Skip to main content

Posts

Empat Negara Studi Banding di Kali Code

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat negara yang terdiri atas Thailand, Jepang, Filipina dan Malaysia akan melakukan studi banding di kawasan Sungai Code Yogyakarta pada 13-22 Februari 2011. "Hasil studi banding itu selanjutnya akan digunakan sebagai elemen perencanaan kawasan Code ke depan," kata Ketua Pemerti Code, Toto Pratopo usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Rabu (9/2/2011). Menurut dia, momentum itu merupakan waktu yang sangat tepat pascabencana erupsi Gunung Merapi untuk secara serius menata kawasan Code ke depan, termasuk adanya pembentukan kelembagaan multi pemangku kepentingan yang bisa menangani kawasan tersebut. "Untuk penataan Code ke depan diwacanakan ada semacam komisi Ad Hoc. Selama ini wacana tersebut sudah digulirkan karena dari sisi undang-undang belum ada aturan yang memungkinkan untuk penataan Code," katanya. Ia mengatakan, kegiatan awal penataan kawasan Code telah berlanjut pada pemetaan dan pemotretan dam...

SMS Gelap Uang Pensiun Resahkan PNS Kulonprogo

KULONPROGO: Para Pegawai Negeri Sipil (PNS), terutama di kalangan guru SD, di Kabupaten Kulonprogo belakangan diresahkan dengan adanya isu yang menyebutkan tidak adanya uang pensiun. Isu tersebut beredar melalui SMS. Berdasakan SMS gelap tersebut, para guru justru akan mendapat pesangon yang cukup besar. Gaji PNS golongan I sebesar Rp3 juta, golongan II Rp5 juta, golongan III A-B sebesar Rp7,5 juta, golongan III C-D sebesar Rp8,5 juta, golongan IV A-B sebesar Rp9,5 juta,sementara golongan IV C-D sebesar Rp12 juta. Perubahan tersebut konon akan mula berlaku 1 April 2011 nanti. Anehnya kiriman SMS tersebut mengaku berasal dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), padahal selama ini yang menangani gaji PNS adalah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). SMS gelap tersebut kontan meresahkan para PNS, salah satunya diungkapkan oleh seorang guru di Kecamatan Sentolo, Jojok Sukarjo. Dirinya mengaku merasa resah dengan adanya SMS tersebut. “SMS itu meresahkan sekali, dan m...

Mahasiswa UII Lolos Final Lomba Desain Dasbor F1

SLEMAN (KRjogja.com) - Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta menorehkan prestasi membanggakan. mereka adalah Yuyus Afandi, Muhammad Elza Rifki dan Aidin Satria Jati,yang tergabung dalam Tim Garuda dan berhasil lolos grand final System Aplication Production (SAP) F1 Dashboard Design Challenge. Tim Garuda merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia yang lolos masuk final. Selain itu, Tim Garuda juga satu-satunya tim yang berasal dari Fakultas Ekonomi. "Ada 6 tim yang lolos grand final. Dan Tim Garuda ini semuanya adalah mahasiswa Ekonomi. Padahal, tim yang lain berasal dari Fakultas Tekhnik. Makanya, ini menjadi kebanggaan kami karena mewakili Indonesia," ungkap Rektor UII Edi Suandi Hamid di kampus UII Terpadu, Selasa (8/2). Prestasi mahasiswanya tersebut, lanjut Edi Suandi, juga tak lepas dari dorongan universitas. Kendati berlatar belakang Ekonomi, namun UII terus mendukung kreatifitas mahasiswa. "Kami menganggarkan dana untuk kreatifitas mahasiswa. Baik...

