Skip to main content

Harga Cabai Anjlok, Petani Merugi

Liputan6.com, Sleman: Menyusul panen raya di sejumlah daerah, harga cabai merah yang sempat melambung hingga lebih dari Rp 50 ribu per kilogram, kini terus menurun dan hanya seharga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram. Akibatnya para petani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, merugi hingga jutaan rupiah.

Petani cabai Sumartono sebenarnya tidak terlalu berharap harga cabai akan melambung seperti sebelumnya. Baginya harga Rp 10.000 per kilogram saja dirinya sudah tidak merugi, meskipun tidak untung terlalu banyak.

Karena hal ini, para petani cabe di Sleman berencana untuk menghentikan sementara penanaman cabai dan menggantinya dengan komoditi lain yang dianggap lebih menguntungkan seperti semangka, melon, dan sebagainya. Mereka mengaku baru akan menanam cabai jika harganya sudah membaik.(ARE/ULF)


Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Chili Prices Down, Farmers losers

Liputan6.com, Sleman: Following the harvest in some areas, the price of red chilli which had soared to more than Rp 50 thousand per kilogram, are now declining and it only costs Rp 3,000 to Rp 4,000 per kilogram. As a result the farmers in the district of Sleman, Yogyakarta Special Region, lost to millions of dollars.

Sumartono chili farmers actually do not get your hopes up chilli prices will soar as before. For him the price of Rp 10,000 per kilogram of course she was not lost, though fortunately not too much.

Because of this, chilli farmers in Sleman plans to temporarily stop planting peppers and replace it with other commodities that are considered more profitable such as watermelon, melon, and so forth. They will plant new claims chili if the price has improved.

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...