Skip to main content

Candi Gebang Minim Pengunjung

SLEMAN: Minat berkunjung ke Candi Gebang sangat minim. Dalam satu minggu tidak lebih dari lima pengunjung yang mampir ke situs peninggalan sejarah itu.

“Ya kami sendiri tidak bisa menjawabnya, ada berapa pengunjung sebab sepi sekali, tidak pasti ada pengunjungnya,” ucap Ahwadi, salah satu dari sepuluh petugas satuan pengamanan, saat ditemui di lokasi situs Candi Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (7/4/2011).

Jangankan turis mancanegara, lanjut Ahwadi, pengunjung lokal pun sangat jarang mendatangi situs yang ditemukan warga setempat tahun 1936 itu. Soal alasannya, Ahwadi mengaku kurang paham.

Dia menduga, akses jalan ke candi tersebut kurang terbuka. Selain jalan rusak, tempatnya juga terpencil yakni di sebelah selatan perkampungan Gebang. Terlebih candi itu terletak di tengah areal persawahan. (Harian Jogja/Oleh Tri Wahyu Utami)


Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction
Gebang Temple Minim Visitors

SLEMAN: Interest in visiting the temple Gebang very minimal. Within one week of no more than five visitors who come to the site's heritage.

"Yes we alone can not answer it, how many visitors because very quiet, there's no visitors," said Ahwadi, one of the top ten security guards, when met at the temple site location Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Thursday (7 / 4 / 2011).

Not only foreign tourists, continued Ahwadi, local visitors were very rarely come to the site discovered in 1936 that local residents. About the reasons, Ahwadi admitted less understood.

He suspected, the access road to the temple is less open. In addition to damaged roads, where he also isolated the villages south of Gebang. Moreover, the temple was located in the middle of rice.

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...