Pasar Komputer DIY Mulai Lesu

YOGYAKARTA(SINDO) – Pangsa pasar komputer di Yogyakarta mulai lesu.Ini dipicu oleh outlet-outlet komputer,khususnya dari Jawa Tengah tidak lagi memasok barang dari distributor di DIY,tapi langsung mengambil ke Jakarta. Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DIY Hadi Santono mengatakan, penjualan komputer di pasar DIY dari sisi omzet sebenarnya tergolong tinggi. Sayangnya, perkembangan dari tahun ke tahun relatif stagnan. Kondisi ini dipengaruhi tingkat order dari berbagai daerah yang tadinya melalui distributor di Yogyakarta, kini beralih ke Jakarta. ”Daerah-daerah luar DIY seperti Purwokerto, Banyumas, Purworejo, dan lainnya dulu mengambil komputer di DIY.Seiring pertumbuhan penjualan komputer di daerah, mereka justru mengambil produk komputasi langsung ke Jakarta,” paparnya kemarin. Saat ini penjualan komputer di DIY menduduki posisi ketiga secara nasional dengan persentase sebesar 12% dari total perkiraan 4,64 juta unit. Posisi pertama ditempati Jakarta dan d...

UGM: Lahar Dingin Ancam Prambanan

"Upaya pengerukan dan pembuatan tanggul harus segera dilakukan." VIVAnews - Ancaman letusan dan awan panas Merapi sudah berlalu. Kini bahaya mengintai dalam bentuk lain, lahar dingin. Tak hanya menghancurkan wilayah bantaran sungai dan berkali-kali memutus jalur Yogyakarta-Magelang, banjir juga mengancam Candi Prambanan. Pakar Geologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta sekaligus tim peneliti geologi, Profesor Dwikorita Karnawati, banjir lahar mengancam kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut karena lokasinya tak jauh dari aliran Sungai Opak, yang kini dangkal dipenuhi material Merapi. "Endapan lahar berupa pasir, kerikil dan bongkahan sudah berada sekitar 6 kilometer dari wilayah candi," kata Dwikorita, Senin 7 Februari 2011. Jarak sejauh itu, untuk kondisi saat ini, masih relatif aman. Namun, jangan lupa, puncak musim hujan diperkirakan baru berakhir Maret mendatang. Curah hujan yang tinggi mampu menggerus elevasi sungai yang terbawa bers...

Lahar Dingin Sumbat Tiga Selokan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Aliran lahar dingin yang terus-menerus turun dari puncak Gunung Merapi berulang kali menyumbat pintu air selokan Mataram, selokan Van Der Wijck, dan selokan Kalibawang yang berhulu di Sungai Progo. Akibatnya, pasokan air ke empat daerah, meliputi Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo tersendat. Peran ketiga selokan yang pasokan airnya bertumpu pada Sungai Progo ini sangat vital. Selokan Mataram dan Van Der Wijck mengaliri sekitar 19.900 hektar lahan pertanian yang tersebar di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Adapun selokan Kalibawang menjadi tumpuan bagi 11 kecamatan dari 12 kecamatan di Kulon Progo dengan total luas lahan pertanian sekitar 7.152 hektar. Meski tak berhulu langsung di Gunung Merapi, Sungai Progo turut menjadi alur aliran lahar dingin. Sebab, beberapa sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Kali Putih, Kali Pabelan, dan Kali Krasak bermuara ke Sungai Progo. Di perbatasan Desa Banjarharjo dan Desa Banjarasri, Kalibawang...

2011, Pesisir Gunungkidul Masih Gelap

| GUNUNGKIDUL: Harapan sebagian warga masyarakat di wilayah pesisir untuk merasakan pijar cahaya dan saluran listrik tidak akan terwujud tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih menyusun perencanaan pengusulan jaringan listrik untuk kawasan pesisir ke Pemerintah Pusat dan PLN. Usulan serupa sebenarnya pernah diajukan pada 1986, namun hingga kini belum dikabulkan. Warga pesisir yang masih akan merasakan kegelapan kala malam hari sepanjang tahun ini adalah yang tinggal di sebagian Kecamatan Tepus dan Tanjungsari. Usulan pemasangan jaringan listrik di dua wilayah itu kemungkinan baru dapat dipastikan pada 2012. “Untuk tahun 2011 dipastikan belum akan bisa. DED [Detailed Engineering Design] penambangan jaringan listrik baru akan disusun,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Gunungkidul Fransiswa Andriyanti usai melakukan koordinasi tindak lanjut usulan warga pesisir, akhir pekan lalu. Penambahan jaringan listrik untuk wilayah pesisir beberapa kawasan pantai di Gunungkid...