Skip to main content

Penundaan Penerbangan Garuda Imbas Cuaca Buruk

Detiknews - Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 218 jurusan Jakarta-Yogyakarta yang seharusnya terbang pada Rabu (29/2) malam harus ditunda keberangkatannya hingga Kamis (1/3) pagi. Penundaan penerbangan ini karena imbas pesawat sebelumnya yang return to base (RTB) atau kembali ke landasan lantaran cuaca buruk.

"Ada 2 pesawat yang terganggu yakni GA 212 dan GA 218. GA 212 terbang siang tadi tapi tidak bisa mendarat di Yogyakarta karena berkabut dan jarak pandang terbatas. Kami tidak bisa memaksakan mendarat demi keselamatan penerbangan," kata Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pujobroto, kepada detikcom, Kamis (1/3/2012) dinihari.

Pesawat GA 212 itu akhirnya kembali ke landasan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada pukul 16.30 WIB. Akibatnya harus ada pengisian bahan bakar lagi dan sebagainya sehingga dampaknya adalah delay pesawat selanjutnya. Terlebih dalam penerbangan dikenal adanya rotasi pesawat.

"GA 218 terkena imbasnya. Bandara di Yogya close pukul 21.00 WIB. Nah, untuk ke sana butuh waktu sekitar 1 jam, sehingga tidak mungkin terbang pukul 21.00 WIB juga. Kami sudah minta di-extend, tapi hanya diberikan sampai pukul 22.00 WIB. Mereka tidak bisa menunggu sampai pesawat landing," papar Pujo.

Akibatnya, penumpang yang sudah berada di pesawat pun diminta turun lagi. Namun Garuda telah memberikan kompensasi kepada 147 penumpang yang mengalami penundaan penerbangan itu. Penumpang diinapkan di Novotel dan Pullman. Selain itu diberikan kompensasi Rp 300 ribu per penumpang.

"Besok pagi penumpang akan diterbangkan lagi pukul 08.25 WIB. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Tapi ini terjadi di luar kuasa kami. Karena kami tidak bisa memaksakan pendaratan jika cuaca tidak mendukung," ucap pria berkacamata ini.

Sebelumnya, penumpang pesawat GA 218 kesal karena penerbangan ditunda. Bahkan mereka yang sudah masuk dan menunggu di pesawat diminta turun lagi. Mereka kesal karena merasa tidak mendapat informasi yang memadai.

Sumber : detiknews

Comments

Popular posts from this blog

Partisipasi Pemilu 2019 Kota Jogja 84,9 Persen & Kulon Progo 86, 49 Persen

Yogyakarta (ANTARA) - Kota Yogyakarta mencatat tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 yang cukup tinggi yaitu mencapai 84,9 persen khususnya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. “Tingkat partisipasi tersebut melebihi target yang kami tetapkan yaitu 77,5 persen. Mungkin ini adalah tingkat partisipasi pemilu yang paling tinggi pernah diraih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Hidayat Widodo, di Yogyakarta, Kamis. Pada pemilihan presiden dan wakil presiden, KPU Kota Yogyakarta mencatat total jumlah pemilih yang memiliki hak pilih mencapai 324.903 orang, namun pemilih yang menggunakan hak pilihnya tercatat sebanyak 275.552 orang. Berdasarkan data, ada sebanyak 47.249 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak menggunakan hak suaranya, sedangkan dalam daftar pemilih tetap tambahan terdapat 2.096 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, serta enam pemilih dalam daftar pemilih khusus yang tidak menggunakan hak suaranya. Ia pun berhara

Tanah Pesisir DIY Terus Melambung

Perkembangan wisata dan megaproyek di pesisir selatan DIY, tepatnya di kawasan Gunungkidul dan Kulonprogo mendongkrak harga tanah. Tidak tanggung-tanggung,harga tanah yang awalnya berkisar Rp30.000 per meter,kini sudah lebih dari Rp200.000. Tidak heran, banyak warga berlomba-lomba melepaskan tanah kepada investor. Dalam satu tahun terakhir, lonjakan harga tanah tidak bisa dihindari lagi.Sugeng,salah satu warga Bruno, Ngestirejo, Tanjungsari mengatakan, dua tahun yang lalu harga tanah masih berkisar Rp35.000 setiap meternya. “Namun, saat ini harganya lebih dari Rp200.000 untuk tanah bersertifikat,”ungkapnya. Dia pun menunjukkan beberapa lahan yang siap dilepas pemiliknya. Selain itu, dalam satu tahun terakhir banyak warga luar yang mulai melirik untuk membeli tanah di sekitar pantai. “Belum lagi dengan rencana pengembangan Pantai Krakal. Sudah banyak orang yang pesan kalau ada tanah yang mau dijual,”ucapnya. Saat ini di sekitar Pantai Krakal sudah banyak berdiri bangunan layakn

Tercemar Limbah, Warga Bantul Semen Saluran Irigasi

Bantul - Sejumlah warga Dusun Karangnongko menutup saluran irigasi yang melintas di Jalan Karangnongko, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Hal itu karena air pada saluran tersebut berbau menyengat dan berwarna putih pekat. Pantauan detikcom, puluhan warga berkumpul di Jalan Karangnongko sembari membawa papan bertuliskan 'sungai disegel warga' dan 'hukum berat pencemar lingkungan'. Selanjutnya, puluhan warga meletakkan batako pada saluran irigasi tersebut. Tak hanya itu, warga mulai menempelkan adonan semen pada material bangunan itu hingga menutupi saluran irigasi tersebut. Setelah itu, warga meletakkan beberapa karung berisi pasir di depan dinding yang terbuat dari tumpukan material bangunan. Warga Dusun Karangnongko, Kelurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Waljito menjelaskan, penyegelan saluran irigasi ini sebagai bentuk protes warga terhadap pencemaran limbah yang telah berlangsung selama belasan tahun. Sampai saat ini permasalahan tidak kunj