Skip to main content

Poltabes Yogyakarta Kerahkan 1.200 Personil Amankan Malam Takbir

YOGYA (KRjogja.com) - Poltabes Yogyakarta akan mengerahkan 1.200 personel untuk mengamankan pelaksanaan malam Takbir atau malam sehari sebelum Idul Fitri. Pada malam tersebut, diperkirakan merupakan hari dimana penumpukan aktifitas warga akan terjadi di kota ini.

"Poltabes Yogyakarta akan mengerahkan kekuatan penuh dan semua jajaran kami siagakan untuk pengamanan wilayah serta lalu lintas arus kendaraan pemudik. Khusus untuk pengamanan lalu lintas ini kami kerahkan 600 personel," tegas Kapoltabes Yogyakarta Kombes Atang Heradi di Yogyakarta, Rabu (25/8).

Ia mengatakan pada malam menjelang Idul Fitri tempat-tempat ibadah menjadi prioritas pengamanan. "Sebanyak 600 personel juga kami siagakan di pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan tempat berkumpulnya warga," katanya.

Menurut dia, petugas kepolisian yang akan diterjunkan di beberapa lokasi sebagian mengenakan pakaian dinas dan sebagian lainnya tidak berseragam atau sebagai pengamanan secara tertutup.

Selain itu, Atang Heradi mengatakan, enam posko Lebaran akan didirikan di lokasi strategis di kota ini, di antaranya ujung selatan dan ujung utara Jalan Malioboro, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, simpang empat Tugu serta Terminal Giwangan. "Posko tersebut akan difungsikan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Posko ini didirikan di tempat berkumpulnya massa yang potensial terjadi gangguan keamanan," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan institusi lain dalam melakukan pengamanan melalui posko Lebaran. "Kami telah melakukan koordinasi dengan Trantib, Kodim, ORARI, Pramuka, serta ormas yang ikut dalam pengamanan tersebut," katanya. (Ant/Van)

Comments

Popular posts from this blog

Meneropong Kisah Sukses Pemudik Asal Gunungkidul

Berbekal ijazah SMU,Takhlukkan Kota Jakarta Sangat tidak pantas untuk ditiru, apa lagi bila tidak memiliki keahlian yang cukup memadai sebagai modal mencari kerja di Jakarta. Namun pria ini memberi bukti bagaimana mampu sukses di Ibukota Negara . Bagaimana caranya? GUNUNGKIDUL-Meski baru merantau ke Jakarta sejak akhir tahun 2004 lalu, bisa dikatakan pria ini cukup berhasil. Pulas Priotyas Wiyatno nekat membawa istri dan ketiga anaknya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Seperti yang dikatakan kepada RADAR JOGJA, awalnya sungguh sangat sulit dan memerlukan perjuangan yang sangat keras untuk bisa bertahan dan tetap survive sehingga menjadi seperti sekarang ini. " Memang belum bisa dibilang sukses mas. Kami sangat biasa banget. Tapi saya bersyukur dapat melewati saat - saat sulit " kata bapak empat anak ini. Selanjutnya Pulas mengisahkan bagaimana ia dengan keluarganya sampai memberanikan diri pergi ke Jakarta yang menurutnya sangat tidak pantas untuk ditiru apalagi bila t...

Matahari Godean Grup : Belanja Online via Whatsapp

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Jogjakarta umumnya dan masyarakat Godean khususnya dan untuk mempermudah belanja tanpa antrian  dan tanpa perlu datang ke toko maka Matahari Godean Grup ( Toserba Matahari Godean & Mth Fashion ) Jl. Saronodipoyo - Utara Pasar Godean membuka layanan Belanja Online via Whatsapp sebagai Berikut : Toserba Matahari Godean : Belanja Online via Whatsapp untuk kebutuhan sebagai berikut : Ringkasan Paket Sembako *dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (check via whatsapp) Mth Fashion : Untuk belanja Online kebutuhan Sandang/Fashion Keluarga, Untuk produk-produk bisa Anda lihat di Instagram : https://www.instagram.com/mth.fashion.online.shop/  (updated) Untuk Informasi Lebih lanjut bisa kontak Nomor Whatsapp masing-masing. Selamat Berbelanja secara Online | Jangan lupa informasikan ke keluarga dan rekan-rekan anda.

Peta Terkini Zona Bahaya Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi mengurangi radius bahaya Gunung Merapi di wilayahKabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul erupsi gunung ini cenderung terus menurun, Jumat. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan meskipun zona bahaya dipersempit, tetapi status aktivitas Gunung Merapi masih tetap berada di level 4 atau "awas". "Aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun, termasuk intensitasnya, sehingga kami memutuskan untuk mengurangi radius bahaya meski status tetap 'awas'," katanya. Berdasarkan hal-hal tersebut, PVMBG kemudian menetapkan radius bahaya Merapi pada Jumat untuk Kabupaten Sleman dibagi menjadi dua wilayah yaitu 15 kilometer untuk sisi timur Kali Boyong, dan 10 kilometer di sisi barat Kali Boyong. Sebelumnya, radius bahaya Merapi di wilayah kabupaten ini adalah 20 ki...