena sungai yang membelah kota Yogyakarta tersebut berhulu di lereng Merapi. Untuk menghadapi bahaya banjir lahar dingin akibat hujan deeras di lereng Merapi, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memasang dua alat early warning system (EWS) di sepanjang Kali Code sebanyak 5 unit. “Tahun lalu kami memasang EWS sebanyak 3 unit. Untuk tahun ini kami tambah lagi 2 EWS sehingga total yang terpasang di sepanjang sungai Code mencapai 5 unit,” kata Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Yogyakarta Sudarsono, ...