Skip to main content

Jumat Pagi Wedhus Gembel Keluar Tiga Kali

YOGYA (KRjogja.com) - Sepanjang Jumat (29/10) pagi, Gunung Merapi telah tiga kali mengeluarkan wedhus gembel alias awan panas sebanyak tiga kali. Aktifitas tersebut terdata dari seismograf di posko monitoring kantor BPPTK Yogyakarta, Jumat (29/10).

"Semburan awan panas terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.10 selama 3 menit. Kemudian luncuran awan muncul lagi pukul 08.41 sampai 08.50 dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Selatan menuju Kali Gendol," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. R. Sukhyar di kantor BPPTK Yogyakarta, Jumat (29/10).

Sukhyar mengungkapkan, aktivitas luncuran awan panas ini menunjukkan karakteristik Merapi yang sesungguhnya. Terus meningkatnya luncuran dan guguran material menunjukkan fase baru adanya pertumbuhan kubah lava Merapi.

Menurutnya, dengan kemunculan karakter Merapi tersebut, kecil kemungkinan akan terjadi ledakan eksplosif lagi. "Tetapi ini tetap kita tunggu seperti apa pembentukan kubahnya. Sejauh ini kita kan belum tahu posisi kubah lava," katanya.

Saat ini, tambahnya, terdapat dua hal yang masih terus akan menjadi ancaman utama. Diantaranya yakni guguran awan panas dan jika terbentuk kubah aktif, maka akan terdapat luncuran lahar.

"Sekarang ini diperkirakan akan ada 6 juta meter kubik material di Kali Gendol dan akan terdapat 8 juta meter kubik material yang kembali akan dimuntahkan Merapi. Lereng Merapi juga tetap harus diwaspadai," tuturnya.

Data sejak pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB pagi ini terdapat 87 guguran, gempa multi phase (MP) sebanyak 53 kali, gempa dalam 1 kali, gempa dangkal 15 kali dan luncuran awan panas sebanyak 2 kali. (Ran)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...