Skip to main content

Hari Ini Kulon Progo Gelar Pilkada

KULON PROGO, KOMPAS.com — Hari ini, Minggu (19/6/2011), Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada). Pilkada kali ini dilaksanakan serentak di 937 tempat pemungutan suara (TPS), dua di antaranya TPS khusus, di rutan dan rumah sakit.

Pilkada Kulon Progo diikuti empat pasang calon bupati dan wakil bupati. Nomor urut 1 Sarwidi-Hartikah (Sartika) yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada nomor urut 2, pasangan Mulyono-Ahmad Sumiyanto (Noto), diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan pada nomor urut 3, pasangan Suprapta-So'im (Prakoso) yang diusung Partai Golkar, Gerindra, PDK, PKPB, dan PKNU. Terakhir nomor urut 4 pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo (Sehat) yang diusung koalisi PDIP, PAN, dan PPP.

Sebelum menuju pilkada, empat pasangan calon ini telah menggelar kampanye. Termasuk penyampaian visi dan misi di hadapan DPRD, hingga debat kandidat calon.

"Hari ini kita gelar pilkada serentak dan kebutuhan logistik sudah terdistribusi kemarin," jelas Ketua KPUD Siti Ghoniyatun.

Kendati diikuti delapan calon, hanya lima orang yang memiliki hak pilihnya. Tiga orang di antaranya tidak memiliki hak pilih karena tinggal di luar Kulon Progo. Sarwidi mencoblos di TPS 14 Ponces, Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Mulyono di TPS 16 Kedungpring Giripeni Wates. Suprapta, di TPS 6 Sambeng, Hargotrito Kokap, Soim di TPS 3 Kaligintung, Temon dan Sutedjo di TPS 1 Temanggal, Wijimulyo Nanggulan.

Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo berharap masyarakat menggunakan hak pilihnya. Siapa pun pasangan yang menang harus bisa mengakomodir kepentingan masyarakat. Karena kemenangan itu adalah kemenangan bersama.

"Semoga bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik," tegasnya. Bupati sendiri menggunakan TPS 2 Terbah, Wates.


Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Today Kulon Progo Implement The Election

Kulon Progo, KOMPAS.com - Today, Sunday (06/19/2011), Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, holding local elections (elections). Election time is carried out simultaneously in 937 polling stations (TPS), two of whom special polling stations, in prisons and hospitals.

Election Kulon Progo followed by four pairs of candidates for regent and deputy regent. Number 1 Sarwidi-Hartikah (Sartika) promoted by the National Awakening Party (PKB). In the sequence number 2, the pair-Ahmad Mulyono Sumiyanto (Noto), carried the Democratic coalition and the Prosperous Justice Party. While the serial number 3, the pair-So'im Suprapta (Carey) who carried the Golkar Party, Gerindra, PDK, PKPB, and PKNU. Last sequence number 4 mate-Sutedjo Hasto Wardoyo (Healthy) promoted by a coalition of PDIP, PAN, and PPP.

Prior to the election, four candidates have held a campaign. Including the delivery of the vision and mission in front of parliament, until the candidates debate.

"Today we title simultaneous elections and logistical needs are distributed yesterday," explained Chairman of the Election Commission Siti Ghoniyatun.

Although the eight candidates, only five people who have their voting rights. Three of them do not have the right to vote because they live outside of Kulon Progo. Sarwidi vote at polling station 14 Ponces, Purwosari, District Girimulyo. Mulyono in TPS 16 Kedungpring Giripeni Wates. Suprapta, in TPS 6 Sambeng, Hargotrito Kokap, Soim in TPS 3 Kaligintung, Temon and Sutedjo in TPS 1 Temanggal, Wijimulyo Nanggulan.

Regent Kulon Progo Toyo Santoso Dipo hope people use their voting rights. Whoever wins the couple should be able to accommodate the interests of society. Since that victory is the victory together.

"Hope can bring change for the better," he said. Regent own use TPS 2 Terbah, Wates.

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...