Skip to main content

Pengungsi Barak Maguwoharjo Terganggu Aksi Sweeping

Harian Jogja | SLEMAN: Sejumlah pengungsi di Stadion Maguwoharjo mengaku resah akibat adanya sweeping yang dilakukan oknum berseragam loreng. Sejak dua hari terakhir, mereka mengaku didatangi beberapa orang berpakaian loreng dan berpakaian preman, yang langsung mengambil beberapa pelengkapan yang dibawa pengungsi.

"Semalam saya didatangi sekitar tujuh orang, dua orang berpakaian loreng dan lainnya pakaian biasa. Mereka langsung mengambil tikar yang sedang saya pakai," ujar salah seorang pengungsi yang menempati Blok 4 barak Stadion Maguwoharjo. Menurutnya, orang-orang yang mendatanginya sama sekali tak mengatakan apa-apa, dan langsung mengambil begitu saja.

Menurutnya kejadian tersebut terjadi sekitar puku 12 malam. Ia mengira saat itu sedang dilakukan sweeping. Ia juga menyebutkan bahwa malam-malam berikutnya hal tersebut masih akan dilakukan lagi.

Ia menjelaskan perlengkapan tersebut ia bawa dari barak pengungsian sebelumnya di Hargobinangun. Ia menolak tegas jika dikatakan sebagai penimbun.

"Itu barang milik saya, waktu itu saya tidak berani, katanya malam ini mau ada lagi, kami takut," tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Selain tikar ada juga, selimut dan beberapa perlengkapan lain yang diambil oknum tersebut. Menurutnya, kasus tersebut juga terjadi di blok pengungsi yang lain.

Ketua Pengelola Barak Maguwoharjo yang juga Camat Pakem, Budiharjo mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan aparat yang berwenang. "Kami sedang kroscek juga apakah memang betul itu terjadi, kami terus mengkoordinasikannya," ujarnya.(Harian Jogja/Galih Kurniawan)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...