Skip to main content

Sultan Terima Kunjungan Ahli Kanker Dari China

YOGYA (KRjogja.com) - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menerima kunjungan ahli kanker dan gastronomi dari China di gedong Wilis Komplek Kepatihan, Senin (4/4). Dalam kesempatan tersebut Sultan mengharapkan, pengobatan kanker secara tradisional terutama dengan bahan herbal bisa memiliki prospek yang mengglobal.

"Harapannya mereka bisa menularkan ilmu bagaimana menangani kanker dengan teknologi dan ilmu yang baru. Termasuk bagaimana bisa membantu untuk research soal herbal. Siapa tahu obat tradisional bisa mengglobal," ujar Sultan.

Menurut Sultan, masyarakat saat ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada gaya pengobatan barat saja. Karena justru banyak orang luar yang kini menghindari pengobatan modern dan beralih ke herbal. Konsolidasi potensi antar negara mengenai hal tersebut diharapkan bisa memberikan transfer ilmu.

Masyarakat maupun ahli kedokteran di Indonesia sendiri juga diharapkan bisa melakukan transfer ilmu dan teknologi dari negara lain. Jangan hanya orang asing yang tahu potensi temulawak atau jahe misalnya, sementara kita sendiri tidak tahu," kata Sultan.

Sementara itu, terkait kunjungan yang dilakukan tamu dari China, Prof. Xu Kecheng, Sultan menuturkan jika hal tersebut juga merupakan salah satu kesediaan beliau untuk mengkonsolidasikan ilmu kesehatan herbal agar bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia.

"Dengan perkembangan tersebut diharapkan dokter-dokter kita bisa lebih terbuka dalam menyampaikan informasinya kepada calon pasien apakah mau disembuhkan dengan pengobatan modern atau memilih dengan herbal. Serta dokter bisa menjelaskan untung dan ruginya," tandas Sultan. (Ran)


Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction

Sultan Receives Visits Cancer Expert From China

YOGYA (KRjogja.com) - Governor of Yogyakarta, Sri Sultan HB X received a visit from cancer and gastronomic experts from China in gedong Willis Kepatihan Complex, Monday (4 / 4). On the occasion of Sultan expect, traditional cancer treatment, especially with herbal ingredients can have a global outlook.

"Hopefully they can pass the knowledge on how to handle cancer with new technologies and science. Includes how to get help for research about herbs. Who knows traditional medicine could be globalized," said Sultan.

According to Sultan, the community now expected not only oriented to the style of Western medicine alone. Since many of the outsiders who now avoid modern medicine and turned to herbs. Consolidation potential between countries regarding this matter is expected to provide knowledge transfer.

Society and medical experts in Indonesia itself is also expected to transfer knowledge and technology from other countries. Do not just strangers who know the potential of ginger or ginger for example, while we ourselves do not know, "said Sultan.

Meanwhile, related to visits by guests from China, Prof.. Xu Kecheng, Sultan said if it is also one of his willingness to consolidate health science herbal order to grow and flourish in Indonesia.

"With these developments we expect doctors to be more open in conveying information to prospective patients are willing to be cured with modern medicine or herbal selections. And the doctor can explain the advantages and disadvantages," said Sultan.

Comments

Popular posts from this blog

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Partisipasi Pemilu 2019 Kota Jogja 84,9 Persen & Kulon Progo 86, 49 Persen

Yogyakarta (ANTARA) - Kota Yogyakarta mencatat tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 yang cukup tinggi yaitu mencapai 84,9 persen khususnya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. “Tingkat partisipasi tersebut melebihi target yang kami tetapkan yaitu 77,5 persen. Mungkin ini adalah tingkat partisipasi pemilu yang paling tinggi pernah diraih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Hidayat Widodo, di Yogyakarta, Kamis. Pada pemilihan presiden dan wakil presiden, KPU Kota Yogyakarta mencatat total jumlah pemilih yang memiliki hak pilih mencapai 324.903 orang, namun pemilih yang menggunakan hak pilihnya tercatat sebanyak 275.552 orang. Berdasarkan data, ada sebanyak 47.249 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak menggunakan hak suaranya, sedangkan dalam daftar pemilih tetap tambahan terdapat 2.096 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya, serta enam pemilih dalam daftar pemilih khusus yang tidak menggunakan hak suaranya. Ia pun berhara...

Ada Pesawat 'Lanjut Usia' Mendarat di Yogya

Yogyakarta - Sebuah pesawat tua mendarat mulus di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Karena bentuknya yang kurang lazim di era sekarang, pesawat Dakota DC3 ini menarik perhatian petugas bandara dan pengguna jasa bandara. Pesawat tua itu digunakan dalam napak tilas perjalanan bersejarah perempuan pilot legendaris, Jean Gardner Batten. Tanggal 5 Oktober 1936 atau 76 tahun silam, ia menerbangkan pesawat jenis tersebut dari Inggris ke Selandia Baru. Saat landing di Indonesia, pesawat singgah ke Yogyakarta dan Kupang. DC3 merupakan pesawat buatan Douglas Aircraft Company. Diproduksi tahun 1935, lalu mulai digunakan secara komersial setahun berikutnya. Pesawat ini juga digunakan dalam perang, terutama Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam dan perang lainnya di berbagai belahan dunia pada rentang waktu 1930-1970-an. Pesawat dengan rentang sayap 28,96 meter dan panjang 19,63 meter itu tiba di Bandara Yogyakarta sekitar pukul 13.40 WIB. Meleset dari perkiraan semula, yakni 12.40 W...