Skip to main content

Hari Ini Lebaran Jogja Macet

HARIAN JOGJA: Memasuki hari ketiga Lebaran, Senin (13/9) sejumlah ruas utama jalan Kota Jogja telah dipadati ribuan mobil asal luar daerah dan menimbulkan kemacetan. Kebanyakan adalah mobil plat B baik mobil pribadi maupun angkutan rombongan hendak berlibur ke sejumlah tempat wisata.

Selain mengunjungi sanak keluarga, kesempatan liburan dimanfaatkan mereka berekreasi ke Keraton, Taman Pintar maupun Gembira Loka. Akibatnya kemacetan lalu lintas tidak terhindarkan, Senin Siang (13/9). Mulai dari Jalan Mangkubumi, Malioboro, Ahmad Yani serta Kusumanegara, arus lalu lintas kendaraan padat, mobil, motor dan angkutan umum berjalan merayap.

"Pada musim liburan seperti hari ini, pengunjung Malioboro saja bisa meningkat 100%, dalam sehari saja bisa 10.000 orang lebih yang datang ke Jogja, kebanyakan pengunjung dari Jakarta dan Bandung,” kata Kepala Sub Bagian Umum UPT Malioboro, Sigit Kusumaatmaja, saat dihubungi Harian Jogja melalui telepon selulernya, Senin (13/9).

Menurut Sigit, kemacetan di Jalan raya terjadi, disamping karena ramainya mobil dari luar daerah, juga banyaknya angkutan maupun taksi yang berhenti dan menurunkan penumpang secara sembarangan, seperti di depan pusat perbelanjaan, pasar, maupun toko sehingga mengakibatkan terhentinya arus lalu lintas yang sudah padat.

Karena itu, menurut dia, untuk mengurangi kemacetan tersebut, para pengunjung lokal maupun luar daerah harusnya bisa menyadari kelancaran arus lalu lintas, mematuhi rambu-rambu dan tidak berhenti sembarangan. (Harian Jogja/Mustaqim Fikri AR)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...